Lulus dari CAT, sepertinya kata ini menjadi ajimat penting bagi para pencari kerja, baik mereka yang tamat dari program sarjana, program magister maupun program doktor, bahkan mereka yang hanya tamat dari sekolah lanjutan.
CAT ternyata singkatan dari Computer Asissted Tes kira-kira artinya mengikuti tes dengan bantuan komputer. Padahal kalau dulu mau ujian yang penting berdo`a, niatkan untuk mengabdi, jaga kesehatan, tapi hari ini memang beda ya. Hem…ada-ada saja model ujian zaman sekaranga ya, di masa yang akan datang entah model apa lagi, memang sulit dibayangkan.
Ujian adalah proses menilai apakah seseorang dapat menguasai sesuatu yang telah dipelajari dengan baik, permanen dan berkelanjutan. Hemm.. apalagi ini baik mungkin yang belajarnya baik-baik saja, permanen mungkin tersimpan atau tidak lupa, satu lagi berkelanjutan boleh jadi dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu yang panjang sampai mati, mungkin saja.
Tetapi cara ujian bermacam-macam, khususnya di perguruan tinggi disinilah ujian selalu direncanakan, dilaksanakan, dikembangkan, dievaluasi bahkan diperbaharui. Semua itu maksudnya adalah untuk mengikuti perkembangan peserta ujian, bahkan untuk memanfaatkan berbagai teknologi untuk memudahkan.
Kali ini perbincangan ada di ruang dosen, antara Pak Marmuj dan teman di komunitas kopi pahit selalu mencari hal-hal baru, termasuk istilah dalam ujian. Sliweran pakaian kemeja putih dan celana atau rok hitam banyak di halaman kampus mengingatkan masa ujian sedang berlangsung. Pak Martes pun bertanya pada pak Marmuj.
Pak Martes; ujian ini saya lihat ada yang cepat selesai, ada yang lambat, ada pula ujian mahasiswanya tidak datang ke kampus, sebenarnya ujian itu memang banyak macamnya atau jenis-jenisnya?
Pak Marmuj; oh…memang ujian ini bermacam dan berjenis, bahkan selalu berubah sesuai dengan siapa yang menguji dan siapa pula yang diuji.
Pak Martes; ah…yang benar pak, coba jelaskan bapak kan ahlinya ini.
Pak Marmuj; satu macam sajalah yah….ini macam ujian terbuka, dan inipun ada bebera jenis paling tidak ada tujuh jenis ujian terbuka ini. Ini penjelasannya.
Pertama ujian buka bulpoint
Ujian ini biasa dilakukan di semua tempat, dimana mahasiswa diminta untuk menyampaikan jawaban secara tertulis di atas kertas yang telah disiapkan.
Kelebihan ujian ini adalah mampu mendeteksi kemampuan mahasiswa untuk menarasikan ide, gagasan serta jawaban dari satu masalah.
Kelembahan ujian buka bulpoint ini adalah hanya mengukur kemampuan menyampaikan lewat tulisan, sementara kompetensi yang bersifat afektif dan psikomotorik tidak terwakili.
Kedua ujian buka buku.
Jenis ujian kedua ini adalah mahasiswa dibenarkan untuk membuka buku mencari jawaban atau menemukan landasan dari pendapat yang akan ia temukan.
Kelebihannya adalah dosen tidak terlalu sulit untuk mengawasi dan memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk mencari dan menemukan jawabannya sendiri.
Kelembahannya adalah ujian tidak tidak dapat mengukur kompetensi internal, jadi sangat tergantung pada lingkungan atau akses sumber belajar di sekitarnya.
Ketiga ujian buka mulut
Jenis ujian buka mulut ini adalah tes kemampuan mahasiswa menyampaikan ide, gagasan dan analisis melalui lisan.
Kelebihan dari ujian ini adalah mampu mengukur kemampuan komunikasi verbal mahasiswa dengan menilai cara berbicara, mimik, bahkan pilihan rangkaian kata yang digunakan untuk menarasikan satu pernyataan.
