Setiap manusia memiliki kepribadian unik sendiri-sendiri. Cara orang bereaksi, menanggapi, berhubungan, dan memahami situasi adalah membentuk kepribadian mereka. Kepribadian kita yang membuat kita berbeda dari orang lain. Akan tetapi, kesehatan psikologis merupakan aspek penting untuk pertumbuhan yang lengkap. Kondisi mental dan psikologis yang sehat akan membentuk kepribadian yang sehat pula. (Winda Adelia,2015:29).
Manusia itu terdiri dari jasmani dan rohani, keduanya saling terkait, saling mengisi bahkan saling memiliki ketergantungan, bahkan saling mempengaruhi.
Jasmani yang kuat akan memberikan rohani yang sehat, begitu juga bila kesehatan rohani terpelihara, maka jasmani akan merespon positif untuk melangkah. Jelas bahwa memelihara keduanya adalah merawat keharmonisan agar tumbuh jasmani dan berkembang rohani secara seiringi dan seimbang.
Dalam kajian jasmani ilmu biologi banyak memberikan informasi bagaimana proses dapat berlangsung dengan dengan alami atau rekayasa. Sebagai contoh bahwa keterkaitan antara suatu gen penentu hormon yang berpengaruh terhadap emosi dengan gen penentu golongan darah disinyalir menjadi awal mula penggolongan kepribadian. Ini membuktikan bahwa jasmaniah yang ada dalam tumbuh kita memberi informasi bagaimana keadaan rohani dalam kegiatan sehari-hari.
Khususnya dengan golongan darah, telah lama menjadi kajian berbagai ilmuan, apakah dengan memberikan informasi untuk kajian biologis, tetapi justru yang populer adalah psikologis.
Sampai-sampai kajian tentang golongan darah dapat memberi informasi yang spesifik bagaimana seseorang dapat berbuat, bertindak atau bersikap. Sekalipun golongan darah memiliki kecenderungan kepribadian tertentu, namun itu sangat tidak definitif.
Karena pada akhirnya tipe kepribadian anda dan karakter anda adalah ditentukan oleh pilihan anda sendiri. Empat golongan darah yang populer pada tubuh seseorang dapat memberikan gambaran psikologis sebagai berikut:
Pertama, golongan darah A dianalogikan petani, sabar, cinta damai dan setia.
Boleh jadi faktor ini tidak dominan, namun pada umumnya orang-orang yang memiliki golongan darah A mereka cenderung untuk melakukan pekerjaan yang teliti, sabar bahkan jauh dari intrik apalagi politik.
Kedua, golongan darah B dianalogikan pemburu, tidak umum, cepat mengambil keputusan, berpikir praktis. Pada umumnya mereka adalah sekelompok orang yang memiliki kemampuan untuk berjuang, kemudian mempunyai target sebagai sasaran. Cara kerja yang berpusat pada kemampuan untuk melakukan dengan fokus menjadi andalan mereka.
Ketiga, golongan darah O dianalogikan prajurit, berkepribadian tenang, kuat, fleksibel. Menjadi pekerja atau mengikuti aturan itu penting, maka kelompok ini adalah ciri orang yang selalu beradaptasi dengan berbagai situasi atau fleksibel. Hidup di alam yang tenang maupun kompleks atau situasi yang tidak menguntungkan adalah biasa, karena dari sana justru mereka hidup mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.
Keempat, golongan darah AB dianalogikan berkepribadian ganda, namun dapat dipercaya. Tidak mesti memuaskan semua orang, tetapi memberi yang terbaik saat dibutuhkan itu penting. Itulah gambaran kelompok golongan darah AB ketika ia berhubungan dengan orang lain boleh jadi adalah sekadar menyenangkan sesaat, tetapi apa yang dilakukannya ia tetap bertanggungjawab di bawah kesadarannya sendiri.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















