Bumi terbentang luas, perjalanan sejauh kendaraan dipacu, dan pemandangan seindah kita melihat, itulah nikmatnya bila kita mau mengarungi nikmat Allah. Dari satu tempat ke tempat lain kita dapat melakukan perjalanan dengan berbagai kendaraan pilihan. Dengan berbagai macam kendaraan sebagai pilihan kita dapat memacu atau pelan bahkan berhenti untuk sekadar mendapatkan spot photo agar dikenang. Itulah perjalanan apabila dinikmati maka akan menjadi kebaikan bagi siapa saja yang melakukannya.
Perjalanan membutuhkan perencanaan, di mana harus mulai, kapan harus selesai. Tetapi dalam setiap perjalanan biasanya kita memperhitungkan waktu, tempat serta pembiayaan agar semua sesuai dengan harapan. Perjalanan beberapa jam membutuhkan waktu yang singkat, tetapi bila lebih dari 24 jam maka perlu istirahat di tempat yang nyaman. Hem…Pak Marmuj menceritakan pengalaman ketika menghantarkan anaknya kuliah di ibu kota sungguh mengasikkan.
Perbincangan di akhir pekan antara tiga besti selalu menjadi inspirasi, kadang ada kisah, tetapi banyak sedih, namun kali ini mungkin sekadar informasi. Hem…perjalanan panjang hampir satu pekan dari pergi sampai pulang. Pak Marmuj yang memiliki kendaraan sendiri lebih memilih perjalanan dengan seluruh anggota keluarga agar semua dapat menikmati bersama.
Pak Marmuj; saya baru-baru ini menghantarkan anak saya ke ibukota untuk melanjutkan kuliah S2, wah sungguh perjalanan yang sangat berkesan.
Pak Marnap; oh…iya pak kemana saja pak, kok sepertinya melelahkan, atau justru ada oleh-oleh untuk diceritakan. Pak Marmuj; iya….panjang perjalanan bahkan lebih panjang lagi kalau mau dikisahkan.
Pak Marnap; iya…kan bapak selama ini selalu cerita dengan kita, ok, kami siap mendengarkan. Pak Marmuj pun mencoba mengingat-ingat betapa perjalanan dengan anggota keluarga sungguh menyenangkan, walaupun di sana ada cerita senang, sedih atau bahkan hemat yang teringat. Ketiga besti inipun serius tampak duduk sambil ngeteh dan pisang rebus sebagai kudapan kesenangan.
Pak Marmuj; oh….ya….kami sekeluarga menghantarkan anak melanjutkan studi jadi dari sini berangkat siang hari, sampai tujuan hampir tiga hari tiga malam. Pak marngi; ah…ini pak cerita perjalanan tiga hari tiga malam kan tidak mesti selama itu kita mendengarkan. Ketiga besti ini tertawa kecil bersama.
Pak Marmuj; eh….begini dalam perjalanan yang tiga hari tiga malam itu tentulah tidaklah jalan terus tapi malamnya kan istirahat.Pak Marnap; wah…istirahat di hotel pak?Pak Marmuj; inilah masalahnya, banyak pilihan kalau kita mau menginap.
Pak Marngi; nah itu dia…jadi bapak di hotel, di losmen, atau di wisma atau di mana? Pak Marmuj; sebelum kami istriahat, memang anak kami pintar mencari macam-macam penginapan, tinggal pilih sesuai kemampuan biaya.
Kedua rekan Pak Marmuj sama-sama mengangguk ya…ya…ya…Pak Marmuj; ketika anak kami melihat aplikasi tentu selalu kami diskusikan. Pak Marngi; contohnya pak?
Pak Marmuj; Pertama Hotel, adalah tempat paling nyaman, lengkap untuk istirahat, parkir, restoran bahkan tempat olahraga, kolam untuk berenang pun ada.Hanya kalau kita dapat kamar paling atas, selalu melelahkan.
