Oleh Prof Dr Mardianto MPd
Pada dasarnya, setiap ilmu pengetahuan satu dan lainnya saling berhubungan. Namun, hubungan tersebut ada yang sifatnya berdekatan, ada yang pertengahan, dan ada pula yang agak jauh. Ilmu-ilmu yang hubungannya dengan Ilmu Akhlak, dapat dikategorikan berdekatan antara lain ilmu tasawuf, ilmu tauhid, ilmu pendidikan, ilmu jiwa dan filsafat. Sementara itu, yang pertengahan
adalah ilmu hukum, ilmu sosial, ilmu sejarah. Dan ilmu-ilmu yang agak jauh hubungannya dengan ilmu akhlak adalah ilmu fisika, biologi, dan ilmu politik. (Muliati Sesady, 2023:15).
Ketika manusia berjalan di muka bumi maka ia mendapatkan pengalaman, ketika ia berhenti maka ia dapat melakukan perenungan dan ketika ia menghadapi masalah di saat inilah ia harus mengambil satu keputusan.
Dari pengalaman, perenungan kemudian melakukan satu tindakan maka dari sini ia mulai belajar untuk mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan itu sendiri adalah hasil tahu yang diperoleh dengan sengaja, terencana terkontrol dan akhirnya dapat digunakan berkali kali.
Ilmu pengetahuan tidak jauh dari kehidupan manusia sehari-hari, apakah ketika di rumah, di lapangan maupun dalam laboratorium sekali pun. Dari ilmu pengetahuan inilah manusia memperoleh cara untuk memudahkan mengarungi hidup, bahkan dengan ilmu pengetahuan pula manusia dapat merencanakan sesuatu untuk masa yang akan datang.
Namun ilmu pengetahuan itu sendiri perlu diberi tata acara yang benar agar tidak semua orang dapat melakukan sembarangan dan akhirnya benar-benar bermanfaat bagi seseorang, banyak orang banyak umat manusia secara keseluruhan.
Di antara ilmu pengetahuan tentang tata cara hidup adalah akhlak. Secara sederhana akhlak adalah hubungan antara seseorang dengan banyak hal.
Pertama dengan sesama manusia, dengan Tuhan sebagai pencipta, dan juga dengan alam, bahkan dengan dirinya sendiri. Jadi akhlak adalah hal penting ketika orang membahas tentang ilmu pengetahuan agar mengetahui dari mana dimulai, bagaimana melakukan, dan akhirnya kemana arah akan ditujukan.
Orang yang memiliki akhlak adalah mereka yang telah mengetahui kemudian mengamalkan bahkan mengontrol seluruh pikiran dan tindakannya tentang keempat hubungan di atas. Berakhlak pada sesama manusia itu penting agar semua manusia dapat berjalan seiring dan tidak saling menyakiti.
Berakhlak kepada Tuhan adalah upaya memberikan penyerahan diri sebagai makhluk memerlukan arahan dan perlindungan bagaimana hidup sampai akhir hayat.
Berakhlak dengan alam adalah upaya memaknai bahwa semua makhluk memiliki kedudukan yang sama. Pembedanya adalah siapa yang saling menghormati dan menghargai berjalan seiring untuk mengabdi.
Akhlak pada diri sendiri adalah menjadikan hidup adalah untuk ibadah dan berbuat sebanyak-banyaknya untuk kebaikan, bukan merusak dengan kesengajaan.
Ternyata ilmu pengetahuan sangat dengan akhlak, dan semua ilmu terkait satu dengan lainnya. Untuk itu cara mendalami ilmu pengetahuan maka mulailah dari akhlak terhadap diri sendiri, niatkan untuk kebaikan sesama, tidak merusak alam dan akhirnya sebagai tanda bahwa kita adalah makhluk yang mengabdi kepada Tuhan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


