Great ambition is the passion of a great character. Those endowed with it may perform very good or very bad acts. All depends on the principles which direct them. (Napoleon Bonaparte, (1769 – 1821).
Dalam sebuah keluarga terdapat suami, istri, dan anak, mungkin saja ada yang lain semuanya terikat dalam satu tatanan yakni rumah tangga dengan satu pemimpin yakni seorang ayah.
Dari keluarga inilah lahir generasi yang diharapkan memberi kontribusi terhadap seluruh anggota keluarga inti, mungkin saja ke keluarga yang lebih besar.
Boleh jadi keluarga sedarah, garis vertikal satu kakek, juga garis horizontal, paman, bibi dan lain sebagainya menjadi satu kesatuan memberikan nilai-nilai kebaikan bagi anggota keluarga.
Ada hal lain yang perlu dicatat mengapa satu pimpinan keluarga tetapi anak-anaknya memiliki karakter berbeda, walaupun ada ciri yang sama. Ada hal yang harus diakui yakni lingkungan dan kemerdekaan individu adalah penting menjadi pertimbangan.
Sebagai anak kedua dari tujuh bersaudara padahal orangtuanya sama yakni Carlo Bounaparte mengakui lingkungan sangat menentukan.
Dari lingkungan yang sarat dengan tantangan, masa di mana kekuasaan adalah simbol dari keberhasilan, seorang tentara tercatat memiliki semangat yang kuat seperti baja.
Dialah Napoleon Bonaparte dengan pengalaman dari perjalanan hidupnya tercatat sebagai orang paling berpengaruh di abad ke XIX. Dikenal sebagai negarawan dan pemimpin militer berkebangsaan Prancis.
Ada tiga hal dari kata-kata kebijakan beliau yakni;
Pertama, ambisi besar adalah semangat dari karakter yang hebat. Sejak lahir anak memang unik, beda satu dengan lain di dunia ini. Tidak ada yang sama, maka orang tua dan pendidik yang tahu kelebihan dari anak kemudian memberikan perlakukan mengembangkannya adalah keberuntungan. Tetapi kadang tekanan atau lingkungan yang berbeda bahkan unik justru memberikan rangsangan spesial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kemampuan memberi ruang untuk keunikan anak dan kesiapan menghadapi lingkungan inilah yang disebut dengan ambisi yang tersalurkan.
Kedua, mereka yang diberkahi dengan ambisi mungkin akan melakukan tindakan yang sangat baik atau justru sangat buruk.
Seseorang melakukan sesuatu sangat tergantung dengan keinginan dan kemampuannya, tetapi tidak semua dapat terjadi di dunia nyata. Lingkungan baik dekat maupun jauh selalu memberi pertimbangan karena dunia luar telah lama ada, dan bahkan nyaman atau ada hukum yang teratur, tertata dan harus dijaga. Siapa saja diantara kita yang mampu memilah mana yang harus dilakukan sesuai dengan keinginan tetapi tidak merusak hukum universal maka ambisinya boleh jadi mendapat keberkahan.
Ketiga, semua hasil dari kegiatan itu tergantung pada prinsip siapa yang mengarahkan mereka.
Tidak ada anak yang nakal, yang ada anak belum jumpa guru yang tepat. Tepat karena seorang guru telah memiliki pengetahuan tentang dunia anak, tentang hukum alam, dan bagaimana mengarunginya, mengatasi dan paling utama mempersiapkan diri. Guru yang memiliki ideologi, prinsip dalam mendidik maka ia berani menjadi tauladan bagi seluruh isi dunia ini.
Napoleon Bonaparte hampir 200 tahun yang lalu telah membuktikan bahwa ambisi besar adalah semangat dari karakter yang hebat. Semua anak hari ini berhak memiliki ambisi, kini kita sebagai orang tua harus memberi semangat sebagai bentuk keberkahan.
Bila pendidik, baik orang tua maupun guru menyadari hal ini, maka masa depan adalah milik mereka, dan kita bangga mewariskan seluruh isi dunia.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















