Kegiatan pengajaran yang bersifat bertujuan, direncanakan dan terkontrol maka pada prinsipnya kegiatan pengajaran berisi unsur-unsur dasar dengan adanya tujuan, pelaksanaan langkah-langkah mencapai tujuan, dan menguji tingkat pencapaian tujuan. (Abizar, 1995: 4).
Awalnya belajar kemudian mengajar, lalu belajar mengajar, ada lagi pengajaran dan akhirnya pembelajaran. Itulah beberapa istilah penting dalam kegiatan pendidikan yang dilaksanakan baik di kelas maupun di luar kelas.
Istilah ini tentu bukan lahir dari kosakata hanya sekedar mewakili sebuah kegiatan yang berubah, tetapi justru perubahan yang berdampak menjadikan perubahan kata menjadi definisi yang adaptif.
Pertama, belajar adalah usaha yang disadari untuk mendapatkan sesuatu menjadi lebih tahu, lebih terampil dan menjadi bagian dari kecakapan hidup secara permanen beberapa saat. Kesan kita adalah siapapun yang belajar maka dia harus memulai dengan kesadaran untuk mendapatkan pengetahuan baru.
Kedua, mengajar adalah memberikan pengalaman dengan menyampaikan ilmu pengetahuan agar orang lain lebih tahu tentang hal tertentu tujuannya menambah wawasan dan kecakapan hidup. Yang ada dalam benak kita adalah orang belajar dulu baru mengajar, dengan itu ia dapat menyampaikan ilmu yang dipelajari kepada orang lain.
Ketiga, belajar mengajar adalah proses kegiatan antara pendidik dan peserta didik. Dalam hal ini pendidik mengajarkan sesuatu tetapi juga berhadapan langsung bagaimana peserta didik belajar pada saat yang sama. Disinilah sesungguhnya sedikit terdapat kekeliruan, yang benar adalah seseorang sebelum mengajar maka ia harus belajar terlebih dahulu.
Keempat, pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan sumber dan lingkungan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam membentuk sikap dan kepribadian. Siapapun harus terus belajar, tidak ada kata berhenti, apalagi mereka yang konsentrasi menekuni kegiatan mengajar.
Empat kegiatan yang dilakukan di atas boleh jadi secara berurutan atau bergantian atau bersamaan. Namun yang pasti perlu perencanaan agar kegiatan belajar itu memang disengaja dan dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
Pengelolaan terhadap berbagai unsur dan sumber belajar harus dilakukan secara sistematis, mempertimbangkan berbagai aspek. Pertimbangan yang paling utama adalah psikologi peserta didik, materi yang fungsional, serta situasi yang menyenangkan. Akhirnya belajar harus dapat diukur serta kebermanfaatannya untuk kehidupan peserta didik di masa depan.
Prof Abizar sebagai seorang pakar teknologi pendidikan memberikan catatan penting bahwa kegiatan pengajaran berisi unsur-unsur dasar berupa tujuan, pelaksanaan langkah-langkah mencapai tujuan, dan menguji tingkat pencapaian. Dari sinilah maka kegiatan pengajaran akan terus berfungsi dan bermanfaat bagi dunia pendidikan di masa depan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















