Berbagai kegiatan hendaknya bisa dilakukan untuk merangsang semua kecerdasan yang dimiliki anak-anak secara menyeluruh di masa pertumbuhan dan perkembangan. Seluruh kepekaan panca indra sebaiknya bekerja dengan baik selama masa pembelajaran. (Sya`ban Jamil, 2009:14).
Manusia belajar dengan berbagai cara, ada yang menggunakan mata, telinga, atau tangan bahkan hati sekalipun. Mana yang dominan di antaranya, tidaklah sama satu individu dengan lainnya, bahkan keragaman cara belajar menjadi kekayaan yang terus mengalir, bahkan untuk berbagi.
Itulah belajar walaupun kita memiliki instrumen yang sama, tetapi justru diberi kesempatan untuk berbeda baik cara menggunakan apakah karena waktu, karena tempat atau apa yang sedang kita tuju.
Belajar apapun kita membutuhkan tujuan, untuk apa hal itu dipelajari, namun bagi anak-anak kita belajar justru membutuhkan praktik yang sederhana, sehingga kebiasaan mereka menjadi berharga untuk selanjutnya ketika dewasa.
Menurut Sya`ban Jamil ada tiga hal penting belajar pada anak yakni sebagai berikut:
Pertama, indra mata yang terlatih akan menghadirkan kecerdasan visual dan daya imajinasi. Belajar dengan memanfaatkan mata sebagai jendela untuk mengetahui isi dunia adalah membiasakan diri bahwa apapun yang kita lihat dapat dijadikan bahan ajar. Diawali dengan memelihara kesehatan mata, kemudian melihat dengan seksama seperti lihat sejauh mungkin, jangkau seluas mungkin, tetapi kendalikan bahwa yang kita lihat itu adalah hal yang harus disyukuri. Meneliti, memaknai kemudian mengendalikan adalah hal utama dalam belajar berbasis visual.
Kedua, indra dengar yang terlatih dengan baik akan menghasilkan kepekaan atau kecerdasan audiotrial. Dalam keadaan pasif sekalipun kita dapat mendengarkan sesuatu apakah itu suara alam, suara instrumen, bahkan yang utama adalah suara manusia. Kompleksnya beragam suara dapat dikelola sehingga menjadi merdu, atau nasihat, bahkan menjadi suara hati yang menggetarkan jiwa. Pembiasaan diri untuk selalu mendengar dalam belajar adalah penting, karena dengan mendengar kita tahu isi hati, dan bila mengenali hati disanalah pendidikan akan berlangsung dengan sempurna.
Ketiga, indra raba dan gerak fisik yang terasa bakal mencapai kecerdasan kinestetik. Kelengkapan dari anggota tubuh adalah melakukan gerakan yang terbimbing terkontrol dan akhirnya alami. Belajar tentang gerak bukan sekadar memungsikan tubuh atau hal-hal yang bersifat fisik, tetapi memberikan kebiasaan bahwa dukungan biologi itu penting agar psikologi keduanya tumbuh dan berkembang seiring dan sejalan. Olahraga dan kesehatan jiwa selalu menjadi hal yang saling membagi bukan terpisah khususnya untuk belajar pada anak-anak sekolah.
Semua kepekaan itu berfungsi menyerap informasi yang masuk dengan cepat dan mudah, lalu oleh otak akan diolah dan dirumuskan dalam bentuk dan mudah, lalu oleh otak akan diolah dan dirumuskan dalam bentuk ilmu pengetahuan dan berwujud tindakan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















