Communication and Information Technology includes two aspects, they are information technology and communication technology. Information Technology, is relating to process, use as aids, manipulation, and information management. While communication technologie is relating to the use of assistive devices for processing and transferring data from one device to another. Therefore, communication and information technology are integrated in a multi-media broadcasting, which is associated with the processing, manipulation, management, and transformation between media. The development of communications and information technology so sophisticated that it can penetrate divider in various aspects of human social life. Communications and information technology in libraries are expectations of library users and librarians. (Nurhanifah, 2013)
Hari seratus tahun yang lalu, sungguh banyak yang berbeda, ahli saat ini dibanding seribu tahun yang lalu sangatlah tak sama. Pada zaman dulu semua masalah dapat diselesaikan oleh seorang boleh jadi ia adalah seorang dukun, mungkin saja ia adalah suhu.
Namun pada zaman sekarang masalah semakin kompleks maka tidak dapat diselesaikan oleh seorang ahli, pilihannya ijma` atau kolaborasi dari berbagai bidang. Satu bidang dapat berperan untuk bidangnya, tetapi ia juga berperan untuk membantu memecahkan masalah lain.
Dr Nurhanifah melakukan kajian terkait dengan persoalan perpustakaan. Diawali dari sebuah kesadaran bahwa; perkembangan dalam bidang komunikasi dan informasi, tidak hanya berpengaruh pada bidang ekonomi, politik, dan lapangan kerja, tetapi juga pada bidang pendidikan. Catatan kita tidak ada yang dominan semua ilmu dalam posisi sama saling berbagi saling berpengaruh.
Dalam hal bidang keberadaan perpustakaan sebagai penyedia, pengolah kemudian mendistribusikan informasi, pustakawan harus memikirkan kembali bentuk yang tepat untuk menjawab tantangan-tantangan yang bersumber dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Ini sangat progresif, di mana fenomena para pemakai jasa pustaka terus berubah, bahkan semakin kompleks.
Lebih khusus lagi dalam dunia perpustakaan maka untuk menyediakan buku-buku yang dibutuhkan oleh pemakai jasa pustaka masih jauh dari harapan.
Dalam catatan Dr.Nurhanifah bahwa jumlah judul dan eksemplar buku yang masih terbatas dan kondisi fisik buku yang memprihatinkan, hasil-hasil penelitian belum dimanfaatkan secara optimal karena permasalahan yang berkaitan dengan hak cipta, serta tak kalah pentingnya sistem manajemen perpustakaan yang masih perlu perbaikan.
Kolaborasi ilmu kini terus berkembang, kebutuhan masyarakat semakin kompleks, tuntutan sinergitas terus berubah inilah fenomena hari ini. Tidak ada yang berhenti, apalagi surut ke belakang.
Maka saatnya kita mulai menyadari bahwa teknologi komunikasi dan informasi merupakan pengembangan daya saing dalam era globalisasi dan penguatan potensial sumber daya manusia (SDM) dalam kepentingan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sekali lagi pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi pada perpustakaan masih memerlukan kebijakan baik dalam bentuk pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sehingga pada akhirnya mempunyai daya saing dalam era globalisasi.
Apakah kita masih membutuhkan perpustakaan di era abad informasi yang semakin swaatur ini? Tergantung, apakah dunia masih menempatkan buku dan karya ilmiah menjadi instrumen peradaban atau tidak.
Yang pasti masa depan itu ada ketika kita rajin membaca buku, dan masa depan itu dapat diperkirakan ketika kita selalu merujuk hasil penelitian, dan masa depan itu sangat perspektif bila saya selalu kolaborasi dengan berbagai bidang ilmu.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi



















