Sore itu langit sedikit mendung, namun mendadak angin kencang seperti biasa diperkirakan hujan akan segera turun. Namun apa yang terjadi justru cuaca cerah menghantarkan gemintang menemani bulan sabit di ufuk timur. Tak ada yang membuat perjanjian, tidak pula sampai hati mengingkari tetapi kehadiran tiga orang tua paruh baya hidup bertetangga seperti tak ada habisnya untuk diceritakan.
Cerita tiga rekan akrab bukan saja menyeruput kopi, tapi ketela pohon direbus disiram air gula aren menjadi berbeda. Gara-gara cerita gula aren sampailah satu orang yang baru pulang kampung meyakinkan Pak Marmuj seperti biasa bahwa gula aren dari kampungnya asli.
Disambut satu rekan lain yang menceritakan bahwa di kampungnya sebelah selatan jauh dari kota adalah penghasil kayu manis terkenal di dunia. Entah dunia mana yang penting terkenal lah.
Pak Marmuj; biasanya memang pohon aren itu ada di hutan, mungkin saja hutan muda atau dekat dekat sungai, jadi buah yang dihasilkan mungkin lebih enak. Boleh jadi pohon aren dan hutan kayu manis itu bisa berada di seberang sungai, atau justru berdekatan, dan tak ada yang keberatan bila tumpang sari.
Pak Markaman; ya di kampung saya justru kayu manis seperti menjadi komoditi utama, tetapi tidak dirawat, hanya ditanam, ditinggal dan dipanen.
Pak Margu; wah enak kali petani seperti itu ya pak.
Pak Marmuj; memang pohon kayu manis itu tidak perlu perawatan apalagi pupuk atau pemagaran, memang tidak ada hamanya, karena hutan masih memberi kebaikan pada pohon kayu manis itu.
Pak Markaman; heran saya pak, setiap hari ada saja yang panen, bahkan agen pengepul kulit kayu manis hampir setiap hari mengirimkan satu truk besar ke luar daerah, entah untuk apa saja saya pun tak tahu.
Pembicaraan semakin hangat seiring menurunnya suhu kopi dan suara lenting sendok kecil menusuk ubi rebus siraman gula merah. Sedikit belepotan namanya juga orang tua, tapi istri pak Marmuj rupanya telah menyiapkan tisu, dan tong sampah, biasalah namanya juga sudah paruh baya.
Pak Marmuj; oh…kulit kayu manis itu banyak khasiatnya pak.
Pak Margu; wah…..cerita khasiat ini seru pak……maksudnya khasiat untuk…….
Pak Marmuj; hus…….jangan berfikir yang nggak-nggak lah.
Pak Markaman; ok pak lanjutkan……
Pak Marmuj; ini saya tunjukkan dari googling
Komposisi kimia minyak kayu manis itu sangat kaya akan senyawa aktif, memberikan aroma khas, bisa berbagai manfaat kesehatan diperoleh bila kita mendapatkannya.
Ini kita lanjutkan, tapi bahasanya sedikit ilmiah lah.
Pertama, cinnamaldehyde artinya senyawa utama dapat memberikan aroma manis dan pedas, serta memiliki sifat antimikroba.
Kedua, eugenol ini dikenal karena efek analgesik dan antiradang
Ketiga, linalool, maksudnya aroma nya dapat memberikan floral dan memiliki sifat yang menyenangkan.
Keempat, benzaldehyde atau mampu memberikan aroma manis dan dapat membantu mengurangi stres.
Pak Margu; wah pantas dari daerah Selatan itu banyak yang manis-manis, termasuk gadisnya pak.
Pak Markaman; huss……bukan karena itu, memang dari sononya. Lanjutkan pak Marmuj, tapi jangan ilmiah kalilah, agak bingung kami nanti.
Memang cerita kayu manis terkait dengan kehidupan sehari-hari apalagi tentang kesehatan untuk orang tua sangat menarik untuk dibahas, maaf diceritakan karena tak perlu diantitesa.
Pak Marmuj; sabar….ini ada yang lebih penting lagi.
