Anak adalah buah hati bukti cinta antara suami dan istri. Hadirnya seorang anak akan memberi pengaruh besar terhadap kelangsungan hidup berumahtangga sebagai sebuah keluarga. Walaupun kadang anak memiliki potensi untuk jadi bahan masalah, tetapi justru disanalah terdapat seni dalam membina rumah tangga.
Menyapa, atau memanggil anak adalah seni tetapi menjadi hal penting, dari biasa kadang luar biasa, dari unik sampai spesial, bahkan sampai kesepakatan pun dilakukan. Tetapi sebagian orang justru memanggil anak ada yang berubah-ubah sesuai dengan usianya.
Pada umumnya orang tua memanggil anak tentu ada alasannya, dan lebih utama adalah untuk kenyamanan komunikasi atas dasar kasih sayang. Berikut tujuh tips sapaan terhadap anak.
Pertama; sayang, panggilan ini spontan dipanggil oleh orang tua yang ingin menunjukkan perasaan terhadap buah hati.
Kedua; nama, memanggil langsung nama kadang diperlukan untuk membedakan siapa diantara anak yang akan dipanggil. Biasanya dilakukan ketika orang tua telah memiliki beberapa anak dan langsung tertuju pada satu orang anak.
Ketiga; sulung, panggilan ini menunjukkan status anak sebagai anak pertama. Terdapat nilai lain yang tersemat pada panggilan ini, apakah tanggungjawab atau juga penghormatan sebagai anak pertama.
Keempat; boy, panggilan ini menunjukkan adanya gender yang positif bahwa anak disapa lewat kemampuan sebagai seorang lelaki yang mempunyai kemampuan luar biasa.
Kelima; singkatan dari nama. Mempersingkat, memenggal atau memilih satu penggalan dari panjangnya nama adalah biasa, tetapi hal ini tidak direkomendasi. Sebaiknya panggillah nama dengan satu kata yang benar dan menyenangkan.
Keenam; jangan sekali kali memanggil anak dengan menyandarkan pada sifat atau kebiasaan. Secara psikologis panggilan ini kadang memberi beban pada dirinya dan mengurung sifat lain yang mungkin diinginkan anak.
Ketujuh; panggillah anak senyaman mungkin, apakah perlu kesepakatan atau perubahan dalam jenjang usia. Dan yang paling utama panggilan orang tua adalah khas, tidak sama dengan panggilan orang di luar anggota keluarga.
Panggillah anak dengan hati karena setiap sapaan adalah “doa”.
Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.


