Manusia dalam hidupnya setiap hari dalam melakukan atau tidak melakukan bermacam-macam perbuatan dengan sengaja atau tidak sengaja adalah berdasarkan penilaiannya dan kemudian keputusan yang diambilnya. Perbuatan yang berdasarkan penilaian atau nilai itu bermacam-macam pandangannya, tujuannya, bermacam-macam latar belakangnya, cara berpikirnya atau karena bermacam-macam realita yang dihadapinya. (Mahmud Azis Siregar, 1983;22).
Setiap kita punya pengalaman yang berbeda, walau tumbuh dan berkembang di keluarga yang sama, setiap masyarakat mempunyai pangalaman yang berbeda walau memiliki adat dan budaya yang sama, bahkan setiap suku bangsa memiliki sejarah yang berbeda walaupun ada di negeri yang sama.
Pengalaman memberikan konstruksi bagaimana seseorang, kelompok bahkan bangsa terhadap apa yang sedang dialami, direncanakan terlebih apa yang akan diperjuangkan. Dengan pengalaman ini pulalah maka hidup dapat dimaknai apakah menjadi beban, atau justru menjadi pelajaran tentang masa depan.
Kesadaran akan diri sendiri bahwa hidup ini memiliki tujuan, maka seseorang akan melakukan apa saja yang dapat menjadi bagian dari tujuan hidupnya. Bila seseorang memiliki tujuan hidup bahagia dunia dan akhirat maka ia akan melakukan apapun untuk mencapainya, tidak peduli waktu, biaya apalagi tenaga.
Bahkan ada seseorang meninggalkan keluarganya demi tujuan yang ia yakini sebagai bagian dari memperjuangkan tujuan hidup dalam rumusannya sendiri. Mengapa mesti bermasyarakat dalam hidup, sebenarnya seseorang akan mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah bagian dari perjuangan bersama dalam tujuan hidup.
Mencapai kebahagiaan, kesenangan tidak mesti sendiri, tetapi bersama adalah pilihan, walaupun hasilnya selalu berbeda. Jadi boleh jadi pandangan seseorang tentang sesuatu boleh jadi berbeda-beda namun dari sanalah justru terjadi pola interaksi yang kompleks tetapi dapat dimanfaatkan oleh individu dalam mencapai tujuan.
H Mahmud Aziz Siregar MA mengingatkan kita bahwa; perbuatan yang berdasarkan penilaian atau nilai itu bermacam-macam pandangannya, tujuannya, bermacam-macam latar belakangnya, cara berpikirnya atau karena bermacam-macam realita yang dihadapinya.
Ini adalah nyata, karena memang setiap orang memiliki latar belakang berbeda, maka sejarah harus diakui menjadi bagian dari apa yang diharapkannya. Ini adalah fakta, karena pengalaman adalah bagian dari sesuatu yang membentuk pikiran, maka mengelola kejadian sebagai pertimbangan harus dilakukan.
Ini adalah realita setiap kita memiliki lingkungan yang beragam ada yang sepaham adapula yang kontras bertentangan, dan dari sini pulalah kita belajar makna hidup yang sesungguhnya.
Sengaja atau tidak sengaja apapun yang kita lakukan adalah cermin kita pernah punya sejarah. Selagi kita masih ingin melakukan, maka lakukanlah karena itu adalah keputusan yang merdeka pada diri kita sendiri.
Keputusan adalah bagian dari bentuk tanggung jawab bahwa kita adalah orang yang respon terhadap apa yang ada di lingkungan sekitar kita.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















