Belajar di perguruan tinggi, ternyata sedikit berbeda dengan belajar di persekolahan. Salah satu yang membedakan adalah belajarnya disebut kuliah, pendidiknya disebut dosen bukan guru, dan yang belajar disebut mahasiswa bukan siswa. Hem…kok pendidiknya nggak disebut mahaguru ya. Ah…nggak penting yang utama justru di perguruan tinggi itu adalah tempat paling terhormat, dimana ilmu yang diajarkan adalah dari sumber aslinya apakah lewat buku, lewat guru besar, atau dari risetnya.
Hem…perguruan tinggi banyak cerita, banyak pula kisah….tapi sudahlah….kita tinggalkan berita viral terkait perguruan tinggi. Disini di tempat ini, Pak Marmuj satu ketika duduk di kantin jumpa dengan tokoh mahasiswa yang rupanya berasal dari kampung yang sama dengan Pak Marmuj. Setelah berbincang akrab, saling berkabar, akhirnya Pak Marmuj mencoba diskusi terkait dengan mahasiswa di era modern saat ini.
Perbincangan pun dimulai, sambil duduk akrab duduk di kursi santai sudut kantin, satu meja di hadapan kosong kecuali dua gelas teh.
Pak Marmuj; kalian mahasiswa ini kan hebat-hebat, tapi sepertinya karena kelengkapan yang cangggih atau karena memang mahasiswanya yang peduli?
Mahasiswa; oh…ini pertanyaan sulit pak, tapi boleh lah…..silahkan pak ada waktu kita untuk diskusi tentang mahasiswa.
Pak Marmuj; e…begini coba…..saya meminta anda meletakkan semua peralatan pendidikan yang menjadi kelengakapan silahkan letakkan di atas meja.
Mahasiswa; ok….pak ini semua peralatan pendidikan yang saya miliki.
Sambil meletakkan satu persatu mahasiswa menjajarkan barang-barangnya.
1.Telepon seluler
2.Note book
3.Buku bacaan
4.Bulpoint
5.Pensil
6.Kaca mata
7.ID Card mahasiswa
8.Jam tangan
9.Termos
Pak Marmuj; wah….banyak juga ya……mungkin mahasiswa yang lain juga masih banyak barang yang lain….tapi oke lah….
Pak Marmuj kembali meminta agar mahasiswa memikirkan dan kemudian memilih mana lima paling penting dari kesembilan peralatan.
Mahasiswa; oh….sungguh pilihan sulit, tadi saya meletak sembilan dengan susah payah memilih dari semua yang ada, kini justru saya harus membuang empat diantaranya.
Pak Marmuj; ayo…silahkan.
Mahasiswa; ok…pak saya pilih.
1.Telepon seluler
2.Note book
3.Bulpoint
4.Kaca mata
5.ID Card mahasiswa
Tampak ketika menyingkirkan jam tangan mahasiswa sejenak memandanginya, karena jam tersebut adalah hadiah dari seseorang yang pernah singgah dihatinya.
Pak Marmuj; ok…..terima kasih. Hidup ini memang harus memilih, tetapi kita harus tahu bahwa memilih itu juga memerlukan pengetahuan, keterampilan dan yang utama soal skala prioritas terkait dengan kehidupan dan kebutuhan kita.
Mahasiswa; iya pak, rasanya berat sekali saya melepas empat barang tadi, karena banyak hal darinya saya butuhkan.
Pak Marmuj; kita lanjutkan, bahwa dalam satu keadaan kita harus menyelamatkan yang lebih utama, kini silahkan singkirkan tiga barang dari lima yang tersisa.
Mahasiswa; ah…..sungguh sulit pilihan ini pak.
Sambil berpikir keras, namun lebih tampak emosi mahasiswa secara spontan menyingkirkan barang barang, sehingga tersisa:
1.Telepon seluler
2.ID Card mahasiswa
Mahasiswa pun terdiam…….
Pak Marmuj; ok…..kamu telah membuat keputusan yang tepat paling tidak untuk saat ini. Memang sekali lagi hidup ini harus membuat keputusan disaat dibutuhkan, dan pilihan adalah sebuah keadaan dan jadikan itu keburuntungan, karena diantara kita masih ada orang yang justru tidak punya kesempatan untuk memilih karena tidak ada alternatif.
Mahasiswa; hem….sungguh sulit hidup ini pak.
Pak Marmuj; ya…..justru kita harus bersyukur.
Pak Marmuj; ok kita lanjutkan.
Mahasiswa sepontak terbelalak.
Mahasiswa; hah…..apakah masih memilih satu dari dua lagi pak.
Pak Marmuj; ya……silahkan pilih satu dari dua yang menurut kamu paling dibutuhkan
Mahasiswa terdiam……dan akhirnya ia memilih ID Card.
Kali ini pak Marmuj yang terdiam, karena dalam bayangannya mahasiswa memilih yang berbeda tatapi justru terbalik dan kemudian…. mahasiswa yang bertanya pada Pak Marmuj.
Mahasiswa; ada apa pak, ini pilihan saya.. apa ada yang salah.
Pak Marmuj; justru saya ingin mengucapkan selamat kepada anda, karena banyak hal.
Pertama anda telah melakukan identifikasi sejak awal kita diskusi.
Kedua anda telah melakukan pemilihan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan yang kita alami.
Ketiga anda memiliki skala prioritas dalam hidup dan inilah kunci dari kesiapan masa depan.
Pertanyaannya bukan mengapa kamu harus menyingkirkan telepone seluler, tetapi mengapa ID Card mahasiswa yang harus kamu pertahankan.
Mahasiswa; ya pak….saya ini kan mahasiswa, dari ID Card inilah saya dapat melakukan banyak hal, karena memang saya harus memiliki, dari asuransi kesehatan, sampai layanan kampus semua dalam satu aplikasi ID Card ini.
Pak Marmuj manggut-manggut, dan melihat kanan kiri memang kampus ini telah menjadi Smart University karena memanfaatkan teknologi untuk berbagai layanan.
Mahasiswa; tapi pak……
Pak Marmuj; tapi apa…..
Mahasiswa: ID Card saya ini sebentar lagi akan off, karena saya masih bingung belum dapat uang bayar uang kuliah, dimana akan otomatis tidak berfungsi kalau tidak update pembayaran semester berikutnya.
Pak Marmuj; hem…..justru itu saya datang dari kampung ingin memberi bantuan.
Kedua orang tersebut Pak Marmuj dan Mahasiswa seakan lenyap dalam suka cita, sekejap tagihan teh pun datang, Pak Marmuj mengeluarkan kartu kredit gold nya.
Hem….memang kalau kampus sudah smart, satu keputusan jadi solusi.
Hem….Pak Marmuj….Pak Marmuj…..memanglah.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
Pertama; hidup ini adalah pilihan, dalam mengidentifikasi banyak hal, maka kenalilah apa yang menjadi bagian dari kehidupan kita mana pula yang jauh dari kebutuhan.
Kedua; memilih adalah mempertimbangkan untuk diambil keputusan. Bila skala prioritas untuk kehidupan maka letakkan satu pilihan yang dengannya kita dapat melakukan banyak hal atau menjadi kunci dari semua permasalahan.
Ketiga; bersyukurlah kita masih dihadapkan dengan berbagai pilihan dalam hidup. Kita percaya bila satu saat harus memilih maka niatkan untuk kebaikan karena campur tangan Tuhan mengiringi setiap keputusan.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















