Mengkaji dari latar belakang sejarah HMI dan apa yang dikerjakan HMI pada masa lampau, sekarang dan yang akan datang, memberi petunjuk, HMI adalah salah satu organisasi pembaharuan sejak kelahirannya sampai sekarang, bahkan masa yang akan datang. HMI membawa ide, gagasan, gagasan berupa pemikiran-pemikiran yang terdiri dari 5 aspek, yaitu aspek politik, ekonomi, pendidikan, agama dan kebudayaan. (Agus Salim Sitompul, 1986:345).
Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945, pembangunan telah dimulai sejak awal kemerdekaan, dan pergolakan pun mengiringi setiap kebijakan. Itulah negara, pemerintah dan rakyat.
Ketiganya berjalan bersama, namun di dalamnya pula ada bagian tertentu seiring mengisi dengan pembangunan, di saat yang sama ada politik yang mencoba membenarkan satu golongan, dan pada sisi yang sama pula ada yang khawatir apakah kita sudah benar membuat pilihan.
Negara Republik Indonesia dilahirkan lewat proklamasi 17 Agustus 1945, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hadir sebagai satu pilihan untuk mereka yang mencoba mengerti, memahami bahkan mengisi dan memperjuangkan ketiga hal di atas.
Antara negara sebagai rumah besar, pemerintah untuk tujuan politik, serta mahasiswa menganggap mewakili rakyat lahir dan hadir untuk satu tujuan. 14 Februari 1947 dicatat dalam lembaran sejarah.
Hari ini kita menyaksikan ada saat di mana HMI bermesraan dengan rakyat, ada pula bergandengan dengan pemerintah dan sudah jangan mendiskusikan tentang bentuk negara di permukaan.
Agus Salim Sitompul penulis buku tentang HMI menegaskan, sesuai dengan pertumbuhan masyarakat, juga HMI dan pemikiran itu sendiri, maka pemikiran-pemikiran HMI pun dengan sendirinya ikut mengalami perkembangan secara dinamis. Di atas permukaan, kita mengetahui bagaimana fungsi peran HMI dalam pembangunan nasional, namun agenda yang lebih jauh dari itu semua tentulah terkait dengan masa depan anak bangsa yang lebih baik.
Dari dulu kita mendengar HMI bukan membangun fisik, tetapi mengembangkan pemikiran berupa ide dan gagasan. Beberapa pemikiran dimaksud di antaranya adalah di bidang hukum, kemasyarakatan, kemahasiswaan, organisasi, perkaderan, pembangunan.
Konfigurasi antara ide gagasan kini bahkan berkembang sampai pada politik kontrol hanya tidak sampai menjadi oposisi. Mungkin inilah salah satu yang menyebabkan HMI tetap eksis dan mampu merajut hubungan harmonis antara negara, pemerintah dan rakyat untuk satu langkah dalam konsep pembangunan.
Hari ini, HMI tidak mesti bernostalgia dengan kejayaan masa lalunya, walaupun itu fakta, namun sebagai organisasi kader konsep mengisi pembangunan berkelanjutan harus dilakukan.
Harmonisasi hubungan dengan pemerintah adalah sebuah keniscayaan, mengangkat harkat dan derajat rakyat harus dikedepankan. Tak ada yang tidak dapat dilakukan oleh kader HMI. Semua telah terbentang dalam sejarah, telah mendapatkan jalan untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor, dan terlegitimasi oleh berbagai lembaga pemangku kebijakan.
Bila saya, anda dan kita semua adalah kader HMI, maka bukan bangga setelah membaca sejarah. Boleh jadi siap melakukan yang terbaik hari ini, karena apapun yang dilakukan pasti akan berdampak bagi masa depan negara dan bangsa.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















