Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, atau terbalik ya, dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Ah…..antara tubuh dan jiwa sama-sama jadi satu dalam diri kita, begitu juga sehat dan kuat kan keduanya memang kita inginkan. Tidaklah mungkin seorang sehat tetapi tidak jadi kuat, kecuali anak-anak, atau kuat tetapi tidak sehat. Ya…namanya juga cerita.
Namun bagi Pak Marmuj tubuh yang sehat, dan jiwa yang kuat adalah penting karena bagian dari olahraga. Olah raga adalah mengola raga yang dipahami sebagai tubuh fisik. Tapi apa mungkin fisik ini bisa sehat tanpa bimbingan dan kendali jiwa yang baik hati, semangat dan juara. Sekali lagi namanya juga cerita, apa saja boleh disampaikan.
Pak Marmuj dan pak Marol selama ini dikenal tetangga yang yang rajin olahraga, walaupun olahraga orang tua jalan dari masjid sampai simpang jalan, itupun bukan jalannya tetapi banyak ceritanya. Kadang menghindari kelelahan cerita sepanjang jalan, menegur sapa tetangga yang berpapasan justru menjadi tujuan, tak mengapa namanya juga olahraga, kan yang penting juga sehat jiwanya.
Ketika dua besti jalan pelan singgah di rumah pak Marga perbincangan pun terjadi terkait olahraga.
Pak Marmuj; oh….pak Marga sibuk di rumah saja ya…ayo…sekali-kali jalan kita olah raga mumpung masih pagi.
Pak Marga; oh…iya pak….saya tadi malam sudah sudah olah raga, jadi ini ini olahraga…yang ringan-ringan sajalah namanya juga sudah tua.
Pak Marol; lho…pak apa boleh olahraga malam-malam.
Pak Marga pun mencoba menjelaskan bahwa ada tiga waktu paling ideal untuk olahraga yakni:
Pagi hari pukul lima sampai delapan, cocok untuk penurunan berat badan dan membangun kebiasaan konsisten. Ini biasanya untuk orang tua, sebaya dan anak muda.
Sore hari pukul limabelas sampai delapanbelas, kelebihannya suhu tubuh tertinggi, otot lebih fleksibel, dan risiko cedera lebih rendah. Ini biasanya untuk sebaya dan anak muda.
Malam hari pukul sembilanbelas sampai duapuluhsatu yang ini cocok melepas stres setelah bekerja, fleksibilitas sendi maksimal. Waktu ini cocok untuk orang tua, maaf salah untuk anak muda.
Pak Marmuj; olahraga kapanpun itu yang penting sehat, nggak penting keringat, karena bila keringat biasanya bercucuran endingnya cari menang, kalau tak juara seperti tim sepak bolah ya..tambah sakit dan stress.
Pak Marol; iya..benar pak…olahraga itu yang penting sehat, api pak Marmuj apa ada olahraga yang tidak berkeringat?
Pak Marmuj; banyak……..
Lihat ini, (seperti biasa Pak Marmuj menscrol smartphonenya)
Olahraga yang tidak berkeringat itu ada lima:
Pertama berenang, walaupun setelah olahraga dia butuh handuk tetapi itu bukan untuk melap keringat, jelaskan.
Kedua main catur, walaupun kadang waktunya lebih lama tetapi itu bukan berarti banyak keringat yang dikeluarkan.
Ketiga main golf, memang olahraga ini kadang ada handuknya tetapi itu hanya aksesori alasan memanggil kedi.
Pak Marga; pak Kedi itu apa ya pak?
Pak Marmuj; Kedi itu bisa laki-laki bisa perempuan tergantung yang olahraga.
Pak Marga tambah penasaran #$%^(&%^&*%^&$@#%^&%)*(^
Pak marmuj; kita lanjutkan yang keempat, olahraga yoga restoratif atau Yin Yoga, gerakan pelan tetapi memberi arahan jelas bagaimana fisik dan fsikhis menyatu dalam keseimbangan.
Oh….iya tadi Kedi sudah tahukan…
Pak Marol dan pak Marga kompak; pak Marmuj tadi baru empat lalu yang kelima apa?
Pak Marmuj; oh iya….yang kelima ini memang olahraga paling luar biasa. Olahraga ini bisa dilakukan sendiri, bisa berdua, boleh berempat bahkan sepuluh, seratus bahkan sejuta orang bersama-sama.
Pak Marol; iya namanya olahraga apa pak?
Pak Marmuj; sabar, memang olahraga yang kelima ini bisa dilakukan di kampung, di kota, bahkan di lapangan olahraga.
Pak Marga; hem….bingung……maaf pak apa olahraga ini pakai handuk juga?
Pak Marmuj; ya….olah raga yang satu ini boleh pakai handuk, boleh pakai jam tangan, boleh pakai topi, bahkan boleh tidak pakai sepatu.
Pak Marol dan pak Marga semaking penasaran )^&*^(&%ERF^*G(&)*%
Pak Marmuj; olahraga yang kelima ini yang selalu kita lakukan namanya “jalan santai”, jalannya singkat, santainya banyak.
Oalah….Pak Marmuj…Pak Marmuj….memanglah.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
Pertama; manusia dibekali oleh jiwa dan raga, keduanya membutuhkan nutrisi dan asupan yang seimbang agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
Kedua; olah raga adalah kebutuhan bila dilakukan dengan baik menjadi kebiasaan, dan akhirnya pola hidup sehat akan menjanjikan kebugaran.
Ketiga; niatkan untuk berolahraga adalah mensyukuri nikmat Tuhan. Diri ini harus melakukan sesuatu, dari berbaring kemudian duduk, lalu berdiri sebaiknya berjalan bila masih sanggup maka berlari. Setiap langkah pasti ada hikma di sana.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















