Oleh Mardianto
Sekolah yang diajarkan adalah membaca, menulis, berhitung kemudian memaknai. Bahasa yang lebih akrab untuk hari ini adalah kemampuan literasi. Jadi literasi itu memang diawali dari membaca, dengan membaca kita mendapatkan wawasan, bahkan dengan membaca kita memperoleh keterampilan, tetapi justru dengan membaca kita terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
Membaca adalah mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya, tetapi dengan menulis justru kita memperoleh kebaikan seluas-luasnya. Dengan membaca kita tahu isi dunia dan dengan menulis kita dapat mengukir apa maunya kita tentang dunia. Sungguh menulis itu hal yang luar biasa apabila kita mau dan mampu. Berikut tujuh tips menjadi penulis yang bermanfaat bagi umat manusia.
Pertama, tulislah dari pengalaman diri kita sendiri. Setiap kita punya pengalaman dalam kehidupan, dari pengalaman di rumah, di sekolah, di masyarakat dan yang utama di tempat bekerja.
Kedua, mulai dengan sesuatu yang nyata. Menulis itu banyak yang mau ditulis, tetapi mulailah dari hal yang nyata, sedikit mengingat kurangi menghayal apalagi mereka-reka yang belum tentu arahnya. Jadi tulis dari apa yang pernah ada.
Ketiga, menulislah dengan bermacam alasan. Bila guru menulis karena untuk mengajar, bila wartawan menulis untuk berita dan banyak lagi lainnya. Maka kita lebih baik menulis dengan beribu alasan, intinya tulis saja karena kalau tidak menulis kita akan banyak alasan.
Keempat, disiplinlah menulis. Bila sudah dimulai maka kita justru akan sulit mengakhiri. Konsistensi boleh jadi harian setiap jam tertentu, boleh jadi satu pekan ketika menjelang hari tertentu, atau moment tertentu.
Kelima, jadikan menulis adalah kebiasaan. Setiap hari awali dengan membaca, dari sana kita akan mendapatkan pengetahuan baru. Begitu juga setiap moment jadikan bahan untuk cerita dari sini kita akan memulai apa yang akan kita tulis berikutnya.
Keenam, jangan sekali-kali menulis yang tidak bidang keahlian kita. Bila kita hidup dengan berbagai masalah, maka banyak pula yang akan kita ceritakan. Namun menulis perlu kehati-hatian, karena semangat berbagi, maka harus tulisan harus benar dan jangan hal salah yang kita berikan.
Ketujuh, menulis itu berbagi pengetahuan untuk mendapatkan kebaikan. Bangga bila kita bisa khatam membaca, tetapi satu tulisan bisa kita berikan pada orang lain itu justru lebih sempurna.
Tulisan ini di inspirasi dari berbagai sumber.

