Waktu itu penting, semua manusia mendapatkan hak yang sama dari waktu yang diberikan oleh Tuhan dan alam semesta. Kini tinggal kita bagaimana memanfaatkan dan mendayagunakan sebagai bagian dari kehidupan yang lebih memiliki tujuan. Terdapat tujuh tingkatan waktu dilihat dari skala kita mengalaminya.
Pertama
Anda tahu arti satu tahun?
Tanya pada calon pegawai yang tidak lulus ASN tahun ini. Bahwa setelah satu tahun ia menyiapkan berbagai berkas, kesiapan ujian, latihan menjawab soal, menghubungi berbagai pihak, membaca dan menyimak pengumuman setiap hari selama setahun. Apabila ternyata ia tidak lulus tahun ini, maka ia harus menunggu setahun kemudian. Ia akan mengulangi kegiatan persiapan berkas, latihan ujian lagi dan setiap hari ia akan terus membaca pengumuman kapan penerimaan pegawai selama satu tahun.
Kedua
Anda tahu arti satu bulan?
Tanya pada tetangga yang tidak dapat membayar rekening listrik. Bahwa setelah ia terlambat membayar pada akhir tanggal bulan tersebut itu berarti harus menanggung biaya denda. Apa yang terjadi akibatnya, selama satu bulan tidak membayar, bukan tidak mungkin ia sudah mendapat lampu merah dimana ketika dua bulan tidak dibayar juga, itu berarti ia akan tidak menerima aliran listrik lagi pada bulan berikutnya.
Ketiga
Anda tahu arti satu pekan?
Tanya pada pedagang musiman hari jumat di depan masjid atau di pasar rakyat.
Bahwa setelah ia tidak memanfaatkan hari Jumat untuk berdagang, maka ia akan merugi selama satu pekan. Sama seperti mereka yang tidak menunaikan Salat Jumat, ia akan menunggu sepekan kemudian baru ada shalat lagi. Kerugian ini berarti ia tidak beraktivitas selama 13 hari, begitu sialnya.
Keempat
Anda tahu arti satu hari?
Tanya pada seorang mahasiswa yang kontrak mata kuliah 2 SKS.
Bila ia tidak masuk pada pekan ini, itu berarti ia tidak memanfaatkan kesempatan satu hari dari 13 hari yang diberikan oleh kampus. 13 hari sia-sia hanya karena ketinggalan tidak mengikuti tatap muka dalam satu pekan tersebut.
Kelima
Anda tahu arti satu jam?
Tanya pada calon penumpang pesawat terbang.
Bila seorang akan berangkat naik pesawat terbang, maka ia telah mengatur waktu dua jam sebelum keberangkatan menunggu di bandara. Bila hal ini tidak dilakukan bukan tidak mungkin ia akan kehilangan jadwal pesawat, lebih celakanya lagi ia akan kehilangan tiket tanpa pengembalian.
Keenam
Anda tahu arti satu menit?
Tanya pada supir angkutan kota yang menunggu lampu merah di simpang jalan.
Seorang supir mempunyai waktu perjalanan satu rute untuk satu atau dua jam. Ketika ia harus berhenti di lampu merah, maka ia benar-benar memanfaatkan waktu, begitu lampu tanda menunjukkan warna hijau langsung tancap gas. Hampir tidak sedikit waktu ia biarkan, apalagi satu menit. Betapa ruginya bila ia tidak memanfaatkan waktu satu menit di lampu merah tersebut.
Ketujuh
Anda tahu arti satu detik?
Tanya pada orang yang baru selamat dari kecelakaan. Dalam satu kejadian mahasiswa selamat dari lajunya kereta api. Ia selamat karena tidak terlambat sedetikpun di perlintasan rel. Bila satu detik tersebut tidak dimanfaatkan untuk keluar dari rel maka ia justru sampai pada tujuan yang lain.



















