Monopoli sebagai anak keturunan dari ekonomi kapitalis dengan pandangan hidup liberalnya, banyak ditentang oleh masyarakat. Sebab monopoli ternyata membawa dampak negatif bagi kompetisi pasar yang sehat. Pada pasar monopolis produsen-produsen lain tidak akan dapat bertahan., bahkan yang lebih buruk produktifitas dengan sengaja diturunkan demi tujuan politis, yaitu mengatur harga agar maksimal. Maka dengan sendirinya akan terjadi kelangkaan akan barang (scarcity) dan dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat (konsumen). Islam dengan sistem ekonominya mencoba untuk mementahkan ideologi monopolistik dengan memunculkan berbagai konsep baru yang bertentangan dengan sistem ekonomi kapitalis. (Elvira, 2016).
Ilmu pengetahuan disusun dan dikembangkan untuk kemaslahatan hidup manusia, dimana hidup harus dijaga, dirawat, bahkan dilestarikan.
Hidup manusia memerlukan banyak hal dari aspek biologi, psikologi, ekonomi, politik dan lain sebagainya. Kesemua aspek tersebut tidak harus berjalan sendiri tetapi bekerjasama berkolaborasi untuk kemaslahatan yang lebih baik dimasa kini dan mendatang.
Bila disiplin biologi mennganggap ilmu paling penting, mungkin keseimbangan antara bonati, zoologi akan tereksploitasi tanpa batas, padahal manusia tidak dapat hidup tanpa makhluk lain di muka bumi ini. Maka perlu keseimbangan untuk menjaga, merawat dan melestarikan aturan interaksi ketiganya.
Begitu juga bila psikologi adalah disiplin ilmu yang menjadi rujukan semua orang dalam beraktivitas, maka akan terjadi pengabaian terhadap faktor realiti. Kita harus sadar hidup ini bukan hanya untuk berangan-angan tetapi apa yang ada dihadapan kita, bahkan kebutuhan kita saat ini harus segera dipenuhi seperti makan, minum dan lain sebagainya.
Para ekonom yang mencoba merajai bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidup boleh jadi akan semakin menggila bila tidak dikendalikan oleh disiplin ilmu lain.
Disiplin ilmu ekonomi boleh mengatur atau mengendalikan regulasi, tetapi harus tetap berkoordinasi dengan ilmu lain seperti kemaslahatan manusia yang lebih luas. Kadang kala ilmu politik yang mencoba memberikan analisis terhadap kepentingan individu, kelompok maupun global menjadi sangat menonjol perannya.
Ini juga harus diwaspadai sebagai sebuah isu yang selalu dijadikan dasar bagi kelompok tertentu yang mengatasnakaman kemaslahatana ummat manusia.
Ilmu di dunia ini tidak ada yang berdiri sendiri, maka monopoli dalam satu bidang adalah turunan dari pemahaman praktik ilmu yang keluar dari garis aksiologi yang benar.
Para ekonom yang mencintai ilmunya, selalu saja mempraktikkan hal-hal diluar teori kemaslahatan manusia. Seperti halnya dengan monopoli, dalam hal ini monopoli adalah kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan satu barang dan jasa tertentu.
Bukankah kita melihat saat ini bahwa monopoli membunuh persaingan bebas, menyebabkan inflasi dan akhirnya menyebabkan terjadinya pengangguran.
Menyikapi hal ini Dr.Elvira Ginting memberikan solusi kembali keajaran yang hak yakni nilai Islam sebagai dasar ekonomi. Menurut beliau bahwa baik pekerja maupun konsumen sama-sama tertindas, monopoli dalam konsep Islam hukumnya haram karena menimbun barang-barang yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk disimpan.
Barang yang disimpan dan ditimbun melebihi kebutuhannya dan kebutuhan keluarga untuk masa satu tahun penuh. Menimbun barang dengan tujuan untuk dijual, kemudian pada waktu harganya membumbung tinggi dan kebutuhan rakyat sudah mendesak baru dijual sehingga terpaksa rakyat membelinya dengan harga mahal.
Dalam disiplin keilmuan ideologi selalu di atas aras pertimbangan, ini akan terjadi bila satu disiplin ilmu, beberapa disiplin ilmu menyadari masalah kebutuhan manusia tidak dapat diselesaikan secara parsial.
Tidak mungkin ilmu ekonomi menyelesaikan persoalan kebutuhan logistik sendiri, di sana ada psikologi, politik bahkan transportasi.
Demi kemaslahatan manusia yang lebih luas, maka monopoli sebagai satu gejala dalam ilmu ekonomi harus diatasi oleh nilai agama yang lebih universal, dan ideologi kapitalis pun bukan saja tertuduh tetapi dapat dicarikan solusi.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















