Keterampilan membaca secara kritis menjadi modal dasar untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesakan bahan bacaan. Dengan membaca pemikiran terbuka untuk mellihat antarhubungan ide-ide dan menggunakannya sebagai salah satu tujuan dari membaca. (R.Masri Sareb Putra, 2008:8).
Membaca dan buku adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dengan membaca kita tahu isi dunia, dan buku adalah jendela dunia. Jadi dunia itu dapat diketahui dengan buku, dan dengan membaca.
Namun harus disadari bahwa dunia itu luas, kompleks dan berkembang, maka siapa yang dapat memahami hal ini ia akan memiliki dunia dalam hidupnya. Bagaimana caranya? Inilah yang menjadi satu keterampilan membaca secara kritis.
Dunia itu luas, maka kemampuan kita mengerti bagian-bagian simpul utama adalah kunci agar kita dapat mengetahui segala-galanya. Tidak ada masalah luasnya dunia, karena jalur, urat nadi dan bahkan tali temali isinya telah kita kuasai.
Dunia itu kompleks, maka keahlian kita menelusuri sesuai dengan kebutuhan adalah penting, dengan cara mengetahui filsafat sebagai induk pengetahuan, dari sini kita akan diajak meneliti dan melaporkan.
Dunia itu berkembang, maka kehadiran kita harus memaknai masa lalu, memahami masa kini, dan menganalisis masa depan. Ketiga hal ini penting dilakukan dengan cara mempelajari berbagai persoalan lewat sosiologi, dan juga psikologi.
Membaca isi dunia harus dilakukan setiap saat agar tidak ketinggalan informasi dan perkembangan, namun demikian gelombang dan irama perubahan menjadi penanda saat kapan kita membaca, saat kapan kita menganalisis, dan pada saat yang tepat kita dapat menyampaikan pendapat.
Kemampuan kita menganalisis angka, data diramu dengan fakta itu penting agar apa yang kita baca memiliki makna untuk menatap masa depan lewat akurasi.
Membaca perkembangan dunia ini harus diiringi dengan nilai, artinya ada makna yang tersirat yakni untuk kemaslahatan hidup manusia. Tidak selamanya fakta harus dijadikan asumsi, apalagi isu untuk sekedar bahan diskusi.
Tujuan dari membaca adalah untuk mengembangkan berbagai instrumen kehidupan agar lebih baik di masa depan, khususnya merencanakan, mengevaluasi dan menjadikan diri lebih bijaksana. Bila pendapat, didasarkan pada analisis yang tepat, maka kita telah mampu mengkaitkan berbagai fakta, fenomena dan harapan untuk semau orang.
Membaca bukan sekadar mengetahui, memahami atau menganalisis, tetapi sampai pada memberi solusi yang lebih arif dan bijaksana dengan berbagai pilihan.
Keterampilan membaca kritis bukan saja sebatas analisis, tetapi ada nilai yang diusung untuk memberikan kebaikan bagi umat yang lebih luas, lebih kompleks dan lebih berkembang.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.


















