Berkolaborasi berarti bekerja bersama-sama dengan orang lain. Dalam praktek, pembelajaran kolaboratif berarti mahasiswa bekerja secara berpasangan atau dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Pembelajaran kolaboratif berarti belajar melalui kerja kelompok, bukan belajar dengan bekerja sendirian. (Elizabet,2012: 4)
Setiap individu itu unik, istimewa memiliki kelebihan dilengkapi dengan kelemahan didalamnya dalam setiap dan semua aktivitas. Kita dapat mengetahui individu ketika ada individu lain disebelahnya, atau banyak individu atau komunitas yang ada di sekelilingnya.
Hubungan antara individu dengan lingkungannya dapat dilakukan dengan berbagai cara pertama ia menyesuaikan diri dengan lingkungan, atau lingkungan yang menyesuaikan diri mengakomodir kepentingan individu.
Pendidikan adalah proses menjadikan individu menemukan dirinya, belajar bagaimana mengenal diri, mengenal orang lain kemudian berinteraksi serta menjadikan orang lain atau kelompok sebagai lingkungan belajar. Salah satu bentuk interaksi dengan orang lain adalah belajar kolaboratif.
Menurut E.Barkley pembelajaran kolaboratif didasarkan pada asumsi epistemologis yang berbeda dan berasal dari konstruktivisme sosial. Karena bisa berlangsung kalau pelajar dan pengajar bekerjasma menciptakan pengetahuan, jadi jelas belajar sendiri itu penting tetapi belajar dengan orang lain itu lebih utama.
Terdapat sejumlah istilah lain untuk menyebut ragam kegiatan seperti pembelajaran kooperatif, pembelajaran tim, pembelajaran kelompok atau pembelajaran bantuan teman. Dalam praktiknya pembelajaran kolaboratif menjadi pilihan untuk mengembangkan eksistensi individu di tengah-tengah komunitas.
Untuk itu pembelajaran kolaboratif sebagai sebuah kegiatan yang disengaja dirancang dan dilaksanakan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Sedikitnya ada tiga fitur penting yang mendasari pembelajaran kolaboratif menurut E Barkley ini yakni sebagai berikut:
Fitur pertama; desain yang disengaja untuk bekerja sama. Pembelajaran banyak dilakukan dengan berbagai rancangan, namun untuk kolaboratif memang sejak awal semua proses, sampai tujuan diarahkan untuk kegiatan yang melibatkan semua orang yang ada dalam komunitas yakni kerjasama.
Fitur kedua; sengaja kerjasama untuk bekerja sama setiap anggota harus secara aktif untuk meraih tujuan yag telah ditentukan. Dengan berbagai cara kegiatan dilakukan, semua orang yang ada didalamnya harus menyadari ada muara atau tujuan yang sama. Jadi kerjasama bukan sekedar berkerja dengan waktu dan tempat yang sama, tetapi ada tujuan yang harus dirasakan bersama oleh seluruh anggota.
Fitur ketiga; terjadinya proses pembelajaran yang penuh makna. Memberi tanggungjawab dari tugas yang diberikan. Setiap orang memiliki peran dalam tugasnya, setiap tugas menuntut tanggungjawab atas resiko yang akan diterima. Inilah yang dikembangkan dalam pembelajaran kolaboratif. Jadi tidak ada satu orangpun yang tertinggal, sekecil apapun perannya memiliki fungsi sama untuk mensukseskan tujuan pembelajaran.
Akhirnya inti dari pembelajaran kolaboratif adalah perpaduan dua atau lebih pelajar yang bekerja bersama-sama dan berbagi beban kerja secara setara sembari, secara perlahan, mewujudkan hasil-hasil pembelajaran yang diinginkan.
Bila kita ingin sukses sendiri maka jangan sekali-kali keluar rumah, justru sukses adalah ketika kita mengukur dengan bandingan standart yang diterima oleh banyak orang.
Kolaboratif memberi jalan atau cara untuk mencapai keberhasilan yang lebih alami dengan tidak mengorbankan keunikan dan kelebihan individu.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















