wartagarudaonline-Medan | Rektor USU Prof Dr Muryanto Amin menegaskan, promovendus Sugiat Santoso yang lulus cum laude, merupakan salah satu lulusan terbaik program Pascasarjana USU dan status doktor yang diraihnya asli, benar, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Rektor menegaskan hal itu dalam sambutannya usai pengumuman hasil ujian promosi doktor Wakil Ketua Komisi XIII DPR-RI Sugiat Santoso di Ruang IMT-GT Biro Rektor USU, Jumat (12/6/2026).
“Saudara Sugiat Santoso aktif mengikuti perkuliahan enam semester dengan IPK 4,0 dan juga sudah mempublikasikan karya tulisnya di jurnal internasional,” ungkap Rektor Prof Muryanto Amin.
Karena sudah mempublikasikan karya tulisnya di jurnal internasional, maka Sugiat Santoso benar-benar sangat layak menyandang gelar doktor. “Kita meluluskan saudara Sugiat bukan karena dia anggota dewan yang terhormat, tetapi karena pada kenyataannya beliau memang kompeten menyandang gela tersebut,” tegas rektor.
Sementara itu, Sugiat Santoso sendiri dalam sambutannya usai dinyatakan lulus meraih gelar doktor, menyatakan rasa syukur karena sudah mampu memenuhi janji dan melunasi utangnya, kepada kedua orangtuanya.
Yakni ingin meraih gelar akademik hingga jenjang tertinggi (S3). “Makanya, saat lulus jenjang pendidikan S1, saya tidak hadir mengikuti wisuda. Begitu juga saat lulus S2. Nah, karena sudah meraih gelar doktor, insya Allah saya akan mengikuti wisuda,” ujar suami Rini Ni Ilma ini.
Sebelumnya dalam ujian promosi doktor dipimpin rektor bersama penguji Dr Muhammad Arifin Nasution, Dr Hatta Ridho, Dr Hendra Darmawan Siregar, Dr Muhammad Ferdyansyah, promovendus Sugiat Santoso memaparkan ringkasan disertasinya yang berjudul “Partai Gerindra : Ideologi, Ketokohan dan Strategi Pencapaian Kuasa di Sumatera Utara”.
Sugiat menawarkan kebaruan (novelty) melalui model GIAT. Grounding of Characters (pembumian ketokohan) Prabowo Subianto. Impartial Movement (pergerakan yang imparsial) dalam menjalankan ideologi. Available for the people (selalu ada untuk rakyat). Transparency in cadre nominations (Transparansi terhadap pencalonan kader).
“Model GIAT berbeda dari model populis nasionalis Partai Republik maupun sentrisme pragmatis La Republique en Marchel. Model ini menekankan pembumian ketokohan (grounding of Characters) Prabowo Subianto sebagai sosok militer yang tegas, populis, konsisten, berkomitmen kepada rakyat dan berjiwa pejuang.
Sidang promosi doktor yang sangat ramai pengunjung hingga diidentikkan Rektor Prof Muryanto seperti Kongres Partai Gerindra atau Munas KAHMI, dihadiri pimpinan dan anggota Komisi XIII DPR RI di antaranya Andreas H Pareira, Dewi Asmara, Muslim Ayub, Yasona H Laoly, Maruli Siahaan, Mafirion, Raja Faisal Sitorus, Anwar Sadad, Marinus Gea dan lainnya.
Hadir juga Koorpres MW KAHMI Sumut H Rusdi Lubis bersama Sekum Zulkifli Ikhwan Harahap serta sejumlah kepala daerah di antaranya Wali Kota Sibolga Ahmad Penarik, Bupati Nias Barat Eli Yunus Waruwu, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Tanjungbalai M Fadly Abdina, Bupati Deli Serdang, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Dr Parlindungan SH MH dan lainnya.(UJ)


















