Teori peluang dikembangkan pada abad XVII oleh ahli matematika dari Perancis. Teori peluang dalam perencanaan ekonomi akan membantu anda untuk menilai imbalan yang diharapkan untuk tindakan tertentu. Pada teori keputusan, peluang akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat, sedangkan pada industri asuransi akan membantu dalam meminimumkan risiko. Ilmu rekayasa memerlukan peluang dalam membuat dan memproses model yang diperlukan. (Ismail Husein, 2018:38).
Ilmu pengetahuan dibangun atas dasar logiko-hipotiko-veripikatiko. Dari hal yang masuk akal, kemudian dibuat andaian dan dibuktikan seberapa besar kebenaran yang terjadi. Kata seberapa besar memberikan makna bahwa relativitas atas satu ukuran kebenaran disinilah peluang ditetapkan.
Semakin rendah peluang maka semakin jauh dari kebenaran dan semakin tinggi peluang maka semakin dekat dengan kebenaran. Walaupun dalam ilmu pengetahuan setinggi apapun peluang tidak akan dinyatakan kebenaran mutlak.
Ilmu pengetahuan difungsikan sebagai alat atau instrumen untuk membantu manusia menelaah gejala alam, sosial dan manusia, kemudian dengan analisis peluang dapat dijadikan penetapan bagaimana merencanakan, memutuskan, dan mengurangi risiko bahkan untuk menata masa depan.
Beberapa fungsi praktis dari teori peluang ini adalah sebagai berikut:
– Teori peluang untuk perencanaan. Berdasarkan input data yang dimiliki dan keakuratan fakta maka kita dapat merencanakan sesuatu dengan baik dan benar. Kita boleh saja merencanakan sesuatu kegiatan sampai bagaimana cara melaksanakannya bahkan mengevaluasi dan keberhasilan yang akan diperoleh. Teori peluang memberi gambaran tentang bagaimana kita mendapatkan kemungkinan harapan berhasil atau tidak, dan sekali lagi sangat tergantung input data dan analisis terhadapnya.
– Teori peluang untuk pengambilan keputusan. Setelah berbagai input data, fakta dikumpulkan kemudian dianalisis sesuai dengan logika bahkan menggunakan komputer maka kita akan mendapatkan alternatif atau pilihan-pilihan. Pertimbangan berbagai pilihan untuk ditetapkan mana yang lebih beresiko untung atau rugi, baik atau buruk, maka ini sangat membantu pengambilan keputusan.
– Teori peluang untuk meminimumkan risiko. Mengapa kita harus mengambil risiko, karena kita masuk dalam hukum sebab akibat. Setiap tindakan pasti akan berakibat pada tindakan lainnya, dengan teori peluang kita akan mengetahui mana resiko terbaik dari baik, dan kita juga dapat membalikkannya mana yang paling terburuk dari yang buruk. Dengan menganalisis pertimbangan ini teori peluang memberi gambaran untuk pengambilan keputusan yang mana yang akan ditetapkan dalam satu tindakan.
– Teori peluang untuk merekayasa. Apa yang terjadi hari ini mungkin saja terulang di masa yang akan datang, atau sebaliknya kesempatan tidak akan terulang kapan dan di manapun. Namun dalam teori peluang kita diberi informasi berupa data, fakta dan analisis bagaimana kita harus melakukan sesuatu untuk masa yang akan datang. Analisis potensi dan kemungkinan yang mengandung harapan secara akurat akan diberikan oleh teori peluang. Di sinilah ilmu rekayasa sangat berperan.
Dr Ismail Husein, ahli matematika kita memberi gambaran bahwa teori peluang tidak hanya bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan di laboratorium, tetapi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Teori peluang secara fungsional bahkan menjadi syarat bagi ilmu-ilmu rekayasa yang menjadikan masa depan adalah mendekati kepastian.
Ternyata masa depan itu bukan hampa, apalagi sekadar angan-angan atau bahkan mimpi. Masa depan itu nyata bahkan dapat dihitung dengan aksioma seperti kalender, dan jumlah yang ditunjukkan jarum jam sekalipun.
Di tengah itulah kita memiliki harapan mau ke mana dan akan menjadi apa yang belum pasti. Teori peluang hadir memberikan langkah menuju kebenaran.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