Keempat ujian buka aplikasi.
Sementara itu jenis ujian buka aplikasi kini sedang berkembang, dimana mahasiswa diminta kemampuannya untuk mengoperasikan satu aplikasi tertentu, dari sini dosen akan mengetahui tingkat kinerja mahasiswa terhadap kompetensi tertentu.
Kelebihan ujian ini adalah mahasiswa diberi kebebasan untuk mengoperasikan aplikasi dalam berbagai cara, pengukuran inisiatif dan kreativitas dengan mudah didapatkan.
Kelemahannya adalah ujian ini harus didukung oleh berbagai perangkat apakah itu hardware, software terlebih aliran listrik yang stabil, bahkan bisa disebut highcost.
Pak Maruj; pak yang kelima mungkin lebih seru ya pak, ujian apalagi itu pak?
Pak Marmuj; nah yang kelima ini nama ujian buka-bukaan.
Kelima ujian buka baju.
Pak Martes; ah….bapak ini ada-ada saja apa betul ada ujian buka baju?
Pak Marmuj;
Ujian buka baju adalah istilah untuk ujian yang diberikan oleh dosen agar mahasiswa mengerjakan di rumah, jadi mahasiswa dapat melakukannya dengan buka baju dan lain sebagainya.
Kelebihan ujian ini, mahasiswa dapat melakukan ujian tanpa harus menggunakan jadwal ujian yang ketat di kampus, dosen dan mahasiswa hanya mengatur kesepakatan waktu.
Kelemahan ujian ini adalah dosen tidak dapat mengetahui apakah mahasiswa melakukannya sendiri atau meminta orang lain.
Pak Martes; wah,…..rupanya ujian itu memang bermacama-macam ya pak.
Pak Marmuj; tapi ada lagi yang dilakukan lebih mengerikan dalam ujian.
Pak Maruj; ujian apa lagi itu pak?
Pak Marmuj; itulah yang disebut dengan ujian ketujuh.
Ketujuh ujian Tertutup dan Terbuka
Adalah rangkaian ujian untuk mempertahankan tugas akhir seorang mahasiswa di program doktor. Ujian tertutup artinya mahasiswa diuji oleh tujuh orang ahli sesuai dengan bidangnya.
Ujian terbuka adalah kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan ide dan gagasan di ruang publik, secara terbuka di depan khalayak umum. Jadi siapa saja boleh menguji saat itu.
Setelah mahasiswa dapat menjawab maka dia layak diberi gelar atau dikukuhnya menjadi seorang doktor.
Hem…memanglah ujian itu macam-macam rupanya, eh…bahkan satu macam saja banyak jenisnya, mikirin ujian, padahal yang penting adalah hasilnya, lulus atau tidak lulus. Titik.
Pak Martes; pak Marmuj ada yang tidak ujian tapi langsung lulus?
Pak Marmuj; ada….nama ujian hidup, semua lulus dan buktinya mereka sudah mati dan tak kembali.
Pak Martes; oalah…..Pak Marmuj…Pak Marmuj…memanglah….
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
Pertama; hidup ini adalah sebuah perjalanan, maka setiap langkah memiliki konsekuensi, untuk melangkah tahap berikutnya sebagian orang membuat ujian agar ia layak, atau pantas masuk tahap berikutnya.
Kedua; ujian adalah mengukur kemampuan apakah kita layak untuk mendapatkan satu tahapan dalam memperoleh predikat tertentu, jadi kalau kita tidak gila predikat atau pangkat maka tidak perlu ujian, tapi ingat maka kita mungkin hidup hanya dalam satu tahapan saja.
Ketiga; hidup ini boleh jadi adalah ujian, tidak akan diberi ujian yang berat karena semua soal itu tergantung kita membacanya, kalau sulit maka jangan baca tapi nikmati.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















