Pengenalan terhadap diri sendiri dipahami sebagai usaha seseorang untuk melihat dan memahami kelebihan serta kekurangan yang ada dalam dirinya, sehingga ia mampu mengendalikan segala tindakan saat berhadapan dengan orang lain atau dirinya sendiri. Pengenalan terhadap diri sendiri berarti paham betul segala unsur dalam diri, baik itu secara psikologis, fisik, moral diri, potensi maupun sosial. (Aba Mehmed Agha, 2023: 2).
Siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya. Bila ingin menguasai dunia maka kuasai dulu dirimu sendiri. Pengendalian diri itu penting, mengapa sampai tingkat pengendalian, karena memang diri itu terus tumbuh dan berkembang menjadi kemampuan, kadang liar bahkan mampu menguasai si pemilik. Dari sini kita paham bahwa kekuatan itu ada pada diri tetapi justru kelemahan adalah pada si pemilik bila tidak dapat mengendalikannya.
Aba Mehmed mencoba memberikan catatan penting bagaimana kita mampu mengendalikan diri, caranya adalah dengan mengenal lebih dalam, kemudian memahami, dan akhirnya mengikuti serta mengendalikan. Sedikitnya terdapat 10 langkah penting dalam mengendalikan diri yakni sebagai berikut:
Pertama, kenali kelebihan dan kelemahan anda. Kelebihan kadang muncul ketika kita mendapat tantangan, dan kelemahan kadang disadari saat kita tidak mampu menahan seperti amarah dan lain sebagainya.
Kedua, perhatikan bidang yang anda kuasai dan yang tidak anda kuasai. Profesi adalah bidang yang ditekuni, bila itu diterima maka akan dikuasai dan dijadikan kekuatan diri. Ketika tidak tertarik pada bidang lain, jangan teruskan disana ada kelemahan kita.
Ketiga, jujur kepada diri sendiri. Sekali berbohong menyatakan sanggup padahal tidak, makan kita akan membohongi diri sendiri secara terus menerus. Berani menyatakan tidak bila memang tidak.
Keempat, dengarkan suara hati. Kadang kala perhitungan itu penting, tetapi ada hal lain yang kadang muncul memberi isyarat pada diri kita bahkan tidak disadari. Mendengar isyarat itu harus selalu dijadikan pertimbangan sebelum tindakan.
Kelima, fokus pada yang sedang dilakukan. Pekerjaan menumpuk, target berlapis, namun bila kita mengerti maka fokus pada satu bidang, dan yang lain akan mendapatkan kebaikan.
Keenam, deskripsikan tampilan diri. Dari fikiran bisa jadi tindakan, namun tindakan perlu dideskripsikan agar dapat dikaji ulang. Karena tampilan diri itu hasil dari hitungan kelebihan dan kelemahan tindakan sebelumnya.
Ketujuh, sadari dan pahami peran dalam kehidupan. Posisi diri kita ini adalah sub sistem dari sebuah sistem yang lebih besar. Jangan menghayal kitalah yang menentukan segala-galanya, tetapi berbuat sesuai dengan posisi masing-masing.
Kedelapan, meminta orang lain untuk memberikan umpan balik. Cermin diri itu penting, tetapi respon orang lain terhadap diri kita itu sangat utama dalam pertimbangan. Dengarkan dan jadikan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kepribadian.
Kesembilan, tentukan visi dan misi hidup. Hidup ini mengalir, tetapi aliran itu sangat menentukan apakah ke laut atau menyangkut di jalan. Maka siapkan diri kemana tujuan akan dijalani, bagaimana cara menjalani dengan cara menikmati.
Kesepuluh, mengikuti tes kepribadian atau konsultasi. Secara akademik tes kepribadian membantu kita untuk mendapatkan informasi tentang diri sendiri. Hasilnya boleh dikonsultasikan, tetapi jangan sekali-kali tergantung pada pendapat orang lain, karena kita sendiri yang berkuasa untuk langkah berikutnya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















