Analisis merupakan suatu proses membuat pilihan di antara goals, objectives, dan alat/cara untuk mencapainya. Empat model analisis kebijakan diidentifikasi didasarkan pada efisiensi, efektivitas, feasibilitas dan etik. Penelitian empirik merupakan dasar yang penting bagi penganalisisan alternatif-alternatif kebijakan khusus. Analisis kebijakan adalah seseorang yang bekerja berpasangan dengan penyusun kebijakan dengan mengkaji informasi-informasi yang relevan yang berkaitan dengan pilihan-piliihan nilai yang dihadapi dalam penyusunan keputusan. (Robert R.Mayer,1984:27).
Dunia ini terdiri dari unsur yang pasti, saling berinteraksi sesuai dengan hukum alam tidak ada yang kebetulan, inilah cara berfikir strukturalis. Dunia ini sangat kompleks tidak ada yang sama, bahkan semua bersifat unik, inilah yang harus menjadi pertimbangan dalam membuat pertimbangan. Berpikir kompleks bukan hanya berdasarkan struktur yang pasti, tetapi juga mengakomodir persoalan yang terjadi.
Dunia ini menawarkan banyak pilihan, padahal pilihan itu kita sendiri yang menciptakan, dunia ini hanya satu yakni satu awalnya, satu sistem pengelolaan dan bahkan menuju satu yakni akhir atau kiamat. Di tengah-tengah dunia inilah kita harus hidup bergerak dan berinteraksi, maka disana jugalah ada kepentingan, dan tindakan yang harus dilakukan.
Semua tindakan memiliki risiko baik maupun buruk, positif maupun negatif dan seterusnya. Namun demikian kebijakan yang diinginkan adalah berdasarkan banyak hal lahirlah apa yang disebut dengan kebijakan.
Robert R Mayer menjelaskan, kebijakan sebagai suatu keputusan kehendak yang dibuat atas nama kolektif untuk mempengaruhi perilaku anggota-anggotanya melalui penggunaan sanksi-sanksi positif dan negatif.
Terdapat sembilan langkah penting dalam analisis kebijakan menurut Robert terkait dengan penelitian yakni;
Pertama; penetapan goals yang mengacu kepada pemilihan tujuan yang jauh. Pendidikan bukan untuk hari ini semata, tetapi untuk mempersiapkan masa depan anak yang lebih jauh.
Kedua; penilaian kebutuhan dengan berdasarkan pada perencanaan yang lebih rasional. Data dan potensi anak itu penting, karena akan memberikan pertimbangan dalam menentukan arah pendidikan yang ia pilih sebagai rancangan profesi.
Ketiga; spesifikasi objectives yang mengacu pada penetapan target khusus. Boleh jadi kita ingin semuanya, mungkin saja banyak tawaran tentang pilihan pendidikan, tetapi menetapkan satu degan risiko pertimbangan yang matang itu penting sebagai sebuah kebijakan.
Keempat; perencanaan perangkat tindakan alternatif dengan memilih beberapa pilihan tindakan yang memang mungkin. Ada saatnya mengumpulkan informasi untuk pertimbangan, tetapi ada kalanya kita harus segera memberi keputusan karena waktu tidak berjalan mundur, masa depan telah menunggu.
Kelima; perkiraan konsekuensi dari tindakan-tindakan alternatif yang mengacu kepada analisis seberapa besar pengaruh dari pilihan. Memilih boleh jadi belajar dari pengalaman, tetapi setiap moment adalah unik, tidak ada yang sama di dunia ini. Maka pilihan dengan penuh risiko adalah bentuk tanggung jawab terhadap kebijakan yang tepat.
Keenam; pemilihan perangkat tindakan yang mengacu pada penetapan dari penyusunan kebijakan. Setiap tindakan memerlukan dukungan baik instrumen dari dalam maupun lingkungan, ini dilakukan untuk menguatkan hasil yang diputuskan sebagai sebuah kebijakan.
Ketujuh; implementasi dengan mengacu kepada pelaksanaan perangkat tindakan yang dipilih pada langkah sebelumnya. Tindakan hari ini akan memberi dampak pada esok hari, sekolah yang dipilih anak akan memberi pengaruh pada kepribadiannya di masa depan, tidak pasti tetapi sangat berkonstribusi.
Kedelapan; evaluasi hasil dengan mengacu pada penetapan hasil nyata yang telah terlihat. Setiap saat kita harus selalu menyadari bahwa tidak ada yang sempurna, termasuk tindakan apalagi memilih satu keputusan. Evaluasi terhadap apa yang kita lakukan setiap malam dengan merenungkan adalah bentuk dari setuju kita terus berniat untuk melakukan penyempurnaan.
Kesembilan; melakukan proses balikan dari hasil evaluasi. Tentu kita tidak berhenti pada apa yang kita dapati dari sebuah keputusan, baik buruk ataupun risiko yang telah terjadi siap untuk diperbaiki, disempurnakan kemudian dijadikan pelajaran langkah berikutnya.
Benarlah bahwa di dunia ini tidak ada yang pasti, yang pasti adalah bahwa kita harus selalu berubah dalam membuat keputusan di sinilah lahir apa yang disebut dengan kebijakan.
Kebijakan yang paling baik adalah yang bertanggungjawab terhadap keputusan untuk selalu diperbaiki dan disempurnakan demi masa depan lewat pendidikan. Efisiensi, efektivitas, feasibilitas dan etik semuanya akan dilalui bahkan kadang tidak kita sadari.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















