Hampir sepekan sudah libur belajar akhir tahun ajaran berlalu. Jalanan tampak lengang ternyata ada hubungan signifikan kepadatan lalulintas dengan antar jemput anak sekolah. Itulah suasana jalanan di pinggir kota tempat pak Marmuj tinggal.
Namun pagi yang cerah awal pekan sedikit berbeda dari sebelumnya, bukan karena hujan tadi malam yang menyiram tanah berdebu akibat beberapa hari kemarau, tetapi duduk nya Pak Marmuj dengan sesama guru di pinggir jalan.
Ada apa dengan Pak Marmuj, biasanya dari dialog tentang cuaca, soal sekolah anak tetangga, sampai berita peperangan antar negara dalam satu benua semua dibahas.
Jalan pagi jumpa tetangga ngobrol singkat, lihat orang lewat, semua adalah bagian dari hari-hari libur atau mereka yang sudah pensiun. Ini selalu menghiasi sebagian kesibukan saudara kita yang sudah mengurangi aktivitas mengejar dunia, sungguh mungkin sebagian para orang tua akan menuju ke sana.
Di sudut jalan inilah tepatnya dekat pertigaan jalan kediaman Pak Marko selalu menjadi tempat tujuan semua orang untuk lewat, diantarnya juga Par Marmuj yang akhir-akhir ini senang jalan pagi.
Pak Marko; ayo pak Marmuj…mampir dulu sarapan kita.
Pak Marmuj merasa tak enak pula kalau menolak, tetapi karena libur inilah kesempatan bertetangga untuk saling berbagi cerita.
Pak Marmuj; ok lah…..
Pak Marko; ini kan libur kita bisa cerita, sambil sarapan.
Pak Marko; ini ada anak saya yang baru tamat Pesantren sulit sekali sarapan pagi, payah makan, apa memang begitu ya anak muda zaman sekarang.
Pak Marmuj; kalau makan di malam hari bagaimana pak?
Pak Marko; itulah salah satu penyebabnya mungkin karena kadang begadang sampai larut, belum lagi keluar ke kafe, hem….memang dunia ini sangat beda dengan kita ya pak.
Pak Marmuj; karena tidur larut malam, mungkin ini penyebab malas sarapan pagi jelas ini ada hubungannya pak.
Sambil menyodorkan secangkir kopi, pak Marko mengajak minum pak Marmuj.
Pak Marko; ayo….pak diminum kopinya.
Pak Marmuj; hem…..cerita sarapan sudah sampai mana tadi pak.
Pak Marko; inilah pak setelah shalat subuh, mereka pada tidur lagi sampai pukul 9.00 bahkan 11 kadang-kadang, bagaimana mau sarapan. Saya benar-benar bingung lihat anak zaman now ini pak.
Oh..ya.katanya program makan gratis jadi dijalankan di sekolah ya pak?
Pak Marmuj; ah ngomongin makan gratis, masalah sarapan anak sekolah saja masih banyak yang harus diselesaikan pak.
Pak Marko; memangnya anak sekolah ada yang tidak sarapan ya pak.
Pak Marmuj; ya….ada juga satu dua anak-anak sekolah kita masalah dalam hal sarapan pagi, ada yang sarapan, ada yang tidak, belum lagi cerita menu, hah…..semua terkait lah pak.
Pak Marko: ayo….pak diminum….ini kopi aceh lho….
Lalu lalang tetangga terus menghiasi jalan, kesibukan emak-emak belanja untuk masak hari ini sampai sebagian pekerja kantoran tampak lewat. Pak Marmuj dan pak Marko sesekali menghela nafas melihat fenomena anak muda, anak zaman now dan lainnya.
Pak Marmuj; ini pak, sarapan pagi itu sebenarnya penting, siapapun kita, karena memang menjadi bagian dari pemulihan stamina. Kita dulu masih ingat sampul buku tulis waktu SD tahun 1970-an; Mens sana in corpore sano”
Pak Marko; ya…ya…sangat ingat itu artinya adalah “jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat.
Pak Marmuj; itulah sekarang sampul buku malah gambar artis, entah apa hubungannya dengan pelajaran di sekolah.
Pak Marko; hahahahaha….bapak guru memang banyak masalah ya…
Silahkan pak kopinya….ayo diminum.
Pak Marmuj; ini mungkin penting bagi kita pak. Sarapan pagi itu bukan hanya dari segi kesehatan, tetapi dalam pendidikan memang harus menjadi gerakan. Contohnya ini ha…..
Sambil mensearhing situs dinas pendidikan dan kebudayaan salah satu kabupaten di Indonesia; Lima manfaat sarapan pagi:
1. Meningkatkan memori dan konsentrasi.
2. Sarapan dukung prestasi anak dan membuat jadi lebih sehat.
3. Memiliki eneregi untuk belajar dan beraktivitaas
4. Menstabilkan mood dan emosi.
5. Membangun kebiasaan baik.
Kali ini istri pak Marko menghampiri perbincangan dua rekan yang asyik bercerita;
Istri Pak Marko; eh…pak Marmuj…..lah….kok sarapannya tidak dimakan,
Pak Marko menimpali; ayo…pak…silahkan.
Pak Marmuj; Hari ini saya tidak sarapan, karena sarapan kepagian.
Pak Marko: lho… maksud kepagian itu apa pak.
Pak Marmuj; ya tadi saya sarapan sebelum shalat subuh, alias sahur….dah tahu kan.
Pak Marko; oh….bapak puasa. Maaf, maaf. Maaf.
Oalah Pak Marmuj….Pak Marmuj….memanglah.
Tiga hal hikmah yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah:
Pertama; sarapan pagi itu adalah persiapan fisik untuk aktivitas pada hari berjalan, maka niatkanlah sarapan pagi untuk membuka hari mencari rezeki sesuai dengan kemampuan.
Kedua; mulailah dengan disiplin tidur malam, agar bangun pagi, ibadah dan sarapan pagi dapat dilakukan dengan jadwal waktu dan kesempatan.
Ketiga; sarapan yang dipersiapkan oleh seorang ibu rumah tangga untuk suami dan anak-anaknya adalah hal yang luar baisa, bukan hanya persoalan waktu, dan kasih sayang, tetapi nilai ibadah akan menjadi berkah untuk seisi anggota keluarga.
Ketujuh kita setuju berkolaborasi mengeksplorasi sejarah, lewat kisah kita bercari ibrah.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