Kedua, Homestay. Adalah rumah tinggal (bahasa Inggris: Homestay) adalah salah satu bentuk penginapan yang populer. Bila kita menginap menjadi tamudi kediaman penduduk setempat di kota tempat mereka bepergian. Kita bisa menikmati bagaimana penduduk setempat hudup sebagaimana aslinya.
Ketiga, Losmen(dari bahasa Prancis “logement”, “penghunian”, lewat bahasa Belanda) adalah sejenis penginapan komersial yang menawarkan tarif yang lebih murah daripada hotel. walaupun losmen itu kadang kesannya adalah hal yang tidak baik, tetapi untuk penginapan tetap jadi pilihan.
Keempat, Guesthouse, kurang lebih sama seperti Bed & Breakfast, tapi sebuah guesthouse biasanya dijalankan dengan cara kekeluargaan dan lebih tradisional. Bedanya disini kita bisa tinggal bersama pemilik rumah. Yang penting bisa tidur semalam, dan besok bisa berangkat lagi.
Kelima, Vila bersifat lebih private dan jauh dari keramaian. Villa biasanya berbentuk rumah dengan satu kamar atau lebih, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan juga dilengkapi kolam renang. Ini yang paling menyenangkan, jadi kita seakan tinggal di rumah sendiri yang asri, mantaplah.
Pak Marngi; wah…banyak pilihan enak ya pak, memang tinggal pilih kalau memang ada uangnya ya pak. Jadi bapak istirahat dimana.
Pak Marmuj; selama tiga malam justru kami mendapat penginapan yang bukan saja tetapi justru ada pengalaman berbeda-beda. Gratis lagi. Pak Marnap semakin penasaran; dimana itu pak. Pak Marmuj melanjutkan ceritanya.
Ya….walaupun banyak pilihan di aplikasi, bahkan diskon karena menggunakan kartu yang kita miliki, tetapi pertimbangan utama datang dari istri.
Pembicaraan berhenti sejenak. Diam…..Pak Marmuj memulai lagi perbincangan tentang penginapan.
Pak Marmuj; Ya…malam pertama kami istirahat di rumah saudara, hitung-hitung silaturahmi, walaupun ketika kita meninggalkan mereka menyalami anaknya dua lembar-tiga lembar lah.
Ya..malam kedua kami istirahat di hotel. Pak Marngi; nah…ini baru betul pak, hotel bintang berapa pak? Pak Marmuj; iya…di hotel Merah Putih.
Pak Marnap; hotel Merah Putih apa sudah ada pak, yang ada kan koperasi merah putih. Pak Marmuj; hotel Merah Putih maksudnya SPBU, kan di sana gratis air, lampu dan parkir. Oalah….Pak Marmuj…….
Pak Marmuj; eh…bentar, kami belum sampai satu hari lagi dan malamnya masih mencari tempat penginapan. Pak Marnap; nah yang ketiga apa pula pak, tadi sudah cerita, hotel, homestay macam lah.
Pak Marmuj; ini yang ketiga akhirnya kami istirahat di hotel bintang satu. Pak Marnap; wah baru keren pak.
Pak Marmuj; maksudnya hotel bintang satu dan bulan sabit satu, atau istirahat di masjid.Pak Marmuj, pak Marngi, dan pak Manap tertawa bersama….hahahahahahahha.Oalah…Pak Marmuj….Pak Marmuj….memanglah…
Tiga hikmah yang dapat diambil dari kisah di atas adalah:
Pertama, menjelajah bumi Allah adalah bagian dari mensyukuri apa yang telah diberikan kepada kita, kesehatan, kesempatan dan kemampuan. Untuk itu lakukanlah selagi ada niat dan tidak merugikan orang lain.
Kedua, perjalanan yang baik, rencanakan waktu dengan tepat, pembiayaan yang efisien, serta anggota yang mau saling berbagi.
Ketiga, istirahat dalam perjalanan itu penting, tujuannya untuk memulihkan kebugaran sekaligus memulai hari esok lebih baik semangat lagi.
Catatan: Kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.

