Kata orang pintar teori dulu baru praktik, tetapi kata pekerja praktek dulu baru teori. Sampai-sampai ada ahli yang menyatakan teori tanpa praktik akan sia-sia, begitu juga sebaliknya praktik tanpa teori maka akan ngawur.
Hem….entahlah…..mengapa satu pekerjaan harus pakai teori, mengapa pula mesti dibedakan, dipisahkan bahkan dibahas sampai jauh perbedaan di antara keduanya. Buktinya empat tahun kuliah kadang melulu teori, praktiknya sedikit nyaris tak terdengar, bukan tidak banyak para sarjana begitu wisuda gagap menghadapi dunia nyata.
Tetapi teori tetap perlu, ah…nggak juga…..entahlah…..
Ketika Pak Marmuj belajar di perguruan tinggi ternyata ada beberapa cara untuk melihat teori di dunia ini yakni dari tiga cara pandang penelitian.
Ketiga hal tersebut yakni; Penelitian kuantitatif menguji teori, Penelitian kualitatif menemukan teori kemudian Penelitian dan pengembangan membuat teori. Wah….sedikit ilmiah, namanya juga belajar di perguruan tinggi.
Seperti biasa, bincang di WAG dari soal perang Iran dengan US sampai kecelakaan kereta api selalu berganti topik secepat kilat. Dalam WAG alumni sebuah sekolah terjadi perbincangan hangat tiga peserta, sebenarnya banyak tapi yang lain cuma mengread, atau membaca saja.
Pak Marte penasaran mengapa penelitian ada kaitannya dengan teori, pakai bahasa ilmiah lagi membuatnya penasaran.
Pak Marte; Pak Marmuj dulu waktu kuliah katanya pernah belajar tentang teori-teori, coba-coba salah, bukti hasil nyata….nah ceritalah sedikit.
Pak Marmuj; ya…semua kita khususnya yang pernah kuliah pasti pernah membuat penelitian terkait dengan teori, nah sekarang justru saya baru mengalami tiga teori ini secara beruntun.
Bu Marri; beruntun maksudnya apa pak….seperti kecelakaan kereta api saja, bisa jelaskan pak?
Pak Marmuj; maksudnya begini ya…
Pertama, Ketika saya mempersiapkan diri sebelum menikah maka sebenarnya akan menguji teori tentang berumah tangga. Dan kemudian saya alami kami berdua menjadi suami istri.
Kedua, Ketika saya sudah bersama istri ternyata sesungguhnya menemukan teori yang belum pernah ada. Buktinya kami punya anak, hem…sungguh luar biasa.
Nah…Ketika saya telah mengetahui bagaimana interaksi seorang suami dan istri maka ia mencoba mengembangkan teori. Belum pas, coba lagi, belum tepat lakukan lagi, belum puas maka mantabkan lagi.
Pak Marte; pak ini cerita teori mengapa sampai ke persoalan keluarga, apa memang ada kaitannya?
Pak Marmuj; ya semau kita jangan banyak berteori tetapi tidak diterapkan, atau justru kita sesungguhnya telah menerapkan namun tidak sadar bahwa kita telah menjadi bagian dari teori itu.
Pak Marte; hem….%(*H( NO&%)PGV:IP*%$.
Bu Marri; begini langsung saja pak sekarang kabarnya Pak Marmuj punya anak tiga itu artinya hasil uji teori, atau menemukan teori, atau juga baru saja mengembangkan teori?
Pak Marmuj; maksud saya teori apapun yang kita baca, kita pertimbangkan semua sangat tergatung situasi di dunia nyata. Dalam berumah tangga tidak ada teori yang paling tepat, yang baik adalah kita sendiri menginterpretasi makna berumah tangga, bahkan teori mendidik anak pertama, kedua, ketiga semuanya berbeda satu dengan lainnya.
Pak Marte; hem…..benar juga ya pak, ini saya mulai faham.
Pak Marmuj; ingat……kita boleh saja melihat orang lain cara mendidik anak, tetapi kita harus memperimbangan bagaimana mendidik anak sendiri, dan jangan sekali-kali membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Karena ketika berjumpa suami dan istri pasti lahir teori baru, apalagi ada anak, maka lahir berpuluh bahkan beratus teori berikutnya. Itulah uniknya berkeluarga dalam rumah tangga.
WAG sementara diam……..tak ada komen…..tak ada tanggapan beberapa saat.
Pak Marte; jadi Pak Marmuj berarti sudah semua teori bapak terapkan.
Pak Marmuj; ada satu lagi teori.
Pak Marte semakin penasaran
Pak Marte; teori apa lagi itu pak.
Pak Marmuj; teori tentang istri lebih dari satu.
Bu Marri; izin pak, sudah banyak dipraktekkan orang lain teori seorang suami dengan istri lebih dari satu, dan hasilnya sama.
Pak Marte; sama maksudnya bu?
WAG sementara diam lagi……
Bu Marri; sekarang justru terbukti bahwa teori istri tanpa suami lebih banyak digunakan di dunia ini, dan hasilnya luar biasa.
Pak Marmuj dan pak Marte; terdiam…… dan akhirnya…………semua tertawa….hahahahahha.
Respon di WAG pun penuh dengan imoji
Hem…Pak Marmuj…..Pak Marmuj…..memanglah.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
Pertama; teori adalah abstraksi berbentuk narasi yang menghubungkan satu fakta dengan fakta lain secara konsisten.
Kedua; teori bukan persoalan benar dan salah, tetapi dipakai atau tidak dipakai. Banyak teori di dunia ini namun hanya sebagian yang digunakan karena memang masih relevan untuk waktu, tempat dan konteks yang dialami.
Ketiga; setiap kehidupan di dunia ini termasuk dalam berumah tangga semuanya adalah unik, boleh saja kita membaca berbagai teori dan pengalaman tetapi itu hanya sekedar untuk pertimbangan. Pengambilan keputusan yang tepat penuh tanggungjawab adalah hal utama menjalankan hidup berumahtangga.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















