Duduk sambil nyeruput kopi kadang meletakkan gelas sambil berlama walaupun panas sedikit ditahan rasa. Suara ting-ting bukan dari penjual es keliling, tetapi pengiring bincang tanda ada sesuatu yang baru sedang ditunjukkan. Inilah yang menjadi ciri dari perbincangan hangat di sore hari tiga orang bertetangga lewat bincang berbagi cerita, kadang tak adapun kejadian tetapi bisa dijadikan berita. Oh….sungguh dunia ini memang sederhana, duduk, minum, bincang dan selesai semua masalah pasti ada jalan keluarnya.
Penasaran dengan suara ting-ting setiap kali seruput kopi diminum, ternyata Pak Marmuj baru saja mengenakan cincin baru bermahkota merah, lingkaran warna seakan serasi ditangan seorang guru. Hem….cincin, ting-ting, mengundang tanya bukan harga tetapi batu apa gerangan yang dilingkari jadi perhiasan.
Pembicaraan sore hari disela seruput kopi pun dimulai.
Pak Marmuj; bagaimana hari ini, boleh demonstrasi di Jakarta, tetapi dusun kita semoga aman-aman saja.
Pak Marba; oh…iya pak, sekarang sepertinya liputan televisi pun sudah tidak menarik lagi ditonton, bahkan media sosial pun tampak kali pilih-pilih postingan. (suara ting-ting) mengundang perhatian lagi.
Pak Marmuj; (sambil menyeruput kopi), memang tidak mesti semua masalah di dunia ini harus kita ketahui, justru bila kita tahu semua mungkin itu menjadi masalah.
Pak Marba; itulah pak, sekarang masalahnya bukan demo, bukan harga beras, tapi masalahnya suara ting-ting itu apa maksudnya. Dari tadi kami perhatikan setiap minum ada ting-ting, cincin baru sepertinya pak.
Pak Marmuj; hem…..ini saya baru dapat batu kembar.
Pak Markem; batu kembar apa maksudnya pak.
Pak Marmuj; iya saya punya batu kembar ini namanya batu ganjil karena satu-satunya di dunia maka saya buat batu cincin, bagaimana cantikkan?
Pak Markem; lantas apa hubungannya dengan batu kembar pak.
Pak Marba menimpali; ia pak, coba bapak cerita dulu batu-batu di dunia ini, biasanya bapak kan ahli cerita, kali ini cerita batu dulu kita pak.
Pak Marmuj; ok. Kali ini kita cerita batu kembar dulu ya, ada dua yakni batu besar dan batu kecil, sudah ya.
Pak Marba; jangan begitulah pak, ini serius, boleh bapak kasi tahu kami sedikit saja pengetahuan tentang batu, kalau-kalau kita nanti dapat rezeki.
Pak Marmuj; ok, ada sedikitnya 15, bahkan 21, di situs yang lain bahkan ada 34 jenis batu yang ada di muka bumi ini, dan itu belum termasuk batu kembar.
Pak Marba; wah banyak kali pak, tapi ini penting sepertinya, termasuk apa itu batu kembar. Pak Marmuj; ok lah kita cerita sedikit tentang empat batu sajalah ya.
Menurut Wikipedia Indonesia batu adalah benda alam yang tersusun atas kumpulan mineral penyusun kerak bumi yang menyatu secara padat maupun berserakan. Nah, adalagi istilah Zaman Batu yaitu suatu masa pada zaman prasejarah yang luas, saat manusia masih menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik).
Pak Marmuj; nah ok, batu kembar pertama adalah Batu Bara.
Batu bara jenis pertama adalah sedimen hitam atau coklat kehitaman yang mudah terbakar dengan kandungan karbon dan hidrokarbon yang tinggi. Terdapat empat jenis batubara ini yakni; peat (bukan batubara), lignit (batubara coklat), bituminus (batubara lunak) dan antrasit (batubara keras).
Pak Marba; ok pak saudara kembarnya?
