Mengaitkan antara teologi dan modernitas adalah sebuah kemestian. Teologi sebagai sebuah interpretasi terhadap satu agama harus merespon isu-isu yang dilahirkan dan berkembang dengan modernitas. Teologi tidak bisa berjalan sendiri sebagai sebuah paham terhadap satu agama, ia harus diback-up dengan pisau analisa modernitas. (Muhaemin Latif,2022:6).
Hidup ini sederhana yakni kita dulu pernah mati, sekarang hidup dan mungkin kita akan mati lagi, boleh jadi setelah itu kita akan hidup lagi selamanya. Ini dianggap satu keyakinan, tetapi apa yang sekarang kita hadapi, hidup ini berjalan ke depan, waktu terus berjalan.
Apa yang harus kita lakukan, apakah dengan pertimbangan pikiran, atau belajar dari pengalaman, tetapi sebagian saudara kita justru lewat impian.ah…boleh jadi hidup ini sulit,kompleks bila kita sendiri yang merumuskannya, maka tergantung bagaimana kita memahami.
Hidup dan kehidupan, di sana kita diajak untuk memahami perjalanan manusia, disitu pula lahir berbagai pemikiran, kontemplasi bahkan utopis tetapi justru asyik memberi tawaran tentang makna hidup. Para ahli selalu bermain dalam tataran teologi dan modernitas sebagai bandul dalam membentuk masa depan manusia.
Dari kajian Buku yang berjudul “Ragam Paham dalam Teologi Modern” ini adalah hasil pergumulan penulis terhadap berbagai referensi yang terkait perjumpaan teologi dengan modernitas, karya Muhaemin Latif menarik untuk dibaca lebih lanjut.
Menurut beliau meskipun dari segi sumber, tentu teologi dan modernitas adalah dua hal yang berbeda. Jika teologi sumber dan kajiannya merujuk kepada Tuhan, maka modernitas lebih mengarah kepada zaman yang diciptakan oleh manusia. Poin ini menjadi penting, karena:
Pertama, modernitas tidak hanya sebatas zaman atau fase dalam kehidupan umat manusia.Ternyata modernitas itu adalah kerangka berfikir boleh jadi dalam bentuk ideologi, filsafat bahkan menjadi alas pertimbangan individu ketika bertindak.
Kedua, modernitas telah menjadi kerangka berpikir yang memberi pengaruh penting pada kemajuan manusia. Semua organisasi, perusahaan, bahkan negara menjadikan modernitas sebagai asumsi, model bahkan strategi dalam pembangunan, perkembagan sampai evaluasi terhadap setiap kejadian.
Ketiga,teologi yang kehadirannya mendahului modernitas, tentu harus memiliki strategi agar mampu berjalan seiring dengan modernitas tanpa kehilangan ruh dan identitas satu teologi.Berfikir tidak boleh berhenti sampai pada diri sendiri, apalagi di ruangan kecil sendiri, mungkin saja ini adalah bayangan orang yang independent ingin mandiri. Teologi harus turun gunung, dan terkait dengan kehidupan sehari-hari, dari dan untuk kehidupan di sekeliling kita, utamanya menjadi inspirasi terlebih solusi dalam kehidupan.
Keempat, teologi tidak bisa dilepaskan dari zaman atau waktu. Teologi pasti akan melintasi ruang dan waktu, dimana zaman modernitas adalah salah satu dari waktu tersebut.Tidak terlalu terburu-buru melakukan sintesa antara modernitas dan teologi, tetapi sejarah telah memberi bukti, monumen telah menyampaikan fakta, semua kita harus bersama membangun ummat, dan abaikan ego keilmuan apalagi ideologi.
Pembahasan buku ini semakin menarik ketika dijelaskan bahwa; Perjumpaan ini telah melahirkan varian paham dan aliran yang melintasi sejarah peradaban manusia modern. Diawali dengan kritik terhadap teologi, manusia modern menghakimi teologi sebagai biang kerok dari kemunduran peradaban manusia.
Teologi dianggap telah mengebiri kebebasan dan kreatifitas pemikiran manusia dalam mengungkap misteri kosmos ini. Kebenaran teologi terpusat pada satu otoritas yang menegaskan hadirnya kebenaran di luar dari lingkaran tersebut. Pada saat yang bersamaan, modernitas menuntut adanya kebebasan, kreatifitas, serta ruang gerak yang luas dalam memahami misteri alam ini.
Hemm….. memang diskusi tentang pemikiran selalu mengundang pemikiran baru, masalah baru, jadi, sekali lagi, teologi dan modernitas memiliki relasi yang kuat dan layak untuk didiskusikan lebih dalam lagi.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















