wartagarudaonline-Medan | Masjid Taqwa Muhammadiyah harus mampu menjadi etalase persyarikatan Muhammadiyah dan masjid ini harus kita manfaatkan supaya terus membumi di tengah masyarakat, tidak saja dalam kegiatan ibadah, tetapi juga kegiatan sosial dan ekonomi, yang menopang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA mengemukakan hal itu pada pembukaan kegiatan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah, yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PW Muhammadiyah Sumut di Masjid Taqwa Kampung Dadap Medan, Jumat (28/8/2026).
Untuk itu, supaya Masjid Taqwa bisa mengejawantah sebagai etalase terdepan bagi persyarikatan Muhammadiyah, para marbot diharapkan senantiasa mengembangkan sikap inklusif, sehingga umat nonMuhammadiyah pun pada akhirnya mampu memahami tentang Muhammadiyah dan kemuhammadiyahan.
Politisi senior PAN ini juga tak lupa mengapresiasi pelaksanaan akademi marbot masjid yang digelar LPCR Muhammadiyah secara nasional, termasuk di Sumatera Utara.
“Ini sebuah terobosan baru, dalam upaya meningkatkan fungsi dan peran marbot. Bahwa, keberadaan marbot tidak boleh lagi dipahami dalam maknanya yang sempit, tetapi ke depan para marbot juga harus mampu memahami manajemen masjid,” kata Yahdi.
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Prof Dr Hasrat Efendi Samosir. “Masjid sejatinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi harus bisa dijadikan sebagai pusat peradaban,” ujarnya.
Kegiatan akademi marbot yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti 63 peserta dari 17 pimpinan daerah itu, dihadiri Ketua LPCR PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad, dan Ketua LPCR PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Anang Anas Azhar, Staf Gubernur Iqbal Parinduri, dan Ketua PD Muhammadiyah Medan Maulana Siregar. (UJ)


