Waktu adalah uang, begitu pepatah orang tua. Bila kita dapat memaknai bahwa waktu itu sangat penting dalam hidup ini, maka akan mendapatkan kebaikan darinya. Bayangkan 24 jam satu hari satu malam sama-sama dapat dimiliki semua orang, tetapi mengapa masih ada yang merasa sibuk kekurangan waktu, atau malah santai banyak membuang waktu.
Kegiatan pembelajaran perlu perencanaan salah satunya adalah merencanakan waktu agar berjalan efektif, efisien dan berhasil seperti yang diharapkan. Berikut tujuh tips bagaimana pendidik mengelola waktu pembelajaran yakni sebagai berikut:
Pertama, datang lebih awal, bila pendidik telah hadir sebelum jadwal pembelajaran berarti dia telah merencanakan dengan baik, bahkan ia telah menghargai waktu.
Kedua, sistematika waktu dengan tiga sesi utama yakni pendahuluan, penyajian dan penutup. Setiap sesi gunakan seefektif mungkin, pendahuluan tidak lebih dari 10 % waktu, sementara penyajian minimal 70 % dari keseluruhan dan penutup tidak lebih 15 % dari setiap kali pertemuan.
Ketiga, buat kendali waktu pada anda sebagai pendidik. Kegiatan pembelajaran kadang kala melibatkan orang lain, boleh jadi peserta didik, atau bahkan narasumber lain. Semua harus dikendalikan, maka beri tahu sebelum mereka berperan, dan beri aba-aba bahwa waktu menjelang penyelesaian.
Keempat, siapkan lebih dari dua skenario. Semua perencanaan memang penuh dengan perhitungan, namun boleh jadi ditengah perjalanan ada hal yang membutuhkan perubahan mendadak. Untuk itu rencana pertama, harus dilengkapi dengan rencana cadangan, begitulah seterusnya.
Kelima, prioritaskan kegiatan yang membutuhkan waktu banyak. Setiap kegiatan kadang ada yang menjadi fokus utama dan membutuhkan waktu lebih dari yang lain. Ini harus menjadi perhatian serius sebelum dimulai bahkan menjadi catatan tersendiri.
Keenam, ulangi tanpa disadari. Boleh jadi kita kelebihan waktu, artinya masih banyak waktu tetapi materi sudah selesai, kegiatan telah dilaksanakan, maka ulangi dengan tidak sadar ternyata kita telah mengisi waktu tetapi tetap bermanfaat.
Ketujuh, akhiri kegiatan dengan doa. Doa itu bukan sekedar meminta, tetapi juga merefleksi apa yang telah dibuat, semoga diberkahi, dan bermakna di kemudian hari.
Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















