Seorang guru harus mampu berperan ganda. Peran ganda ini dapat diwujudkan secara berlainan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi pada waktu tertentu guru berperan sebagai sosok yang menyayangi siswanya, di waktu lain guru berperan sebagai pemberi hukuman, penasihat, penghalang, pendorong, konsultan, juga peran-peran lain sesuai dengan tuntutan keadaan siswa kita. (Sukadi, 2006:14).
Lima faktor pendidikan yang utama adalah; pendidik, peserta didik, lingkungan, tujuan dan strategi pembelajaran. Semua dapat saja berubah, dan semua boleh jadi tetap sama dalam masa tertentu.
Oleh karena itu pendidikan dapat direncanakan dengan asumsi beberapa saat ke depan dapat ditetapkan hari ini. Namun pada hal-hal tertentu pendidikan juga akan mengalami perubahan baik karena keadaan, karena lingkungan terlebih juga karena situasi pada saat berlangsungnya pendidikan.
Dari kelima faktor pendidikan perubahan paling rentan adalah pada peserta didik, tahun ini belum tentu sama dengan tahun sebelumnya, bahkan pekan ini bisa saja berbeda situasinya.
Bayangkan kita juga selalu menghadapi peserta didik ketika pagi hari datang ke sekolah, bahkan kita tidak bisa pastikan apa yang terjadi ketika siang setelah belajar. Inilah perubahan yang harus terus dimengerti, dipahami bahkan dijadikan bagian dari proses pendidikan.
Upaya pendidikan agar tetap berlangsung dengan baik, salah satu caranya adalah melakukan strategi alternatif, apakah untuk lingkungan yang berubah, tujuan yang berganti, atau perubahan yang lebih besar lagi sangat dibutuhkan.
Dalam hal ini pendidik adalah faktor utama untuk melakukan perubahan, dimana perubahan itu ada pada dirinya sendiri. Perubahan dimaksud adalah seorang pendidik harus menjadikan dirinya siap menjadi manusia yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan.
Istilah peran ganda yang dikemukakan oleh Sukadi adalah salah satu cara guru mengadaptasi terhadap perubahan dalam pendidikan. Perubahan dimaksud di antaranya;
Pertama, guru berperan ganda untuk memahami bahkan pendidikan itu bukan hanya berangkat dari teori yang ia pelajari selama ini, ia harus mengerti dunia terus berkembang bahkan berubah, maka adaptasi ini sangat penting.
Kedua, guru harus berperan dalam menghadapi peserta didik, di satu sisi mereka adalah orang yang membutuhkan perhatian, tetapi juga harus disadari bahwa juga butuh ruang untuk berekspresi dengan leluasa mengembangkan kepribadian.
Ketiga, guru boleh jadi adalah orang yang paling berwibawa dan memilliki kewenangan utama dalam kelas, tetapi pada saat yang sama harus sadar bahwa berbagai faktor pendidikan juga menjadi penentu dalam mencapai tujuan pendidikan.
Keempat, semua peran yang dilakukan guru tidaklah permanen, apakah itu pemberi hukuman, penasihat, penghalang, pendorong, konsultan, juga peran-peran lain harus sesuai dengan tuntutan keadaan siswa.
Sadari bahwa semua terus berubah, maka yang paling utama adalah guru harus mengubah dirinya setiap saat ketika mendidik, mengajar dan peran dalam kegiatan pendidikan.
Kita setuju “Dengan kolaborasi kita bangun negeri, lewat pendidikan kita bersinergi”.

















