Pembangunan nasional diarahkan pada manusia seutuhnya. Pembangunan bukan saja manusiawi, melainkan juga cara dalam mewujudkan pembangunan itu harus pula manusiawi. Tujuan bukanlah menghalalkan cara, demikianlah asas etis yang perlu diperhatikan dalam menyusun dan mewujudkan strategi pembangunan. (Soerjanto Poespowardojo, 1989:11).
Manusia tumbuh dan berkembang kemudian membuat kebudayaan, lahirlah peradaban. Semua dilakukan dengan kesadaran maka lewat pembangunan yang direncanakan, dikembangkan, kemudian dikendalikan dievaluasi apakah terus atau tidak itu hasilnya.
Sampai hari ini kata pembangunan terus menjadi bagian penting bagaimana manusia membuat kebudayaan bahkan seakan tidak berhenti sampai kiamat esok hari.
Pembangunan dilakukan dalam berbagai bidang, sesuai dengan kebutuhan, tetapi yang paling utama harus ada skala prioritas dari sini lahir apa yang disebut strategi pembangunan.
Membangun satu bidang boleh jadi akan membawa dampak pada bidang lain, tetapi yang paling utama membangun satu bidang mungkin saja terdampak pada banyak bidang, bahkan mungkin bertentangan. Jadi pembangunan harus ada aturan, ada rambu-rambu agar sesuai dengan apa yang diinginkan dari pembangunan itu sendiri.
Ada empat prinsip utama dalam pembangunan yang harus diperhatikan, agar tidak terjadi tumpang tindih, terlebih tidak saling bertentangan apalagi bertabrakan dalam konsep peradaban manusia.
Keempat hal tersebut adalah sebagai berikut:
1.Pembangunan itu berdasarkan harkat dan martabat manusia. Pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan jasmaniah dan rohaniah, maka pembangunan harus memberi porsi yang seimbang antara fisik dan mental, antara pembanguan infrastruktur dan supra struktur. Boleh saja membangun gedung sekolah tetapi jangan lupa membangun budaya belajar bagi anak bangsa.
2.Pembangunan harus memiliki keseimbangan alam. Semua yang ada di alam ini memiliki hukum yang saling terkait, bila dipelajari lebih jauh maka terjadi saling mengisi, saling ketergantungan bahkan tidak satupun saling menyakiti. Konsep pembangunan harus menjaga keseimbangan, bangunlah satu bidang tetapi juga harus memperhatikan bidang lain. Bila ingin merencanakan bangunan sekolah, maka perhatikan dimana saluran air harus lancar, saat kapan pohon dijadikan pelindung agar tetap dingin dan nyaman.
3.Pembangunan harus berkelanjutan. Masa lalu itu telah memberi praktik baik untuk pelajaran kita hari ini, tugas kita menyempurnakan agar semakin baik untuk diwariskan. Membangun manusia harus diperhitungkan, setelah anak mereka akan tumbuh menjadi remaja bahkan dewasa selanjutkan lanjut usia. Boleh jadi sekolah yang kita bangun cocok untuk hari ini, tetapi kita harus menyiapkan sekolah lanjutan, perguruan tinggi bahkan lapangan kerja sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
4.Pembangunan tidak mengorbankan. Tidak ada yang sama di muka bumi ini, maka satu dengan lainnya pasti berbeda. Boleh jadi satu dibangun yang satu dimusnahkan, tetapi dalam konsep pembangunan harus dirancang sedemikian rupa membangun satu gedung dengan cara mempersiapkan gedung berikutnya. Tidak mesti mengorbankan kanan dan kiri, lahan atau pematang, terlebih penduduk atau adat istiadat.
Kolaborasi yang lebih luas dalam perencanaan pembangunan akan memberikan pertimbangan yang sangat berharga sebelum semuanya terlambat.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















