Seorang anak tampak gelisah, duduk tidak tenang, belajar tidak konsentrasi, kadang keluar sampai tidak permisi. Itulah pemandangan di siang hari ketika Pak Marmuj mengajar di kelas IV sebuah madrasah di pinggir kota. Tanpa dicatat, bahkan sekadar pengamatan sesaat, Pak Marmuj melihat ada sesuatu yang berbeda sedikit pada anak ini bila dibanding dengan teman-teman lainnya, walaupun bisa duduk tetapi perasaannya mungkin gundah, boleh jadi dia berdiri namun pikirannya entah kemana itulah sakwasangka Pak Marmuj.
Fenomena di dalam kelas memang bermacam, unik dan bahkan kadang misteri. 29 anak yang duduk, maka sebanyak itu macam perilaku anak, tidak ada yang sama berbeda satu dengan lain bahkan pinsil boleh sama tetapi cara menulis tetap berbeda, mimpi dan harapan mereka misteri tidak ada yang tahu bahkan mereka sendiri.
Pak Marmuj cepat sadar ini adalah pendidikan, setiap orang yang paling dewasa di ruangan ini harus bertanggungjawab terhadap apapun yang terjadi baik yang terlihat maupun yang tidak disadari.
Pak Marmuj mencoba mendekati satu anak yang sedikit gelisa, dimana sedari tadi ia ingin mencari waktu yang tepat untuk menghampiri.
Pak Marmuj; anakku, apakah tadi pagi sudah sarapan?
Anak; sudah pak. (walau sedikit jedah antara pertanyaan dengan jawaban).
Pak Marmuj; ok….coba anak-anakku semua ayo berdiri, kita tepuk tangan satu kali, dua kali dan kemudian tiga kali, coba diulangi sampai tujuh kali. Jangan lupa tepuk tangan pertama lihat teman sebelah kanan, tepuk tangan kedua lihat teman sebelah kiri. Ayo…kita mulai.
Semua anak berdiri dan bertepuk tangan, suasana menjadi gembira, semua anak saling melihat dan kadang sedikit jahil melihat sambil tertawa dan semua ekspresi wajah ditampilkan oleh 29 anak yang bermacam, unik dan sedikit terungkap misteri mereka.
Pak Marmuj; ayo semua duduk kembali. Baiklah anak-anakku sekalian, pelajaran kita lanjutkan.
Semua anak duduk dan tenang memperhatikan dan mencatat semua hal yang diajarkan,
Setelah selesai pelajaran jam istirahatpun berlangsung. Di ruang guru Pak Marmuj mencoba menceritakan apa yang terjadi pada anak yang sedikit berbeda, ternyata dengan tepuk tangan itu salah satu cara untuk menyegarkan suasana.
Buk Maram; kok ruangan Pak Marmuj meriah sekali tadi, suara tepuk tangan sampai ke ruangan saya. To the point pak. Pak tepuk tangan itu memang membuat ruangan jadi gembira, apa ada penelitian tentang tepuk tangan ini.
Pak Marmujpun seperti biasa mengeluarkan telephone selulernya;
Oklah…..sambil menyeruput teh panas Pak Marmujpun memulai kebiasaannya.
Pak Marmuj; ini dia kita mulai dari standar pengertian ya..
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tepuk tangan adalah tamparan tapak tangan kiri dengan tapak tangan kanan sehingga menghasilkan bunyi. Ini saya baru saja Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Dan yang penting arti tepuk tangan ada enam lihat ini.
1. Meningkatkan sirkulasi darah, gerakan tangan yang aktif saat bertepuk membantu memperlancar aliran darah ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak dan organ lainnya.
2. Merangsang titik-titik akupresur, telapak tangan memiliki banyak titik akupresur yang terkait dengan berbagai organ tubuh. Bertepuk tangan dapat merangsang titik-titik ini, membantu meningkatkan fungsi organ dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.
3. Meningkatkan kesehatan jantung, bertepuk tangan dapat membantu meningkatkan detak jantung, yang berperan dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
4. Meredakan stres dan meningkatkan mood, aktivitas fisik ringan seperti bertepuk tangan merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon yang membuat seseorang merasa bahagia, serta membantu mengurangi stres dan kecemasan.
