Dalam organisasi perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan maupun dalam organisasi publik bila karyawan-karyawannya dilatih secara bertujuan sempurna. Pelatihan-pelatihan yang tepat diperlukan setiap saat baik bagi karyawan-karyawan baru maupun bagi karyawan-karyawan yang telah lama bekerja dalam organisasi. (Mustofa Kamil:2010:103).
Organisasi adalah kumpulan orang-orang, penyatuan beberapa barang-barang serta kompilasi berbagai aturan kesemuanya dalam bentuk sistem.
Sistem ini dapat berkerja dengan baik apabila memperhatikan orang, barang dan sistem dalam berbagai keadaan, terlebih tujuan. Salah satu bentuk dari organisasi ini adalah perusahaan, dimana orang, barang dan sistem dituntut memproduksi barang atau jasa yang mampu memberikan terbaik baik pelanggannya.
Bagaimana menciptakan organisasi perusahaan agar dapat berjalan dengan baik, diawali dari persepsi terhadap orang dalam hal ini dapat disebut dengan karyawan. Karyawan adalah orang yang terlibat langsung, atau bekerja, atau bahkan sebagai subyek dari proses organisasi perusahaan.
Menurut Mustofa Kamil memperhatikan dan mempertimbangkan karyawan itu adalah hal utama apabila tujuan organisasi ingin dapat diraih dengan maksimal.
Sedikitnya ada tiga hal penting menurut belau terkait dengan perhatian ini yakni sebagai berikut:
Pertama, karyawan-karyawan yang baru membutuhkan pelatihan-pelatihan sebelum mereka dapat menjalankan tugas yang menjadi kewajibannya. Semua orang adalah pernah mengalami atau menjadi karyawan baru, bahkan organisasi itu sendiri diawali dari hal baru. Namun yang paling utama adalah memberikan perhatian, pelatihan serta kesempatan untuk mencoba adalah hal utama. Kenyamanan bekerja akan berdampak pada komitmen karyawan dan inilah hal utama yang dibutuhkan karyawan sehingga perusahaan menjadi organisasi yang siap bersamanya.
Kedua, sedangkan karyawan-karyawan lama, membutuhkan pelatihan-pelatihan karena adanya tuntutan-tuntutan dari tugas-tugasnya yang sekarang, untuk mempersiapkan diri sehubungan dengan transfer ataupun promosi. Dunia terus berubah, perusahaan terus berkembang, bahkan tuntutan juga mengalami berbagai masalah dan menuntut penyelesaian. Namun organisasi perusahaan harus terus mampu memberikan penguatan agar karyawan dapat mengatasi itu semua, dilatih untuk memaksimalkan kemampuan mereka dengan jabatan yang lebih baik atas keberhasilan yang mereka capai.
Ketiga, mereka yakni karyawan yang akan menghadapi masa purna tugas, membutuhkan apresiasi dan persiapan pelepasan. Pada akhirnya semua akan mengalami masa dimana perusahaan sudah tidak sesuai dengan kemampuan karyawan dan ini alami atau manusiawi. Dalam administrasi perusahaan mereka harus dilepas dengan kesiapan yang matang yakni senang meninggalkan perusahaan, dan senang pula ditinggalkan oleh karyawan. Dalam diri karyawan maka meninggalkan harus memberi kesan bahwa ada masanya untuk berbuat, berkarya dan akhirnya meninggalkan jejak untuk generasi selanjutnya.
Inti dari perhatian perusahaan terhadap karyawan adalah menyatukan tiga lapisan atau tiga generasi dalam perusahaan dalam satu kesatuan yakni saling asah, asih dan asuh.
Hal ini akan terjadi bila masing-masing saling menyadari fungsi dan perannya, boleh jadi silaturahmi antar karyawan adalah cara paling jitu. Bukan hanya makan dan minum bersama, tetapi hilangnya sekat atau pembatas emosional justru disana kekuatan karyawan adalah amunisi perusahaan yang terus berkerja penuh berkah.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















