Pagi itu cerah, setelah semalaman hujan tampak segar bukan hanya dirasakan siapa saja yang melintas di jalan desa, bahkan burung, pepohonan seperti sama merasakan senangnya menyambut hari. Memang tinggal di desa itu sangat berbeda dengan di kota atau di daerah perkantoran apalagi daerah industri yang penuh dengan pabrik dan pergudangan. Kembali enaknya tinggal di desa, walaupun akses tidak semudah di kota tetapi penduduknya justru tetap betah.
Suasana adalah hal yang tidak dapat dibeli, tetapi tercipta untuk dinikmati, biasanya bukan saja tercipta karena alam, tetapi sikap antar manusia terhadap dirinya dan orang lain. Bahkan terhadap apa yang ada pada dirinya boleh jadi satu benda tetapi beda makna.
Dari sini cerita pak Marmuj dan rambut menjadi penghias suasana desa.
Pak Marmuj mencoba memecahkan kebekuan diamnya pertemuan antar warga.
Pak Marmuj; hai bapak-bapak masih ingat lagu apa yang dipopulerkan oleh Evi Tamala berpasangan dengan Doyok.
Pak Margu; tidak pak, kalau lagu-lagu biasanya dia pak Marla yang paling hafal.
Pak Marla; oh….itu mudah nama lagunya rambut-rambut siapa ini…..
Pak Marmuj; nah itu dia, saya mau cerita rambut adalah sejenis bulu yang sangat istimewa.
Pak Margu; apa istimewanya pak.
Pak Marmuj; ya bulu istimewa karena lain tempat tumbuhnya maka lain pula namanya.
Pak Marla; wah seru ini, coba pak……
Pak Marmuj memulai dengan satu teka teki.
Pak Marmuj; Berakar ke atas berpucuk kebawah, semakin panjang justru semakin berwibawa.
Silahkan apa jawabannya.
Pak Margu; nah yang ini aku bisa jawab, jelas pasti “jenggot”
Pak Marmuj dan semua rekan tertawa, hahahahaha, benar.
Pak Marmuj meneruskan ceritanya terkait dengan jenggot adalah salah satu dari jenis rambut yang ada pada diri manusia. Kita harus tahu bahwa inilah bagian tumbuh yang lain tempat lain pula namanya.
Semua rekan serius mendengarkan.
Nama yang ingin saya ceritakan ini adalah bulu.
Bila di atas kepala namanya rambut
Kita harus ingat bila cerita rambut maka ada kaitannya dengan tes DNA.
Pak Marla; apa itu pak tes DNA?
Pak Marmuj; Tes DNA atau Deoxyribonucleic Acid dengan rambut adalah proses pengambilan sampel DNA dari rambut manusia untuk melakukan analisis DNA. DNA adalah molekul yang menyimpan instruksi genetik untuk perkembangan dan fungsi organisme.
Tes DNA dengan rambut dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan keluarga, mengungkap asal-usul etnis, mendeteksi risiko penyakit genetik, atau digunakan dalam investigasi kriminal.
Ok kita lanjut ya.
Bila di atas mata namanya alis
Bila di dalam hidung namanya bulu hidung.
Bila di atas bibir namanya kumis
Bila di bawah bibir namanya janggut.
Bila di bawah bahu namanya bulu ketiak.
Ok sebelum kita lanjut, ini ada teka teki kedua.
Sebentar pak ada yang bulat tetapi dikelilingi rambut, apa namanya.
Pak Marla: tidak tahu pak.
Semua bapak-bapak mulai curiga, ada yang berpikir jangan-jangan, ada pula yang mulai bersakwasangka, adapula yang berandai, mungkin saja ini terusan dari cerita bila di bawah…bawah…..
Pak Marmuj; sabar…sabar…..Bulat berbulu warnanya bisa berubah ubah, itu namanya buah rambutan.
Semua tertawa hahahahahahaha.
Oalah…….Pak Marmuj…..Pak Marmuj……memanglah……
Ah….yang penting heppi.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama; tubuh manusia itu sempurna, dengan segala hal yang melekat di badan, maka itu adalah fitrah yang harus disyukuri dengan cara dirawat atau dipelihara dengan baik.
Kedua; semua bulu yang melekat pada diri manusia harus dirawat, dibersihkan dan dijadikan kebaikan, bukan disesali apalagi dikreasi tanpa makna atau nilai.
Ketiga; ekspresi terhadap segala hal yang ada pada diri kita ada ketentuannya dengan cara tidak membahayakan diri, apalagi dilarang oleh nilai agama, nilai budaya terlebih nilai kesehatan.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita mencari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.


