5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, aktivitas ini membantu merangsang saraf dan organ tubuh, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Pak Marmuj tanpa disadari sambil menjelaskan sambil tepuk tangan sendiri, semua guru memperhatikan. Hah ada ada saja.
Bu Maram; pak cepat satu lagi, ini sudah mau masuk kelas kita.
Pak Marmuj; ok. Kita lanjutkan.
6. Meningkatkan konsentrasi dan fokus, bertepuk tangan melibatkan koordinasi antara otak dan tubuh, yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
Manfaat-manfaat ini menunjukkan bahwa gerakan sederhana seperti bertepuk tangan bisa berdampak positif bagi kesehatan tubuh dan pikiran
Bu Maram; Wah yang ini jadi refrensi saya nanti pak, di kelas akan saya terapkan, supaya semangat, semangat ya pak. Apalagi menjelang masuk pelajaran di siang hari.
Keesokan harinya semua semangat belajar, memulai, melakukan dan mengakhiri pelajaran berbagai ekspresi peserta didik pun seperti biasa tampak berbeda. Dan salah satu apresiasi yang dilakukan beberapa guru adalah dengan tepuk tangan.
Ketika masuk kelas masing-masing guru semua memiliki semangat yang sama, hal ini dikarenakan mereka akan menerapkan tepuk tangan sebagai cara untuk meningkatkan konsentrasi, atau juga menghibur paling tidak untuk melegakan berbagai kepenatan.
Tetapi apa yang terjadi beberapa kelas memang terdengar suara tepuk tangan untuk memulai, menyelingi atau mengakhiri satu mata pelajaran. Justru sedikit berbeda bahkan terbalik apa yang dialami di kelas Pak Marmuj. Tidak ada suara, sunyi senyap, dan semua guru ketika keluar kelas sedikit bertanya-tanya ada apa gerangan.
Setelah keluar kelas Pak Marmuj justru dia tampak lesu dan sedikit pendiam.
Beberapa guru bertanya kepada pak Marmuj.
Bu Maram; pak, tadi kita sudah terapkan tepuk tangan hasilnya manjur, mak joss, dan mantrab pak sesuai dengan pernyataan bapak. Tapi kami lihat mengapa di kelas bapak justru tidak ada tepuk tangan?
Pak Marmuj; hem……murid saya yang kemarin ternyata telah meninggal dunia,
Semua guru terperanga…..diam serba salah….
Pak Marmuj; hem….ya sudah mari kita doakan saja semoga arwahnya diterima oleh yang Maha Kuasa.
Semua kompak, amin.
Bu Maram; Sudah pak jangan gelisah nanti seperti anak-anak saja bapak ini ucap seorang guru. Seperti bapak nyatakan kemarin setiap anak itukan unik, tetapi juga misteri.
Kita memahami bahwa dalam pembelajaran membang dibutuhkan selingan, berbagai macam cara, teknik dilakukan oleh guru baik di awal pembelajaran untuk pembukaan, di tengah untuk selingan atau diakhir untuk penguatan.
Semua cara tiada lain adalah bermaksud untuk memberi penguatan agar pembelajaran berlangsung stabil dan mencapai hasil yang maksimal. Tepuk tangan adalah salah satu cara, masih banyak cara lain, tentu sesuai dengan suasana kelas, kondisi peserta didik juga keterampilan pendidiknya.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama;.pembelajaran dapat berlangsung dengan stabil apabila kita lakukan dengan rencana yang baik, pengelolaan yang teratur dan pengukuran yang akurat. Salah satunya dengan menstabilkan tingkat konsentrasi atau semangat selama berlangsungnya dari sejak menit awal sampai akhir kegiatan pembelajaran.
Kedua;. tepuk tangan adalah salah satu cara untuk meningkatkan konsentrasi dalam pembelajaran, namun perlu pertimbangan dalam melakukan, seperti kondisi kelas, suasana hati, juga terkait waktu kegiatan dilakukan.
Ketiga; semua niat guru itu baik untuk memberikan ilmu dan keterampilan, tetapi cara dan mengajar itu ternyata lebih utama karena akan memberi inspirasi, terlebih apresiasi bagi siapapun terlebih untuk peserta didik di masa mendatang.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita bercari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















