Otak adalah organ yang ditempatkan secara terhormat oleh Tuhan. Berada di bagian atas tubuh dan dilindungi dengan kukuh oleh tengkorak kepala. Otak juga menjadi simbol kehormatan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Otaklah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. (Muhammad Akil Musi, 2021 14).
Kita manusia hidup bersama makhluk lain yakni hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya. Semua sama statusnya adalah makhluk yakni sesuatu yang diciptakan, tetapi ada yang membedakan diantara sesama makhluk yakni kemampuan kita mengembangkan diri lewat perangkat yang dimiliki.
Antara manusia, hewan dan tumbuhan semua memiliki status hidup, dan berarti satu saat akan mati, tetapi antara ketiganya ada dua yang memiliki kesamaan yakni manusia dan hewan memiliki struktur biologi dan zoologi diantaranya adalah otak.
Bayangkan hewan udang di kedalaman air punya otak, hewan melata cacing di dalam tanah juga punya otak, bahkan gajah yang bertubuh besar juga punya otak, sampai-sampai burung yang dapat terbang di langitpun juga punya otak.
Sebenarnya itulah hasil kerja otak yang namanya manusia dapat mengerti, memahami, dan bahkan tumbuh berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Lantas apa bedanya otak manusia dan hewan? Muhammad Akil Musi memberi penjelasan empat hal dalam hal ini yakni sebagai berikut:
Pertama; Otaklah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Pengertian dan pemahaman manusia tentang otak tidak berhenti pada aspek biologis atau materil, tetapi juga pada fungsi dan eksistensi. Maka manusia yang mengembangkan otaknya dari sana ia akan mengerti siapa dirinya, siapa pula makhluk lain dan bahkan perbedaan dirinya dengan orang lain disekitarnya.
Kedua; Otak juga menjadi simbol kehormatan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Sesama manusia memiliki otak yang sama, tetapi satu dengan lainnya berbeda cara mengembangkan, merawat dan memfungsikan dalam kehidupan. Mengikuti pendidikan boleh jadi secara formal sama satu orang dengan lainnya, tetapi berlatih atau mengikuti pelatihan lebih dalam akan membedakan kemampuan diantara kita.
Ketiga; Otak berada di bagian atas tubuh dan dilindungi dengan kukuh oleh tengkorak kepala. Dalam struktur biologi boleh jadi otak benar-benar mendapat perlindungan, namun makna lebih dalam adalah ketika kita berfikir maka harus mempertimbangkan banyak hal. Pertimbangan dimaksud terkait permasalahan yang ada pada diri sendiri, orang lain, sesama makhluk bahkan kelangsungan dunia ini.
Keempat; Otak adalah organ yang ditempatkan secara terhormat oleh Tuhan. Akhirnya benarlah bahwa semua makhluk di dunia ini akan mati, tetapi mereka akan mendapatkan nilai di hadapan Tuhan sesuai dengan otaknya. Otak yang berpikir, berkembang, dan berbuat untuk hal yang lebih besar dari dirinya akan mendapatkan nilai dan diterima oleh Tuhan yang menciptakan yakni Khalik.
Jadi hidup bersama dengan makhluk lain itu adalah kenyataan, menjadikan mereka adalah bagian dari kehidupan ini adalah sebuah penerimaan. Kita akan tetap bermakna dan bernilai dihadapan Tuhan bila mampu memikirkan, dan menempatkan semua makhluk adalah bagian dari kehidupan yang saling membutuhkan.
Ternyata benar, bila Tuhan menciptakan manusia tidak sia-sia bagi kita yang terus memikirkan akan hikmah dan nikmat yang diberikan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















