Menjelang liburan suasana desa tempat Pak Marmuj tinggal tampak ramai, dari sejak pagi rupanya kepala dusun telah mengumumkan bahwa hari ini kita gotong royong.
Seperti biasanya sebagian warga ada yang ingin istirahat menikmati hari libur, namun sebagian yang lain justru senang karena gotong royong adalah tempat berjumpa dengan tetangga. Itulah yang dialami oleh masyarakat dusun tepatnya di sebuah desa sebelah barat kota.
Menjelang matahari naik, sebagian warga tampak lalu lalang, tetapi ada yang berdiri di depan rumah masing-masing. Ada yang membersihkan pekarangan, utamanya saluran air sampai ke rumah ibadah. Tampak pak kepala dusun diiringi kepala lingkungan dan beberapa anak muda memulai untuk membersihkan saluran air yang tersumbat.
Seperti tak ada jalan lain ternyata keputusannya adalah membongkar dan mengganti buis yang pecah. Beberapa anak muda mencoba mengangkat buis tetapi tak berdaya, sampai dibantu oleh warga lainnya, hasilnya sama saja.
Kerumunan pun terjadi, di sekitar selokan tempat buis dibongkar, tampak tali terikat beberapa orang mencoba menarik, hasilnya tetap belum juga bisa.
Sampailah akhirnya Pak Marmuj dan Pak Marhaj mendatangi tempat tersebut.
Pak Marmuj; wah, ramai sekali, sepertinya ada pekerjaan berat ini pak Kadus?
Pak Kadus; ya cocoklah ini pak, waktunya gotong royong bila ramai senang rasanya untuk sama-sama kita membersihkan kampung.
Pak Marhaj; ini ada tali mau tarik tambang atau apa ini Pak Kadus, sepertinya ada masalah ya.
Pak Kadus; ya cocoklah ini pak Marhaj, mungkin bisa bantu do`a ini kita mau angkat buis belum bisa dari tadi pak.
Pak Marmuj; ok…. ayo kita semua pegang tali, kita lihat kemana arah mau kita tarik, dan kemungkinan yang lebih landai untuk dikeluarkan.
Pak Marhaj; ya sudah semua, mari kita mulai dengan “bismillah”.
Pelan tapi pasti, akhirnya satu buis terangkat dan keluar kemudian begitu juga dengan buis lainnya siap diikat tali.
Pak Kadus; terima kasih pak Marmuj wah untung saja bapak dan Pak Marhaj datang tepat waktu yang dibutuhkan.
Pak Marmuj; ini yang namanya gotong royong. Bapak tahu… gotong royong merupakan istilah untuk bekerja bersama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari kata bahasa Jawa gotong yang berarti “mengangkat” dan royong yang berarti “bersama”. Ya kalau kita semua bersama pasti bisa.
Pak Kadus; iya pak tapi kami dari tadi sudah dua tiga kali tidak bisa juga padahal lihat anak muda ini semua badannya kekar.
Pak Marhaj senyum tipis sambil melirik pak Marmuj.
Pak Marmuj; begini pak Kadus, memang bekerja itu ada yang mengandalkan tulang, ada pula yang menonjolkan otot, tetapi sebagian kita mungkin bekerja dengan otak.
Pak Kadus; wah…ini dia…..sambil minum ayo pak, kita lanjut ceritanya.
Hai anak muda ayo dengarkan ini penting….
Pak Marmuj; ya…
Pertama, ada sebagian orang yang bekerja menggunakan tulang, maka ia mengandalkan tulang yang kuat, biasanya ini senang makan pisang.
Anak muda; apa hubungan tulang dan pisang Pak Marmuj;
Pak Marmuj; ya jelas, kita yang banyak mengkonsumsi pisang akan membuat tulang kita kuat.
Tapi ingat bekerja yang hanya menggunakan tulang satu saat akan patah tulang, hahahaha…inilah orang yang kalau kerja sampai banting tulang.
