Salah satu tujuan pendidikan formal adalah memberi kenyamanan agar peserta didik mau belajar pada waktu yang ditetapkan, pada tempat yang telah disediakan. Disinilah mereka belajar, mengembangkan kemampuan kemudian diukur atau dievaluasi antara input dan proses. Namun demikian kadang peserta didik mengalami hal yang bosan, salah satu indikatornya tidak hadir atau keluar untuk menghindari kegiatan pembelajaran.
Cek kehadiran atau absensi peserta didik memerlukan keterampilan khusus, tujuannya agar efektif dan memberi kesan mereka mendapat penghargaan setiap saat. Tujuh tips dimaksud adalah sebagai berikut:
Pertama, mengabsen sesuai dengan daftar nama yang ada pada daftar administrasi, apa adanya dibaca dihadapan peserta didik.
Kedua, mengabsen nama peserta didik berurut dari abjad A sampai Z. kelebihannya mudah dilacak, kelemahannya sebagian peserta didik mudah menebak giliran yang akan diabsen.
Ketiga, mengabsen nama peserta didik berurut dari tanggal kelahiran rendah sampai tinggi. Akan tampak mana yang lebih muda dan mana yang lebih senior.
Keempat, mengabsen berdasarkan tinggi badan, dari yang paling rendah sampai paling tinggi tentunya.
Kelima, mengabsen berdasarkan berat badan, dair yang paling ringan sampai paling berat.
Keenam, mengabsen berdasarkan jarak antara sekolah dengan tempat tinggal, diurut dari yang paling jauh sampai paling dekat atau sebaliknya.
Ketujuh, jangan sekali-kali mengabsen siswa dari yang paling pintar sampai paling kurang pintar, hal ini memberi kesan bahwa sebagian peserta didik akan tersemat hal yang kurang baik.
Catatan: Tulisan ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















