Sejatinya sebuah game merupakan salah satu sarana yang bisa dijadikan sebagai jalan untuk melakukan transformasi ilmu kepada anak-anak. Oleh sebab itu, ketika seseorang memainkan game, berarti ini bukan sebatas permainan yang dapat menghibur atau melakukan aktivitas keceriaan yang hampa makna, melainkan lebih dari itu, yaitu game yang dimainkan oleh siapa pun akan mempunyai arti yang mendidik, walaupun tanpa disadari oleh orang yang melakukannya. (Raisatun Nisak, 2014:11).
Anak, bermain, belajar dan pengalaman sepertinya keempat kata tersebut tidak dapat dipisahkan. Anak memiliki dunia sendiri, ingat mereka bukan orang dewasa yang berukuran kecil. Bermain adalah aktivitas yang memiliki hukum tersendiri didalamnya terdapat banyak makna.
Belajar adalah proses yang dilakukan disengaja atau tidak tetapi memiliki tujuan. Dan pengalaman adalah kumpulan makna dari semua hal terkait dengan diri seseorang yang akhirnya membentuk kepribadian pada masa selanjutnya.
Anak adalah anak, semua kita pernah mengalaminya, boleh jadi satu saat nanti kita akan mengasuh anak, atau justru memiliki pekerjaan formal terkait dengan anak. Dunia anak memang tidak ada habisnya, berbagai penelitian terus dilakukan, namun harus kita sadari bahwa secara psikologis setiap anak adalah unik. Dari sini kita sadar bahwa anak memang membutuhkan penanganan khusus terlebih dalam mendidik, membina dan mengembangkan berbagai potensi.
Bermain adalah salah satu cara untuk mendapatkan pengetahuan. Lewat pengalaman yang diawali dari minat dan kesenangan, tanpa paksaan, tetapi didalamnya ada hukum yang sama disepakati, disinilah letak pembelajaran berlangsung. Anehnya bermain itu dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa membatasi usia, bahkan bermain menyesuaikan pada usia berapa yang akan melakukannya.
Belajar selama ini terkesan adalah kegiatan formal dengan berbagai aturan dan akhirnya ditata bahkan dipaksa untuk target tertentu. Padahal belajar itu tidak demikian, boleh saja dengan senang hati, sambil santai, bahkan sambil bermain sekalipun.
Belajar yang paling menyenangkan adalah mendapatkan sesuatu tanpa kita sadari apalagi, maka ini menghilangkan kata formal yang sangat mencekam. Jadi memang belajar itu ada dimana saja, kapan saja dengan siapa saja.
Setiap saat kita berbuat sesuatu, berjalan, duduk, disana adalah aktivitas, bahkan diam sekalipun adalah sebuah pengalaman. Kita mendengar bahwa tidur dimana ketidaksadaran sedang terjadi pun adalah pengalaman seseorang. Kini tinggal bagaimana kita memaknai itu semua menjadi bagian dari kehidupan kita.
Caranya menghubungkan satu kejadian dengan kejadian sebelumnya untuk mendapatkan hukum sebab akibat. Menyatukan satu kejadian dengan kejadian lain saat yang sama untuk memperoleh pemahaman. Dan menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lain setelahnya agar menjadi pertimbangan tindakan berikutnya.
Didiklah anakmu semampumu, tetapi yang paling utama adalah sesuai dengan dunia anakmu karena mereka akan hidup, belajar, tumbuh dan berkembang sesuai dengan dunia mereka. Hadir di belakangnya mereka akan kuat, berjalan di sampingnya mereka akan nyaman, dan berlari depannya maka mereka akan mendapat semangat.
Tak perlu perencanaan, apalagi kurikulum, maka bermain atau game adalah cara belajar paling efektif bagi anak yang ada di sekeliling kita.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















