Pendekatan adalah suatu disiplin ilmu untuk menjadi landasan suatu kajian atau studi atau penelitian. Pendekatan dalam aplikasinya telah mendekati disiplin ilmu karena tujuan utama pendekatan ini untuk mengetahui sebuah kajian dan langkah-langkah metodologis yang dipakai dalam pengkajian atau penelitian itu sendiri. (Jamali Sahrodi, 2008:64).
Berpikir itu penting, pertama mana yang harus dipikirkan, mana pula yang tidak perlu dipikirkan, atau apa saja yang boleh dipikirkan dan apa saja yang tidak perlu dipikirkan. Mengapa kita mesti berpikir, karena dengan berpikir maka saya dapat mengetahui, kemudian memahami dan akhirnya dapat mengendalikan.
Jadi, berpikir itu penting bagi siapa saja yang ingin mengendalikan dirinya sendiri, bila perlu dapat mengendalikan lingkungan, bahkan mengendalikan kemana arah dunia ini.
Banyak cara manusia untuk mengendalikan apakah lewat berpikir atau lewat merasa, tetapi ada yang melakukan kedua-duanya, atau bahkan ada pilihan lain dia membuat pilihan ketiga, keempat dan lain sebagainya.
Cara paling sederhana adalah menjadikan dunia ini adalah obyek kajian apakah membagi dunia menjadi bagian-bagian, atau dunia ini adalah sebuah proses atau dunia ini hanya ada dalam pikiran. Inilah awal dari apa yang disebut dengan pendekatan.
Pertama dunia ini adalah terdiri dari bagian-bagian. Pendekatan faktorial ini memberi gambaran bahwa ada dunia ada pula tidak dunia, keduanya saling beriring dan bersama menjalani. Dunia ini ada fisik seperti bumi, langit, bintang, dan lain sebagainya semuanya memiliki saling keterkaitan atau bahkan ketergantungan satu dengan lainnya.
Dunia ini adalah sebuah proses. Pendekatan pemaknaan terhadap apa yang sedang terjadi harus dikenali secara mendalam, luas dan lama. Kita akan mendapatkan makna yang sebenarnya ketika siklus proses telah berlangsung, berulang dan bahkan berkali-kali.
Irama dari proses ini menjadi pelajaran bagi kita, ternyata masa lalu, masa kini dan masa mendatang semua tidak berdiri tunggal apalagi bagian-bagian yang terpisah.
Dunia ini adalah sesuatu yang kita pikirkan. Pendekatan silogisme seperti ini adalah hal yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan. Sejauh mana pikiran kita tentang dunia maka sebatas itulah apa adanya yang terjadi. Luasnya dunia bukan dalam arti sebenarnya tetapi dari kemampuan kita membuat alat ukur dan melakukannya.
Lamanya dunia ini tercipta dan berakhir bukan dari biji yang baru tumbuh dan akan mati, tetapi justru dari sejak kita mulai memikirkannya. Sungguh apapun yang kita pikirkan itulah dunia yang sesungguhnya.
Ilmu pengetahuan adalah abstraksi dari apa yang sebenarnya terjadi, langkah-langkah untuk mengetahui, memaknai dan menjadikan dunia sebagai bagian dari kehidupan kita itu sangat penting.
Jadi pendekatan adalah satu jalan yang dianggap ilmiah agar semua menjadi nyata, dan diterima oleh banyak pihak, jadilah landasan ilmu pengetahuan dalam arti yang sebenarnya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















