wartagarudaonline-Jakarta | Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ASEAN ke-59 harus menjadi refleksi sekaligus momentum bagi Indonesia untuk semakin memperkuat perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum PNPI, Syamsul Rizal, menegaskan di tengah kondisi global yang semakin tidak menentu, Indonesia tidak cukup hanya menjadi bagian dari ASEAN, tetapi harus tampil sebagai salah satu kekuatan utama yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurut Syamsul Rizal, ketidakpastian geopolitik, dinamika perdagangan global, perubahan rantai pasok, serta berbagai tekanan ekonomi internasional harus dijawab dengan memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.
“Spirit HUT ASEAN ke-59 harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan kemandirian ekonomi kawasan. Indonesia dengan potensi ekonomi dan pasar domestiknya yang besar harus mampu menjadi lokomotif ASEAN,” ujar Syamsul Rizal.
Ia menilai kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada besarnya jumlah penduduk dan luasnya pasar, tetapi juga pada kekayaan sumber daya alam, potensi industri, UMKM, ekonomi kreatif, serta sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan produktif bagi perekonomian nasional.
Karena itu, Syamsul Rizal mendorong agar pembangunan ekonomi Indonesia semakin berorientasi pada penguatan produksi nasional, hilirisasi, peningkatan daya saing industri, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan dan energi, serta perluasan lapangan kerja.
“Kita harus membangun ekonomi dari dalam. Pasar domestik yang kuat harus menjadi kekuatan untuk menciptakan produksi, investasi, lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi domestik yang kuat, Indonesia akan lebih tangguh menghadapi gejolak global,” tegasnya.
Syamsul Rizal juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara ASEAN. Menurutnya, ASEAN harus mampu membangun ekosistem ekonomi kawasan yang saling memperkuat, bukan saling bergantung secara berlebihan kepada kekuatan ekonomi di luar kawasan.
Dalam konteks tersebut, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak utama integrasi ekonomi ASEAN, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional untuk masuk dan bersaing di pasar regional.
“Indonesia harus berani mengambil posisi sebagai lokomotif. Bukan hanya menjadi pasar ASEAN, tetapi menjadi pusat produksi, inovasi, investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Syamsul Rizal.
Ia berharap semangat HUT ASEAN ke-59 tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kerja sama ekonomi, memperluas perdagangan intra-ASEAN, meningkatkan konektivitas, serta membangun ketahanan ekonomi bersama.
“ASEAN yang kuat membutuhkan Indonesia yang kuat. Dan Indonesia yang kuat hanya dapat diwujudkan melalui ekonomi dalam negeri yang produktif, mandiri, berdaya saing dan mampu menghadapi perubahan zaman,” pungkas Syamsul Rizal.
Spirit HUT ASEAN ke-59: Indonesia kuat, ASEAN tangguh, ekonomi kawasan tumbuh bersama.


