Quran Roadmap hanyalah sekelumit ringkasan dari keagungan Al qur`an. Sekedar pembuka jalan bagi setiap muslim dan muslimah yang ingin lebih dalam mengenal firamn Allah. Al qur`an sebagai kalam Tuhan seluruh alam, menyimpan keajaiban dan bukti kebenaran-Nya di setiap zaman. Semakin digali, ia seperti mata air yang tak pernah kering semakin banyak hikmah yang tersingkap. (Lilyan Puspita N dkk, 2025:137).
Sepanjang sejarah Islam selalu pesan dari firman Allah adalah Al qur`an mengalami berbagai bentuk atau tampilan. Seiring dengan perkembangan zaman bukan bentuk dan tampilan bahkan seirama dengan ragam interpretasi terhadap isi kandungan, di mana banyak tafsir, ragam pula corak makna.
Satu ayat boleh jadi multi tafsir, bahkan satu surah mungkin saja banyak pesan, dan ini terus berlanjut menjadi khazanah yang tak ternilai bagi peradaban kita.
Terdapat hubungan antara pemaknaan pesan nilai dari Al qur`an dengan bentuk dan tampilan, boleh jadi pesan lewat berbagai perkembangan tafsir terus melaju seiring lahirnya ilmuan besar, tetapi tampilan adalah kontribusi teknologi kemasan.
Para mufassir menjaga kemurnian isi menjaga sanad bahkan rangkaian sejarah. Di saat yang sama para pencetak atau teknologi karya memberikan kreatifitas agar jemaah atau ummat semakin mudah mendapatkan dengan kesenangan. Itulah Al qur`an yang kita pahami bukan dari satu sisi tetapi banyak aspek sampai saat ini, disini dan dihati kita masing-masing.
Salah satu catatan kita tentang perpaduan antara karya mufassir dengan teknologi tampilan Al qur`an tampak pada Quran Roadmap yang disusun Lilyan Puspita dan kawan-kawan.
Buku ini adalah infografis 114 surat menghadirkan pemetaan visual ringkas dan informatif tentang setiap surat dalam Al qur`an. Kita penasaran bagaimana buku ini memiliki hal beda dari sebelumnya, boleh dikatakan unik, praktis, bahkan milenilal, tetapi tetap menjaga nilai autentik.
Dalam Quran Roadmap ini ada beberapa hal penting yang patut kita jadikan khazanah kekayaan ilmu pengetahuan yakni;
Pertama; dengan pendekatan Quran Roadmap ini membantu pembaca memahami tema utama, tempat turunnya surat, pembagian ayat, dan kandungan penting dari setiap surat secara sistematis.
Kedua, melalui visual yang menarik, pembaca dapat dengan mudah menangkap esensi pesan yang terkandung dalam Al qur`an tanpa harus membaca tafsir yang panjang terlebih dahulu.
Ketiga, Quran Roadmap mendorong para pembaca untuk terus menjelajah makna Al qur`an melalui kitab tafsir, tadabbur dan kajian para ulama. Semoga infografis ini menumbuhkan semangat untuk membaca mempelajari, mengamalkan dan mengajarkan Al qur`an.
Kita sadar bahwa jamaah atau ummat memiliki kemampuan yang berbeda apalagi ditaksonomi menurut gaya belajar, multiple intelligence dan lain sebagainya.
Quran Roamap ini menyajikan tampilan dalam bentuk infografis sangat tepat bila disandingkan dengan gaya belajar visual yang mengakomodir dominan berfikir spatial.
Ini baru salah satu dari karya anak bangsa tentang kitab suci, masih banyak yang belum tergali dari lainnya. Sesungguhnya inilah makna betapa pentingnya integrasi atau kolaborasi keilmuan antara ilmu agama dan teknologi.
Semoga wahdatul ulum yang menyatukan tujuan dari seluruh ilmu-ilmu di atas menjadi bagian dari sejarah Al qur`an yang melintas di nusantara kita.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