Pak Marhaj sedikit tertawa kecil sambil mengangguk-angguk.
Kedua, ada sebagian saudara kita yang bekerja menonjolkan otot yang kekar. Kami yang dulu senang nonton televisi tahun 1980 an masih ingat ada petinju nama gelarnya si leher beton. Itulah Mike Tyson. Setiap naik ring, langsung memukul dan kemudian menang karena ototnya yang kuat. Bahkan dalam satu pertandingan Mike Tyson vs Michael Spinks (35 detik) 27 Juni 1988, salah satu KO paling terkenal dalam sejarah tinju adalah milik Mike Tyson.
Dalam pertarungannya melawan Michael Spinks untuk gelar juara dunia kelas berat, Tyson menghantam Spinks dalam 35 detik dengan serangan cepat yang membuatnya jatuh tersungkur. KO ini menegaskan dominasi Tyson di dunia tinju pada era tersebut.
Hem… bayangkan kerja hanya 35 detik bayarannya jutaan dolar, jutaan dolar anak muda……Tapi ingat bekerja menonjolkan otot satu saat akan kejang otot atau keseleo. Kita masih ingat ada teman kita yang selalu nyeri otot.
Pak Kadus; pak jangan lupa….minum dulu…ayo minum ini semangat ini…..
Pak Marmuj; ok kita lanjut dulu.
Ketiga, ada sebagian kita bekerja menggunakan otak. Bayangkan bahkan ada olahraga yang minim gerak tetapi memeras otak, tahu olahraga apa itu…..
Anak muda; catur.
Pak Marmuj; ya tepat, catur adalah jenis olahraga yang lebih mengandalkan kalkulasi otak, simulasi sebelum ekskusi selalu terjadi dalam otak sang pemain.
Namun kita harus hati-hati bekerja menggunakan otak memang penting, tetapi terlalu dominan otak mengambil keputusan maka satu saat akan stress, yang diawali dengan gejala kebingungan.
Ok lah….sudah berapa tadi saya pun jadi lupa…Pak Marmuj sambil melirik Pak Marhaj.
Pak Marhaj: iya ini yang terakhir atau yang keempat. Bekerja itu ada baiknya juga dengan hati. Semua anak muda tertunduk, Pak Kadus, Pak Marmuj pun semua tak berani menatap wajah Pak Marhaj.
Pak Marhaj; ya….maksudnya bekerja dengan hati itu, kalau kita melakukan sesuatu dengan hati-hati. Itu saja. Hati yang pertama kerja dengan ikhlas, hati yang kedua kerjakan untuk mengharap ridha Tuhan, pasti hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Anak Muda; pak sudah empat ada lagi pak.
Pak Marmuj; habis, memang nya ada apa anak muda?
Anak Muda; pak itu ada dua buis lagi yang belum kita angkat, ntar waktu semakin siang.
Pak Marmuj; ya itu berarti yang kelima, kerjakan selagi bisa kamu kerjakan, boleh gotong royong kalau memang dibutuhkan.
Pak Kadus, anak muda semua tertawa lepas……namun dalam hati masing-masing berbicara; Pak Marmuj…Pak Marmuj….memanglah……
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama; setiap kita memiliki tubuh sebagai bentuk jasmani yang harus dirawat, dijaga dan diberi nutrisi dengan baik. Ingat dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang waras.
Kedua; masing-masing individu memiliki kelebihan pada bagian jasmani atau fisik, ada saudara kita yang memiliki tulang yang kuat, ada pula otot seperti kawat, bahkan ada otak yang cerdas. Namun bekerja dengan hati itu adalah hal utama karena semua pekerjaan memerlukan tujuan dan keberkahan.
Ketiga; syukuri pekerjaan hari ini, dengan apapun yang kita miliki jadikanlah itu sebagai kekuatan jiwa dalam berkarya. Bekerja adalah usaha, hasilnya serahkan kepada yang memiliki maka semuanya tidak ada yang sia-sia.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita bercari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















