Oleh Mardianto
Salah satu cara yang dapat ditempuh manusia adalah menjangkau hal di luar dirinya baik dari dunia sekitar maupun dari dunia yang lebih jauh. Hal yang jauh dapat di dekatkan, hal yang lambat dapat dicepatkan hal yang rumit mampu disederhanakan. Apa saja yang jauh dari jangkauan manusia kali ini sudah semakin mudah untuk didekati berkat satu kata yakni “tele”. Tele itu sendiri adalah hasil dari cipta, rasa dan karya manusia untuk menjadikan hal di luar jangkauan menjadi semakin dekat.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal dapat dilakukan baik yang dalam jangkauan maupun di luar kemampuan. Paling tidak ada dalam hayalan atau pikiran manusia termasuk cerita tele. Pak Marmuj kali ini mengidentifikasi ada keluarga tele yang patut untuk dipelajari lebih jauh seperti dalam kehidupan sehari-hari.
Pak Marmuj; saya pernah mendengar bahwa ada cerita keluarga tele yang melegenda di satu negeri.
Pak Marte; oh…ya…pak keluarga tele itu maksudnya apa ya pak.
Pak Marmuj; ya….ada lima keluarga tele yang sampai sekarang terus menjadi bagian dari perkembangan hidup manusia termasuk kita sendiri.
Setelah diam sejenak sambil seruput kopi, akhirnya Pak Marmuj pun menceritakan kisah keluarga tele dimaksud.
Pak Marmuj; alkisah lima keluarga tele yang sejak zaman purba sampai kini terus mengikuti berputarnya bumi, bergantinya kalender, bahkan jauhnya langit dan bintang.
Pak Marte semakin penasaran.
Pak Marte; kok jauh sekali ceritanya pak, langsung saja pak.
Pak Marmuj; ya ini kisah lima keluarga tersebut.
Pertama; Keluarga yang senang mendengar namanya telephone. Keluarga ini selalu menjadi pendengar dan bahkan mendengar adalah hobi sampai profesi. Dengar kasak kusuk, menyadap untuk mencari informasi, mungkin dengan mendengar mereka mendapatkan hal yang menjadi konsumsi segala macam termasuk konsumsi politik. Memang mendengar tidak mesti jumpa telinga, justru dengan alat yang canggih telepon ini bisa mendengar apa saja yang diinginkan.
Kedua; Keluarga yang senang melihat namanya televisi. Keluarga ini tidak mesti pergi jauh, bahkan tidak perlu mengendarai kendaraan, tetapi bisa melihat hal di luar jangkauannya. Sungguh televisi memberi seluruh anggota keluarga pemandangan dari yang dekat sampai yang jauh bahkan dari masa lalu sampai masa depan.
Ketiga; Keluarga yang senang meneropong namanya teleskop. Melihat hal yang dekat itu biasa, mengamati hal yang sedang terjadi itu luar biasa, tetapi ada yang ingin memaknai satu hal yang di luar jangkauan itulah teleskop. Melihat lebih luas, lebih jauh bahkan lebih dari yang kita bayangkan menjadikan teleskop sesuatu yang mahal dan tidak semua orang dapat mendapatkan kesempatan.
Keempat; Keluarga yang senang berbicara teleconference. Memang sudah menjadi tabiatnya manusia seharian lebih banyak bicara, dari hal sabun cuci sampai perang di luar negeri bahkan tentang masa lalu sampai masa depan. Keluarga ini hampir setiap saat selalu bicara, bukan hanya dengan teman sebaya, bahkan melewati tetangga, mereka bicara bahkan antar benua.
Kelima; Keluarga anak-anak namanya Teletubbies. Keluarga ini terkenal dengan empat tokohnya, yakni Tinky Winky, Dipsy, Laa-Laa, and Po. Keempat nya memiliki karakter berbeda, dan justru dari perbedaan tersebut banyak hal dapat dipelajari, baik tentang tanggung jawab, kasih sayang sampai emosi bahkan tentang puding bergizi.
Pak Marte; pak banyak juga cerita tentang keluarga tele ini ya pak. Kalau pak Marmuj kira-kira cocok yang mana ini ya.
Pak Marmuj; kalau saya senang yang keenam.
Pak Marte; lho apa yang keenam pak kan tadi ada lima?
Pak Marmuj; yakni Keluarga Telepati. Telepati adalah transfer informasi dari satu pikiran ke pikiran lain tanpa menggunakan indera fisik yang dikenal. Walaupun kami sekeluarga jarang jumpa, tetapi kami sudah sepakat untuk saling mengerti, walau jauh di mata tetapi dekat di hati, walau berbeda arah namun tidur malam tetap di rumah, walau jarak selalu membatasi pandangan mata tetapi tanggal muda kami tetap makan enak di rumah.
Pak Marte; wah….kemana mana ini cerita nya ya…pak. Memang cerita keluarga tele ini banyak ragam, banyak pula masalah, bahkan ada mistisnya juga ya pak.
Pak Marmuj; ya termasuk tele di atas bukit sebelah selatan Danau Toba yang terkenal. Dari sana kita bisa lihat semua dari menara Tele.
Olah……pak Marmuj…pak Marmuj….bisa saja.
Tiga hikmah yang dapat diambil dari kisah di atas adalah:
Pertama, manusia dalam kehidupan ini terbatas waktu dan ruang, jadi ia terikat kapan melakukan sesuatu dan di mana ia harus berada.
Kedua, kemampuan belajar untuk mengetahui, mengembangkan teknologi maka manusia memiliki kelebihan yakni dapat mendengar dari kejauhan, melihat sampai tak terbatas, bahkan mengerti masa lalu, kini dan yang akan datang.
Ketiga, sejauh mana manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan tele hasil teknologi, semua terkembali pada dirinya. Bila disadari bahwa ilmu itu sendiri tetap berada di batasi waktu dan ruang, maka apa pun jadikan itu untuk mengenal lebih dekat siapa yang maha pencipta.
Catatan: Kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.