Manfaat kesehatan Minyak Kayu Manis.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari penggunaan minyak tersebut:
1. Antiinflamasi, maksudnya penggunaan minyak tersebut dalam pengobatan herbal dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak akibat inflamasi.
2. Antimikroba, Minyak kayu manis dikenal memiliki sifat antimikroba yang efektif melawan berbagai bakteri dan jamur. Ini menjadikannya tambahan yang baik dalam pengawetan makanan dan sebagai antiseptik alami. Tak cepat basi itulah kira-kira.
3. Meningkatkan kesehatan pencernaan, maksudnya minyak kayu manis dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan mual. Penggunaan minyak tersebut dalam teh herbal atau makanan dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Lancar ke belakang, dah jelaskan.
4. Meningkatkan fungsi otak, aroma minyak kayu manis diketahui dapat meningkatkan fungsi kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma kayu manis dapat meningkatkan memori dan konsentrasi.
Pak Margu; saya pun masih bingung pak bahasa ilmiah lagi.
Pak Marmuj; okelah, ada tiga lagi.
5. Menurunkan gula darah
6. Menyokong kesehatan jantung
7. Menurunkan stres dan kecemasan.
Dah cukup…..
Pak Marmuj dan tiga tetangga sama-sama manggut-manggut terkesima ternyata banyak hal yang dapat diperoleh dari kearifan lokal kita.
Pak Marmuj; ini saya jadi teringat, ketika mengikuti pelatihan guru beberapa tahun lalu, kami kegiatan di asrama selama 10 hari, semua senang, tetapi kira-kira menjelang dua hari terakhir terasa lama.
Pak Markama; lho mengapa jadi gitu pak, apa pelatihannya ditambah?
Pak Marmuj; kami secara tidak sadar rasanya ingin cepat pulang, teringat rumah, teringat keluarga, padahal tinggal dua hari lagi, terasa seakan sepekan belum selesai.
Selidik punya selidik rupanya makan dan sayuran di asrama diberi aroma kayu manis.
Menurut panitia pada saat itu mengapa ini dilakukan karena memang sudah menjadi standar untuk asrama ketika melatih peserta beberapa waktu.
Diketahui bahwa aroma minyak kayu manis yang hangat dan manis memiliki efek menenangkan yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Menggunakan minyak ini dalam diffuser atau saat mandi dapat menciptakan suasana relaksasi yang mendukung kesehatan mental.
Pak Margu; jadi pak lanjut setelah pulang apa yang terjadi…hehehehhehe…
Pak Markaman; ia pula apa selanjutnya pak.
Pak Marmuj; yayayaya……
Pak Margu dan pak Markaman kompak; oalah…..Pak Marmuj….Pak Marmuj…..memanglah.
Pak Marmuj; he….ada apa…..kalian tahu waktu itu istri saya lagi hamil,
Pak Margu dan pak Markaman kompak lagi; wah….ini dia tambah seru.
Pak Marmuj; maksudnya kalau ibu hamil dan menyusui tidak boleh menghirup aroma kayu manis.
Yang penting sehat, kita ingat tadi ya….pohon kayu manis, ditanam, ditinggal dan kemudian dipanen, tapi kalau untuk istri tidak boleh demikian.
Kali ini Pak Margu dan pak Markaman kompak dan lembut; siiiiap. (kopi dan ubi rebus gula merahpun bersih disantap).
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama; setiap benda termasuk pohon diciptakan oleh Tuhan memiliki khasiat bila digunakan untuk kemaslahatan hidup.
Kedua; memiliki kepedulian untuk melestarikan kearifan lokal tidak mesti membanding-bandingkan produk keluar negeri, tetapi mengonsumsi kulit manis untuk makanan dan minuman di rumah adalah penting.
Ketiga; tidak ada aroma yang terbaik di dunia ini, yang disenangi oleh Tuhan dan sesama manusia adalah kebersihan yang memancarkan kesucian sebagai aroma yang terus membawa berkah.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita bercari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















