Proses penggabungan pendekatan dan metode disusun menurut beberapa faktor. Yang pertama menyangkut arti penting yang diberikan kepada masing-masing, pendekatan dalam keseluruhan proyek. Yang kedua menyangkut urutan waktu, jangka waktu yang mana kedua metode ditempuh secara simultan. (Julia Brannen,1997:37).
Penelitian adalah usaha mendeskripsikan apa yang terjadi di lapangan menjadi narasi di atas kertas untuk dikomunikasikan dalam forum resmi. Forum dimaksud apakah dalam bentuk piper, seminar, atau artikel dalam jurnal, semua itu untuk memberi penjelasan apa yang sesungguhnya terjadi di dunia nyata.
Dengan penelitian diharapkan kita mengetahui yang sebenar-benarnya terjadi, tetapi faktor peneliti sangat besar memberi pengaruh apakah penelitian itu berlangsung dengan benar, adil dan obyektif atau tidak.
Menggambarkan dunia nyata adalah untuk mengerti kemudian memahami akhirnya dapat menyelesaikan bila ada masalah. Tetapi dunia nyata selalu berubah-ubah maka memaknai apa yang ada dalam setiap proses kejadian itu lebih penting agar kita dapat mengantisipasinya.
Dari sinilah lahir paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif, dari latar belakang yang berbeda cara pandang, begitu juga dengan proses, namun akhirnya sesungguhnya sama memberi rekomendasi cara penyelesaian.
Dunia itu adalah kumpulan dari variabel yang konstan dapat diukur dan diprediksi apa yang akan terjadi. Penelitian kuantitatif terus berusaha memberikan gambaran bahwa kita dapat memprediksi sepuluh, seratus mungkin saja seribu tahun yang akan datang.
Tetapi pada saat yang sama kita mengakui bahwa perubahan tidak selamanya karena direncanakan, justru banyak kejadian tanpa dapat diprediksi bahkan sulit diantisipasi. Kita harus melihata dunia ini apa adanya, dari sana kita akan mendapatkan apa yang harus kita lakukan, inilah yang diusung oleh penelitian kualitatif.
Sampai pada titik tertentu kedua paradigma penelitian ini perlu menyadari bahkan di atas kelebihan tersebut pasti ada kelemahan. Maka penting yang diberikan kepada masing-masing, pendekatan dalam keseluruhan setiap menyelesaikan masalah seperti proyek.
Yang kedua menyangkut urutan waktu, jangka waktu yang mana kedua metode ditempuh secara simultan. Maka tidak ada yang salah dari kedua paradigma penelitian ini, karena justru lahir paradigma berikutnya yakni mixing methode atau penelitian campuran.
Gabungan dua penelitian bukan hal pemborosan, atau membuang waktu, tetapi adalah untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Berbagai analisis dapat dilakukan, tergantung masalah apa yang sedang terjadi, bahkan apa yang kita inginkan darinya.
Dari sini kita faham bahwa penelitian gabungan adalah tawaran jitu menghadapi masalah dunia yang semakin kompleks bahkan tak terduga.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















