Semua bagian tubuh perempuan, kecuali muka dan telapak tangan, menurut hukum Islam adalah aurat yang harus dijaga. Aurat perempuan tidak boleh terlihat atau diperlihatkan kepada siapapun, kecuali mahramnya. Aurat adalah kehormatan, yang jika ditutup, maka akan menjaga kehormatan diri perempuan. Lebih dari itu, dia akan merasa berdosa jika auratnya terlihat oleh orang lain yang bukan mahramnya. (Ayi Yunus, 2018:94).
Pakaian adalah kebutuhan pokok atau primer bagi manusia, sehingga dari pakaian ini manusia mendapatkan kenyamanan dan akhirnya dapat hidup layak. Hidup layak salah satu ukurannya adalah mempunyai pakaian yang dapat dikenakan sesuai kebutuhan. Jadi ada istilah pakaian layak, pakaian lebih dari kebutuhan, pakaian mewah semuanya menjadi bagian dari perkembangan kebutuhan manusia.
Pakaian ternyata tidak sekadar menutupi tubuh manusia, lebih dari itu pakaian merupakan gaya hidup, sehingga sangat progresif sesuai dengan mode dan perkembangan zaman.
Namun di balik itu Ayi Yunus justru melihat pakaian dalam hal ini jilbab sebagai penutup aurat perlu dipahami dari perintah agama. Jilbab sebagai bagian dari pakaian perempuan melekat dengan ajaran agama walaupun tidak dapat dipisahkan dengan trend mode.
Menurut Ayi Yunus terdapat empat hal penting memahami jilbab sebagai ajaran dan sekaligus mode dalam kehidupan perempuan Islam. Keempat hal tersebut yakni sebagai berikut:
Pertama, yang lebih terasa dari manfaat jilbab adalah untuk melindungi dari udara panas dan dingin atau perubahan cuaca yang ekstrim. Di luar rumah keadaan alam bukan kita yang mengedalikan, tetapi justru kita harus memahami apa yang terjadi. Dengan jilbab berarti kita telah mengantisipasi cuaca yang terjadi agar perempuan terus melindungi diri.
Kedua, pakaian yang tertutup akan melindungi tubuh dari sinar matahari. Siang dan malam adalah bagian dari kehidupan manusia, dimana siang kita keluar rumah untuk bekerja, dan malam hari kita pulang ke rumah untuk istirahat. Sinar matahari bukan halangan untuk tidak keluar rumah, disinilah jilbab menjadi pelindung tubuh agar tetap terjaga.
Ketiga, jilbab juga dapat melindungi tubuh dari cuaca yang dingin. Tubuh manusia itu sangat sensitif dengan perubahan suhu. Tidak semua tubuh manusia tahan akan perubahan cuaca yang mendadak bahkan ekstrim. Namun jilbab memberikan kenyamanan sebagai pilihan dapat melindungi dari resiko cuaca yang sulit diprediksi.
Keempat, dengan dikenakannya jilbab, maka tubuh kita akan terbantu untuk beradaptasi dengan suhu panas atau dingin. Memang jilbab adalah pakaian untuk menutup sebagian kepala, lebih dari itu memilik fungsi yang luar biasa khususnya dalam melindungi diri dari lingkungan. Apakah cuaca, bahkan virus atau bakteri yang ada di udara paling tidak mengurangi resiko bagi perempuan yang mengenakan jilbab.
Jadi jelaslah bahwa mengenakan jilbab bukan semata takut berdosa bila tidak melakukannya. Bila ini dipahami sebagai sebuah kesadaran maka benar kata Ayi Yunus bahwa urat adalah kehormatan, yang jika ditutup, maka akan menjaga kehormatan diri perempuan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


