Imperium Islam telah menciptakan kondisi untuk kebangkitan yang mengejutkan dalam sains dan teknologi, beberapa di antaranya tidak diragukan lagi telah membantu para ilmuwan Eropa Barat. Namun para khalifah dan penguasa yang sangat antusias dengan sains bisa sangat kejam dalam menghadapi orang-orang yang mengeritiknya dan menggunakan sains baru untuk memaksa orang-orang dalam memilih agamanya. Jika sains ingin dikembalikan ke berbagai negara Islam, sains harus dilakukan tanpa mencampuri hak seseorang untuk memilih agamanya masing-masing. (Ehsan Masood, 2009:170).
Setiap pernyataan selalu mengandung nilai di balik yang tersurat, kadang kita menelusuri, setting sosial yang sedang terjadi ketika pernyataan tersebut disampaikan, atau kapan hal itu dipublikasikan, namun yang paling sering terjadi adalah siapa yang bicara.
Ini memberikan legitimasi sesuatu hal yang baik belum tentu bisa diterima pada saat tertentu atau pada waktu dan momen dibicarakan apalagi didiskusikan. Jadi menerima satu pernyataan memang membutuhkan ketiga pertanyaan di atas agar dapat memberikan gambaran yang lebih luas terhadap maksud dari yang tersirat.
Bila ketiga hal di atas kita jadikan pisau analisis terhadap pernyataan Ehsan Masood beberapa tahun lalu boleh saja kita menyampaikan tiga hal penting yakni;
Pertama, pengakuan. Ini adalah satu keadaan di mana dunia menyatakan lewat fakta bahwasanya, imperium Islam telah menciptakan kondisi untuk kebangkitan yang mengejutkan dalam sains dan teknologi, beberapa di antaranya tidak diragukan lagi telah membantu para ilmuwan Eropa Barat.
Hal yang bersifat pengakuan biasanya dijadikan awal untuk melakukan pendapat apakah menjadi alasan, atau justru menjadikan asbab fluktuasinya gelombang peradaban. Intinya jangan terlalu terburu-buru menjadikan pernyataan yang kadang bersifat positif, sementara di akhir akan dijadikan alur logika yang berujung pada tujuan berbeda.
Kedua, penilaian. Fakta itu adalah penilaian sepihak terhadap apa yang telah terjadi, jadi selalu sarat dengan nilai apa yang sedang diusung oleh pengungkap fakta, penyampai lewat tulisan. Hal ini tampak pada tulisan bahwa, namun para khalifah dan penguasa yang sangat antusias dengan sains bisa sangat kejam dalam menghadapi orang-orang yang mengeritiknya dan menggunakan sains baru untuk memaksa orang-orang dalam memilih agamanya.
Memang sebuah pernyataan sepihak boleh jadi adalah thesa yang membuat atau menunggu antithesa, hal inilah yang mendorong kita untuk terus melakukan pengkajian lebih dalam. Tapi ingat penelitian atau pandangan yang didasari oleh emosi terhadap satu pernyataan sesungguhnya kurang lebih adalah sama dengan pernyataan sebelumnya.
Ketiga, pernyataan sikap. Jelas alur logika yang dibangun dari pengakuan, kemudian penilaian akhirnya tujuan utama dari sebuah narasi tampak pada yang ketiga yakni sikap untuk direkomendasi. Hal ini tertuang pada akhir kalimat bahwa; Jika sains ingin dikembalikan ke berbagai negara Islam, sains harus dilakukan tanpa mencampuri hak seseorang untuk memilih agamanya masing-masing. Apakah logika yang menganggap dirinya universal memberi ruang untuk diskusi lebih dalam, atau mengusik sesuatu yang telah mapan di saat inilah kita ditantang untuk menyetujui atau menolak. Boleh saja kita melakukan hal yang benar dan menempatkan hal tersebut adalah logika terbalik bagi pernyataan mereka, seperti hak agama adalah pribadi, tetapi dalam sains justru harus tunduk pada hukum universal.
Seorang Ehsan Masood memang menulis buku tentang tokoh-tokoh sains Islam bukan sekadar mengungkap data dan fakta. Ia mencoba menarasikan berbagai hal ke mana arah berikutnya dari pernyataan beliau.
Hal ini dinyatakan lebih tegas lagi bahwa, bagaimana sains bisa kembali ke berbagai negara di dunia Islam? Di banyak negara, proses itu sudah mulai terjadi. Tetapi untuk mencapai standar dunia negara berkembang, pemerintah dan mereka yang memiliki pengaruh harus melakukan sedikitnya tiga hal.
a.Harus ada investasi besar-besaran, baik dalam mendidik masyarakat dan membangun berbagai lembaganya. Ini sulit dilakukan di berbagai negara miskin dan mereka membutuhkan pertolongan, baik dari tetangga mereka yang kaya-raya dan dari komunitas internasional yang lebih luas.
b. Pemerintah harus memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk bertanya dan melakukan inovasi. Dan c. sains tak boleh digunakan untuk menyerang hak seseorang untuk beragama.
Boleh jadi hari ini semua pernyataan sikap, yang berawal dari pengakuan dan penilaian kita adalah ungkapan perasaan terhadap fakta yang kita yakini. Namun demikian kita harus yakin bila itu dijadikan dasar oleh orang lain sebagai sebuah alas berpikir hasilnya akan berbeda.
Latar belakang kita sebagai seorang “siapa”, saat kita menyampaikan pada “momen apa” semua menjadi bagian yang tidak terpisah. Maka dokumen tertulis sebagai jejak cerita atau data sungguh perlu ditata demi sejarah yang terus berubah.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.
.


















