Kehadiran orang tua saat mengantar anak ke sekolah bukan hanya simbol kasih sayang, tapi juga bentuk keterlibatan awal yang sangat berarti dalam proses pendidikan anak kita. (Gogot Suharwoto, 2025).
Senin 14 Juli 2025, bukan hari biasa, tetapi hari di mana pertama di kalender akademik tahun ajaran 2025-2026. Semua warga yang terkait dengan kegiatan pendidikan seperti memasuki pintu gerbang baru untuk menatap masa depan tentunya dengan harapan yang jauh lebih dari sekadar sekolah, ada hal yang diinginkan di sana.
Hari senin hari pertama masuk sekolah memang sungguh luar biasa, semua orang menjadi terlibat, dari menteri pendidikan, kepala dinas, sampai kepala sekolah, bahkan yang paling utama adalah kepala keluarga.
Diawali dari pernyataan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PDM Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto, yang meminta orang tua antar anak di hari pertama sekolah. Siap orang tua?
Tentu ada alasan mengapa ini dilakukan, karena memang hari Senin 14 Juli merupakan hari istimewa paling tidak ada tiga hal yakni;
Pertama; hari pertama sekolah murid baru akan diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Pada tahun ajaran 2025/2026, Kemendikdasmen ingin memastikan MPLS bisa bersifat ramah. Untuk itulah maka seluruh kegiatan MPLS harus membantu murid baru agar merasa diterima, bersemangat belajar, dan membentuk karakter positif.
Kedua; perlu dicatat bahwa peran orang tua dalam pelaksanaan MPLS ramah perlu mendapat perhatian serius dengan cara bekerjasama. Dari sejak anak bangun tidur orang tua turut memberikan bantuan kesiapan dari fisik terlebih mental anak. Antarlah anak ke sekolah dengan harapan bahwa mereka adalah generasi yang akan meneruskan, melanjutkan, bahkan memberi harapan tentang keinginan kita.
Ketiga; kerja sama orang tua, anak, dan para guru di sekolah dalam hal pengelolaan, waktu, tugas, dan layanan adalah hal penting. Dari sapaan yang sama, semangat yang saling mendukung, serta harapan yang akan diraih semua akan tercapai bila kerja sama dapat dilakukan. Hari pertama sekolah semua menebar senyum, diiringi kesabaran dari sejak bangun tidur, mengajak sarapan, mempersiapkan pakaian, sampai menemui guru yang menyambutnya di kelas. Itu semua membutuhkan kerja sama saling mengerti, memahami dan mendukung dari ketiga pihak di atas.
Bila ketiga hal di atas, maka orang tua yang menghantarkan anak ke sekolah bukan sekadar menyerahkan sebagian waktu pada pihak sekolah. Lebih dari itu benarlah bila kehadiran orang tua saat mengantar anak ke sekolah bukan hanya simbol kasih sayang, tapi juga bentuk keterlibatan awal yang sangat berarti dalam proses pendidikan anak kita.
Pihak sekolah akan menyambut dengan baik semua anak dan orang tua, bergayut sambung dengan orang tua yang senyum kepada anak menggandeng tangan memberikan kuasa atau kepercayaan pada guru atau sekolah.
Sungguh hari Senin sebagai hari pertama sekolah akan menjadi kenangan indah sampai kapanpun bagi anak di masa mendatang dalam rangka menggapai cita dan harapan keluarga.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















