Transformasi organisasai adalah perubahan organisasi dari kondisi semula oleh karena perubahan nilai-nilai dan konsep pikir dari pemimpin dan anggota-anggota organisasi dalam menghadapi tantangan dan tuntutan pengembangan organisasi. (Imelda Liana Ritonga dkk, 2019: 14).
Organisasi adalah kumpulan beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa orang berkumpul, kemudian bermacam keinginan, serta beragam potensi dan akhirnya menyatu dalam sebuah kesepakatan.
Orang-orang dapat berubah bisa bertambah banyak atau justru berkurang, sementara keinginan tidak pernah berkurang justru menambah bahkan semakin banyak. Begitu juga dengan potensi boleh jadi semakin lama semakin berkurang atau justru bertambah, dari sini perlu pengelolaan agar kesepakatan tetap bertahan.
Apa yang terjadi di dalam organisasi selalu dinamis, bukan karena orang-orangnya saja yang berubah, tetapi lebih banyak faktor luar yang sangat progresif.
Bagaimana menyatukan, antara kemampuan dari dalam dengan tantangan dari luar inilah seni dalam organisasi. Pilihan organisasi bertahan atau tidak atau bahkan hancur dan hilang selalu terletak pada pimpinan organisasi itu sendiri.
Menurut Imelda Liana bahwa organisasi perlu ditangani secara serius dan simultan agar terus bertahan apalagi di masa perubahan seperti sekarang ini.
Transformasi organisasi dikemukakan baik oleh ilmuwan maupun praktisi manajemen sebagai suatu proses yang perlu dilakukan oleh organisasi untuk mempertahankan ataupun mengembangkan organisasi sesuai dengan visi organisasi yang baru.
Jadi jelas, perubahan itu pasti dan organisasi yang mampu menyikapi perubahan dengan baik maka ia akan bertahan atau justru semakin berkembang. Sebaliknya perubahan yang tidak diantisipasi dengan baik justru akan menjerumuskan organisasi ke jurang yang lebih dalam bahkan mati atau hilang dalam sejarah.
Hal yang paling utama untuk menghadapi perubahan dalam organisasi adalah pimpinan, dan manajemen. Seorang pimpinan yang memiliki intelektual tinggi, kemudian didukung oleh keahlian mengelola sumber daya juga pengalaman dalam berbagai situasi akan memberi kekuatan tersendiri.
Untuk itulah menjadi pemimpin tidak harus malu untuk terus belajar kepada bawahan sekalipun, bahkan meletakkan seseorang tidaklah mesti karena kedekatan tetapi karena keahlian.
Pimpinan yang memiliki riwayat pekerjaan adalah mereka yang telah belajar tentang makna organisasi dalam setiap detik ada pelajaran. Dari balik meja pimpinan seperti di atas mungkin ini yang disebut dengan pemimpin transformatif yang membawa organisasi terus berubah menjadi pemenang di segala zaman.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