Pak Marmuj; batubara satu lagi adalah nama kabupaten di salah satu daerah di Sumatera Utara.
Pak Marba; betul juga ya.
Pak Marmuj; ok batu kembar kedua adalah Batu Bata.
Jenis pertama batu bata merah atau cukup disebut “batu bata” atau “bata merah” adalah bahan bangunan yang paling umum dalam sejarah peradaban manusia.
Menurut ahli sejarah, bata merah sudah digunakan sejak 7000 SM dan prinsip pembuatannya tidak banyak berubah. Dah kita mau buat rumah, dinding dengan batu bata seperti ini ternyata sudah lama dipakai oleh umat manusia.
Dan jenis kedua yang menjadi kembaran batu bata adalah sepatu bata.
Supatu bata Ini adalah perusahaan sepatu yang telah berdiri sejak 24 agustus 1894, nah kenapa namanya bata bukan sepatu itu terbuat dari batu, tetapi karena pendirinya bernama Antonin Bata.
Pak Marba; ok….boleh cerita batu kembar yang ketiga.
Pak Marmuj; batu kembar yang ketiga adalah batu ginjal. Mengapa ini disebut batu ginjal?
Penyakit batu ginjal atau istilah medisnya nefrolitiasis, adalah kondisi terbentuknya materi padat dan keras yang menyerupai batu pada ginjal. Batu tersebut berasal dari garam dan mineral di dalam ginjal.
Masalah kesehatan ini bisa muncul di sepanjang saluran kemih. Makanya kita ini sudah tua tua, kurangi minum berwarna, perbanyak minum air putih.
Pak Markem; eh…..bapak tapi ada tetangga kita pernah operasi batu ginjal hanya satu yang diangkat.
Pak Marmuj; ya….kalau dua yang diangkat itu namanya batu kembar atau batu ginjal, tetapi kalau satu namanya batu ganjil.
Semua tertawa hahahahahahhaha…
Hem….seruput kopi, boleh jadi satu kali seruput banyak kisah bisa terjadi, apalagi diselingi suara ting-ting bukan hanya memecah kebekuan cerita tapi ada yang selalu berbeda. Bila tiga tetangga bersama, tak ada yang saling iri itulah senangnya suasana hidup di desa. Boleh beda profesi, tetapi soal bahagia milik siapa saja, boleh jadi cincin bisa bersuara, yang pasti canda itulah obat segala masalah.
Seruput kopi sudah mulai pelan, ting-ting suara di kelas sudah tidak nyaring lagi. Boleh jadi manisnya kopi sudah tidak dibalut hangat, mungkin juga cerita sedikit merambah ke minuman warna alias kopi warna hitam.
Sore hari beranjak senja, sayup-sayup suara mengaji di masjid mulai terdengar pertanda magrib segera mungkin akan tiba. Tiga tetangga pun beranjak sila, permisi kembali ke rumah masing-masing.
Begitu berdiri pak Marba berbalik ke arah Pak Marmuj;
Pak Marba; eh…saya lupa tadi batu kembar kan ada empat, satu lagi apa itu pak?
Pak Marmuj; ah yang kembar satu ini kita hindari lah pak.
Pak Marba semakin penasaran.
Batu kembar yang terakhir adalah batu nisan, kalau tidak percaya silahkan lihat di kuburan.
Oalah, Pak Marmuj….Pak Marmuj…..memanglah….
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama: semua yang diciptakan Tuhan di atas bumi ini adalah tunggal, tidak ada yang persis sama, karenanya adalah unik satu-satunya di dunia ini.
Kedua; hukum kembar adalah karena adanya kemiripan, beberapa kesamaan tetapi pada tempat yang berbeda, boleh jadi kanan dan kiri, atas dan bawah, atau dalam dan luar, sehingga menjadi pasangan.
Ketiga; keunikan pada diri kita, hargailah itu menjadi kekuatan, tetapi di balik itu kita harus menghormati adanya perbedaan, inilah sesungguhnya kekuatan hidup.



















