Dengan menguasai psikologi proses pendidikan dapat berjalan lebih lancar dan berhasil karena itu psikologi berperan penting dalam pelaksanaan pendidikan baik di sekolah maupun rumah atau masyarakat. Dengan mengetahui psikologi, guru-guru dan para orang tua akan lebih mampu mendidik anak-anak mereka dengan lancar dan berhasil. Jadi psikologi dan pendidikan sangat erat hubungannya. Tanpa mempelajari psikologi, pendidikan akan menjadi kurang berhasil. (Anwar Bey Hasibuan, 1994:2).
Pendidikan akan berhasil bila didukung oleh banyak faktor, salah satunya adalah psikologi pendidikan. Mengapa psikologi pendidikan begitu penting dalam kegiatan pendidikan, sehingga menjadi prasyarat utama kompetensi seorang pendidik bersertifikat sebagai pendidik?
Tiga pertanyaan penting timbul di hal di atas yakni sebagai berikut:
Pertama; apa itu psikologi pendidikan.
Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu dari ilmu pendidikan, namun dalam genologi keilmuan juga bagian dari cabang dari psikologi umum kemudian psikologi khusus. Pendidikan memerankan diri sebagai kegiatan untuk membantu, memberdayakan peserta didik. Tiga ranah utama psikologi adalah mempelajari gejala mengenal (kognisi), gejala merasa (emosi) dan gejala campuran (kombinasi). Psikologi pendidikan memberi kajian bagaimana mengenali anak dari ketiga gejala diatas khususnya ketika mengikuti proses pendidikan.
Kedua; dukungan apa yang diberikan psikologi dalam kegiatan pendidikan.
Tiga bagian dari psikologi pendidikan adalah memberi tahu bagaimana peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil dan dari tidak baik menjadi baik. Psikologi pendidikan memberi landasan dan kajian terhadap kegiatan pendidikan agar berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Ketiga, mengapa pendidik memerlukan psikologi pendidikan.
Pendidikan akan berlangsung sesuai dengan perencanaan, pengelolaan dan evaluasi serta pengembangan. Seorang pendidik memerlukan informasi tentang keadaan peserta didik bagaimana ia merencanakan kegiatan pembelajaran maka psikologi pendidikan memberikan penjelasan tentang kesiapan anak dalam belajar.
Seorang pendidik ketika mengelola pembelajaran membutuhkan berbagai skenario, di sinilah ia membutuhkan pemahaman tentang keadaan psikologis peserta didik agar belajar tetap nyaman dan dapat menyelesaikan tugas-tugas belajar.
Sampai akhirnya pendidik memerlukan alat ukur untuk mengetahui apakah pembelajaran telah sampai pada peserta didik. Dan akhirnya evaluasi sebagai bab akhir dari psikologi pendidikan akan membantu dan memberikan cara yang lebih akurat.
Tiga bagian dari psikologi pendidikan adalah memberi tahu bagaimana peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil dan dari tidak baik menjadi baik. Psikologi pendidikan memberi landasan dan kajian terhadap kegiatan pendidikan agar berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Kini kita dapat bayangkan bila seorang berani masuk kelas tanpa memahami psikologi pendidikan, boleh jadi hari ini tak ada masalah tetapi apa yang akan terjadi dikemudian hari, sungguh kekhawatiran tak dapat dielakkan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















