Evaluasi bertujuan mengumpulkan informasi yang bisa dipergunakan sebagai dasar untuk mengadakan pengecekan yang sistematis terhadap hasil-hasil pendidikan yang telah dicapai untuk dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. (T Raka Joni, 1984:4).
Pembelajaran itu diawali dari perencanaan, proses dan evaluasi kemudian pengembangan. Perencanaan yang baik adalah menetapkan tujuan, menyusun apa yang akan dilakukan, bagaimana cara melakukan, menentukan waktu, media serta strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Proses dilakukan mengikuti semua yang telah direncanakan, dan menyesuaikan pada beberapa bagian ketika di lapangan. Akhirnya evaluasi dilakukan untuk memutuskan apakah perencanaan telah berjalan, apakah kemudian hasil telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Siklus pembelajaran diakhiri dengan pengembangan melalui pertimbangan evaluasi. Betapa pentingnya evaluasi karena inilah yang menentukan apakah pembelajaran kita terlaksana dengan baik atau tidak.
Evaluasi adalah pengukuran dan penilaian, dari keduanya kita akan memutuskan apa yang harus dilakukan oleh seorang peserta didik.
Ingat… bahwa keputusan ini penting karena menyangkut masa depan mereka, bahkan seakan mencampuri urusan takdir yang melatarbelakangi kehidupan seseorang.
Evaluasi dapat dilakukan ketika proses berlangsung, atau setelah semua selesai dilaksanakan. Salah satu alat evaluasi adalah tes. Menurut Prof T Raka Joni, ada dua hal penting terkait dengan hal ini yakni sebagai berikut:
Pertama, tes adalah merupakan alat pengukur, disamping mempunyai manfaat juga mempunyai ciri ciri yang sedemikian sehingga bisa dipergunakan secara kurang tepat. Semua pendidik telah mempelajari bahwa mengukur kemampuan peserta didik memerlukan ilmu pengetahuan, keterampilan. Namun demikian hal yang utama adalah sikap dan keahlian untuk melihat apakah peserta didik yang dibinanya selama satu semester telah mencapai tujuan pembelajaran atau belum. Oleh karena itu maka merupakan kewajiban moral dan profesional dari pada pemakai untuk memakainya secara sebagaimana mestinya.
Kedua, meskipun akibat penggunaannya yang salah itu tidak menyebabkan orang menjadi sakit atau mati, akan tetapi sebagai alat profesional maka alat tersebut harus dipergunakan secara profesional pula, terutama bila penggunaannya itu disertai pula oleh risiko psikologis dan atau finansial yang tinggi. Sungguh sulit dibayangkan ketika seorang anak yang pantas mendapatkan nilai terbaik, tetapi akibat kesalahan administrasi beliau terzalimi, dan yang lebih parah adalah bukan kesalahan administrasi tetapi kesengajaan yang diiringi oleh emosi dalam penilaian.
Akhirnya evaluasi dilengkapi dengan pertimbangan dengan maksud untuk melakukan berbagai perbaikan, apakah tujuan terlalu sulit, atau materi sangat kompleks, boleh jadi strategi pembelajaran yang kurang tepat, bahkan media atau sumber yang tidak memadai.
Bahkan pertimbangan juga diberikan pada peserta didik yang mungkin saja mengalami berbagai kendala, apakah psikologis, sosiologis.
Dengan mengumpulkan berbagai data, keterangan dan fakta di lapangan, maka evaluasi dikembangkan lebih lanjut menjadi rekomendasi untuk pembelajaran pada semester berikutnya.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.



















