Sarapan kue adalah hal yang biasa, menu kekinian dari berbagai pilihan adalah kesenangan, tapi belum tentu sehat sesuai dengan kebutuhan badan. Hemmm… memang makan, cerita yang tidak pernah putus terkait dengan kehidupan manusia, kapanpun, bahkan dimanapun lebih-lebih siapapun yang diajak cerita pasti “nyambung” kalau cerita ini. Intinya manusia dan makan pasti banyak cerita, banyak pengalaman bahkan banyak kreasi lahir darinya.
Sehari-hari di kampung bahkan di kota kita mengenal apa yang disebut dengan makanan ringan kadang disebut snack atau kudapan menurut kamus bahasa baku Bahasa Indonesia. Tapi kali ini yang mau diceritakan adalah makanan yang penuh kreasi dari belakang rumah pak Marmuj. Hem…..pak Marmuj….lagi, tapi memang cerita tidak ada habisnya kali ini pak Marmuj dan kreasi ubi.
Sore itu tiga sohib berbincang di cakruk depan rumah pak Marmuj, perbincangan tentang kapan mulai puasa kadang terbelah ikut pemerintah atau dunia, tetapi lebih seru kapan cairnya THR untuk lebaran tahun ini.
Tak lama kemudian kopi pun datang ditemani ubi goreng hangat. Hem….walaupun hangat, satu tangan menjangkau, dua tangan habis padahal kopi belum sepertiga diseruput. Tak lama kemudian datang kolak khas rebusan dengan gula namanya tetap kolak ubi, baru tampak kopi mulai surut jadi setengah.
Pak Marmuj; hem…ini sama tapi beda…..
Pak Market; apa yang beda maksudnya pak?
Pak Marmuj; ini sama-sama ubi tapi ada yang beda, tadi ubi goreng yang ini kolak ubi, artinya beda penyebutan yang tadi dari depan dan yang ini dari belakang.
Pak Ma`rub menimpali; iya pak, kan sama-sama ubi hanya pengelolaannya beda, memang makanan dari ubi ini banyak cara mengolahnya ya pak.
Pak Marmuj; ya ini baru dua macam padahal tiga, empat bahkan banyak macam makanan bisa diolah dari ubi.
Seperti biasa, Pak Marmuj tidak jauh dari smart phone nya, diapun mencoba mengakses wikipedia sebagai standar pengertian dari istilah ubi. Tampak dilayar jelas bahwa; Ubi adalah yaitu istilah untuk umbi dari tanaman berumbi yang dapat dimakan. Walaupun orang Indonesia biasanya merujuk istilah ubi kepada ubi kayu, tetapi ada beberapa jenis ubi yang terkenal, yaitu:
Ubi jalar atau ubi rambat atau petatas
Ubi kelapa
Ubi kayu atau ketela pohon atau singkong
Pak Marmuj; nah jelaskan ketika menjadi bahan baku namanya diawali dari ubi, lantas jenis menyertainya. Kemudian ketika jadi olahan namanya konsisten ubi dan jenis olahan yang mengirinya, jangan tertukar.
Pak Martas; oh ya pak. Waktu kita belajar di sekolah ingat ada istilah hukum DM untuk bahasa Indonesia kecuali bahasa asing seperti bahasa Inggris pakai MD.
Pak Ma`rub; apasih itu pakai DM-MD?
Pak Martas; DM itu artinya Diterangkan dan Menerangkan contohnya Ubi Goreng yang diterangkan ubi dan yang menerangkan adalah goreng, dan bukan goreng ubi.
Pak Ma`rub; jadi pak olahan itu kan bermacam-macam, mungkin yang pernah kita lihat, kita makan yang benar contohnya baru dua ubi goreng dan ubi kokal, ada yang lain pak?
Pak Martas; ini nyindir ya….
(tampak kopi tinggal sepertiga gelas, sementara kudapan sudah habis di hidangan).
Pak Marmuj; oh….tenang masih ada di dalam.
Tak lama kemudian pak Marmujpun masuk ke rumah dan kembali bergabung membawa kudapan hangat dan juga yang dibungkus daun pisang.
Pak Ma`rub; ini apa lagi pak?
Pak Marmuj; ini namanya ubi tape
Pak Martas: kalau yang satu lagi ini pak?
Pak Marmuj; yang ini namanya ubi tape goreng.
Ketiganya semakin seru menyeruput kopi yang hampir setengah dingin.
Pak Ma`rub semakin penasaran menusuk kudapan keempat menggunakan sendok garpu seakan menyelidiki dengan tatapan penasaran.
Pak Ma`rub; kok beda, yang satu dibungkus, yang satu lagi digoreng, mengapa tidak ada daunnya ya?
Pak Marmuj; itulah makanan dari ubi terus berevolusi semua hasil kreasi para penjual, atau mereka yang ingin memberikan terbaik untuk kita para penikmat ubi.
Pak Martas; ia pak, kalau ini yang dibungkus pakai daun kita semua tahu namanya tape ubi, maaf salah menurut hukum DM namanya ubi tape, tapi yang satu lagi kita penasaran pak, apa benar namanya ubi tape goreng?
Pak Marmuj; sebenarnya inilah yang disebut dengan makanan khas untuk bapak-bapak yang kehabisan kopi panas.
Pak Martas; apa namanya pak?
Pak Marmuj; namanya adalah Rondo Royal.
Pak Martas, pak Ma`ruf dan Pak Marmuj ketiganya tertawa lepas…hahahahahahhaha…… ada ada saja.
Kedua rekan kompak; oalah…..pak Marmuj….pak Marmuj….memanglah.
Tiga hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah:
Pertama; manusia, hewan dan tumbuhan adalah makhluk Tuhan yang ada dimuka bumi untuk dapat mengabdi, menjadi bagian dari ciptaanNya. Keberadaan makhluk tersebut diharapkan dapat saling berinteraksi untuk berbuat yang terbaik di hadapanNya.
Kedua; tumbuhan yang ada dimuka bumi bila dipelajari dengan taksonomi ternyata sangat beragam, kompleks dan terus berevolusi, maka kita sebagai manusia teruslah memberi perhatian untuk mendalami lebih jauh dan juga mensyukuri sebagai nikmat.
Ketiga; tumbuhan ubi dikenal sebagai bagian dari makanan yang dapat diolah, dengan kreativitas yang tinggi, maka kita semua dapat menikmati sesuai dengan keadaan dan jangan lupa sesuaikan dengan kebutuhan atau jangan berlebihan.
Catatan; kisah ini diinspirasi dari berbagai sumber.



















